Jalan Rusak Parah di Jalinsum, Masyarakat: Jangan Covid-19 Jadi Alasan


Kamis, 25 Juni 2020 - 17:32:27 WIB
Jalan Rusak Parah di Jalinsum, Masyarakat: Jangan Covid-19 Jadi Alasan Pemuda Kiliran Jao secara swadaya melakukan penimbunan Jalinsum, karena warga sekitar tidak tega melihat pengendara yang melintas di jalan tersebut menjadi korban. Maryadi

HARIANHALUAN.COM - Meski sudah ada pemenang tender untuk perbaikan jalan lintas Sumatera (Jalinsum), namun beberapa titik jalan tersebut terlihat berlubang besar dan menunggu korban. Pantauan harianhaluan.com di lapangan, mulai dari Kiliran Jao Kabupaten Sijunjung sampai Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya atau perbatasan Sumbar dengan Jambi, lubang yang ada di Jalinsum siap menerkam pengendara yang melintas.

Misalnya saja, dekat terminal Kiliran Jao ada lubang yang sudah banyak menelan korban, apakah itu ban mobil yang pecah akibat terperosok, ada ban yang copot sampai ada kendaraan yang nyaris tabrakan dan nyaris terjadi keributan karena saling mengelakkan lubang yang cukup besar tersebut.

Menurut Anton (42), warga Kiliran Jao mengungkapkan kepada harianhaluan.com, sudah banyak kejadian akibat lobang yang besar dan dalam tepat di depan rumahnya. Dia menyebut, kendaraan yang rusak akibat terperosok lubang itu sudah tidak terhitung lagi, bahkan katanya ada yang hampir terjadi perkelahian antar pengendara akibat saling mengelakkan lobang dan hampir tabrakan.

Warga sekitar sudah muak melihat ada petugas yang mengukur, melihat-lihat dan meninjau lokasi jalan yang rusak. Namun, sampai saat ini tidak ada perbaikan. Dengan demikian, warga setempat secara swadaya membeli pasir serta batu dan melakukan penimbunan. Begitu pula di Kilometer 6 Pulau Punjung, akibat drainase yang tidak lancar, air mengalir pada badan jalan membuat jalan hancur dan berlubang.

"Saya setiap hari melintas dan sangat tidak nyaman melintas Jalinsum yang ada di Sumbar ini," ungkap Ilham, salah seorang sopir ekspedisi yang melintas di Jalinsum.

Dia mengungkapkan, sekali sepekan dia pergi ke Jambi, berbeda dengan wilayah Jambi. Padahal sama-sama jalan Nasional, karena di wilayah Jambi, jalan yang rusak dengan cepat diperbaiki. Bahkan, dia melihat begitu jalan dibongkar atau dikikis, langsung ditambal dan tidak menunggu ban pengendara pecah baru diperbaiki.

Lebih parah lagi di Sikabau, Kecamatan Pulau Punjung. Jalan tersebut sedang menunggu makan korban, pasalnya lubang besar dan dalam susah menganga dan menunggu mobil terbalik. Warga sekitar mengaku jalan tersebut ada ditimbun tapi memakai pasir dan batu, begitu hujan dilewati mobil bermuatan berat, jalan tersebut terbuka kembali.

Warga berharap, pemerintah segera melakukan perbaikan dan jangan wabah Covid-19 dijadikan alasan untuk membiarkan jalan Nasional hancur. Begitu pula beberapa titik lainnya di wilayah Kecamatan Koto Baru, bahkan dekat Simpang PT. DL pernah mobil batu bara terbalik karena masuk lobang besar. Menjelang masuk Sungai Rumbai juga, jalan berlubang sudah menunggu para pengendara, apabila tidak berhati-hati, siap-siap jadi korban.

Kepala Dinas PUPR Dharmasraya, Junedy Yunus yang dikonfirmasi harianhaluan.com menjelaskan, Jalinsum merupakan jalan Nasional yang merupakan tanggung jawab pemerintah pusat, dibawahnya ada Balai Wilayah Jalan Nasional. Oleh sebab itu, Pemkab Dharmasraya tidak boleh memperbaikinya dan sifatnya hanya koordinasi.

"Kita selalu melaporkan kepada pihak balai atas keluhan warga baik yang disampaikan secara langsung maupun melalui media, sedangkan kontraktor untuk perbaikannya sudah ada yaitu PT CTA. Sedangkan untuk Provinsi Jambi, Balai Wilayah Jalan Nasional berbeda dengan Provinsi Sumbar, jadi cara penanganannya juga berbeda," tutup Junedy. (*)

loading...
Reporter : Maryadi /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]