Polda Sumbar Ringkus Empat Tersangka Mafia Jual Beli Tanah


Rabu, 24 Juni 2020 - 17:26:32 WIB
Polda Sumbar Ringkus Empat Tersangka Mafia Jual Beli Tanah Empat tersangka mafia sindikat jual beli tanah diringkus Jajaran Polda Sumbar.

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Setelah dilakukan penyelidikan, Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda) Sumbar ungkap empat tersangka sindikat mafia jual beli tanah di Kota Padang. Keempat tersangka yakni inisial EPM, LH, MY, dan YS yang ditangkap dilokasi yang berbeda. 

Dari keempat tersangka, diduga sebagai otak dari tindak pidana itu adalah EPM yang ditangkap jajaran Polda Sumbar dikawasan Tanggerang Selatan setelah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya.

"Tersangka ini selalu berpindah-pindah lokasi. Awalnya ia berada di Tanggerang Selatan dan akhirnya berhasil ditangkap pada tanggal 5 Juni 2020 disebuah kos-kosa kawasan Jakarta," ujar Dirreskrimum Polda Sumbar, Kombes Imam Kabut Sariadi, Rabu (24/6/2020).

Ditambahkannya, Untuk tiga tersangka lainnya, ditangkap di Sumbar dengan lokasi yang berbeda. Tersangka LH ditangkap pada tanggal 15 Mei 2020 di kediamannya di Padang, mengikut dua tersangka lainnya yakni MY dan YS yang langsung ditahan pada tanggal 8 Juni 2020.

"Dari perbuatan keempat tersangka, tinggal menimbulkan kerugian miliaran rupiah," katanya.


Diketahui, perbuatan delik yang dilakukan keempat tersangka bermula ketika korban bernama Budiman mengaku kepada para tersangka memiliki tanah di Kelurahan Air Pacah seluas 4 ribu meter persegi dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) nomor 1016, 1015, 833, 836 yang berstatus terblokir di Kantor BPN Kota Padang.

Meyakinkan korban bahwa dia selaku pemilik tanah di Kelurahan Dadok Tunggul hitam, Air pacah, Bungo Pasang dan Koto Panjang Ikua Koto (KPIK), Kecamatan Koto Tangah berdasarkan putusan Landraadt nomor 90 tahun 1931 berdasarkan kuasa dari tersangka LH dkk dan menyatakan bisa membantu untuk membuka blokir.

Karena merasa percaya, korban Budiman menyerahkan uang kepada EPM dengan jumlah Rp1,35 miliar secara tunai dan non tunai dengan mentransfer ke rekening bank mandiri milik EPM. 
Selain itu, EPM juga mengantongi uang dari korban lain yakni Adrian Syahbana Rp 8,5 miliar.

Kemudian dari tangan EPM, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa dokumen berupa gadget, dua buku tabungan (Mandiri dan BCA), satu unit mobil Toyota Land Cruiser warna hitam nomor polisi B 309 GEL dan dua unit apartemen di Kalibata City.

Sementara sejumlah uang yang didapati oleh EPM kemudian diberikan kepada tiga pelaku lainnya yang ikut serta membantu EPM dalam menjalankan perbuatan itu. LH telah menerima uang sebesar Rp 500 juta, MY sebesar Rp 500 juta dan YS sebesar Rp 300 juta dari EPM. (*)
 

loading...
Reporter : Buliza Rahmat /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]