Bagaimana Kondisi Bank di Indonesia saat Corona Merajalela?


Sabtu, 20 Juni 2020 - 12:41:56 WIB
Bagaimana Kondisi Bank di Indonesia saat Corona Merajalela? Ilustrasi

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM - Vice President Economist Bank Permata Josua Pardede menyampaikan kondisi perbankan selama dihantam virus Corona (COVID-19) masih relatif kuat dibanding sektor lainnya. Lantaran, dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) atau Loan to Deposit Ratio (LDR) maupun Liquid Assets Ratio (LAR) perbankan masih tertopang dengan baik.

Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan riset Bank Permata, rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio / CAR) perbankan masih berada di level 18,93% hingga Maret 2020. Begitu juga dengan rasio kredit terhadap DPK masih berada di level 89,66% dan LAR perbankan terlihat di level 15,78%.

"Kalau kita lihat secara umum, kondisi perbankan masih kuat kalau kita lihat dari sisi permodalan, lalu dari sisi LDR ataupun liquid assets ratio-nya ini relatif semua indikator menunjukkan sektor perbankan ini masih relatif kuat," kata Josua dalam dalam diskusi Dialogue Kita Edisi Juni 2020, Jumat (19/6/2020).

Demikian pula posisi pertumbuhan kredit hingga April 2020, terpantau masih cukup baik, di level 8,08%. Begitu juga pertumbuhan DPK masih dapat tumbuh hingga 5,73%. Meski begitu, ia mewanti-wanti bahwa perlambatan perbankan baru akan terlihat sekitar satu hingga dua kuartal setelah perlambatan ekonomi.

"Kan biasanya kalau perekonomian melambat di kuartal I biasanya kemampuan atau kualitas kredit itu mulai kelihatan menurun di sekitar 1-2 kuartal paling lambat," paparnya.

Padahal, kekuatan perbankan dalam masa pandemi ini sangat penting, karena hanya perbankan yang dapat mendukung kembali pembiayaan, baik untuk sektor UMKM maupun non-UMKM.

"Kami lihat juga di sini adalah permintaan kredit yang indikasinya mulai menurun, bisa dilihat dari access likuiditas perbankan yang ditempatkan di instrumen BI, lalu kita lihat LDR tadi, dan di sisi lain dari PDB-nya sendiri ekonomi yang melemah itu terindikasi juga dari inflasi yang relatif rendah dari sisi permintaan sehingga makanya permintaan kredit pun mulai melemah sejak PSBB," tuturnya.

Meski begitu, ia melihat bantuan pemerintah dalam program pemulihan ekonomi nasional dianggap mampu mencegah perlambatan perbankan yang dikhawatirkan tersebut.

"Kemarin BI menurunkan suku bunga. Diperkirakan ini dapat terus mendukung likuiditas yang tetap," tandasnya. (*)
 

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Rahma Nurjana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 22 Oktober 2020 - 09:55:59 WIB

    Bagaimana di Daerah Anda? Harga TBS Sawit Melonjak Naik di Riau

    Bagaimana di Daerah Anda? Harga TBS Sawit Melonjak Naik di Riau HARIANHALUAN.COM-Harga sawit Riau mengalami kenaikan. Harga TBS kelapa sawit pada penetapan ke 42 bulan Oktober 2020 atau periode 21–27 Oktober 2020 mengalami kenaikan pada setiap kelompok umur kelapa sawit dengan jumlah ke.
  • Selasa, 14 Juli 2020 - 20:01:08 WIB

    Singapura Resesi, Bagaimana Dampaknya ke Bisnis Maskapai Indonesia?

    Singapura Resesi, Bagaimana Dampaknya ke Bisnis Maskapai Indonesia? HARIANHALUAN.COM - Singapura resmi jatuh ke dalam resesi setelah Kementerian Perdagangan dan Industri (MTI) mengumumkan bahwa ekonomi negara itu kembali jatuh di kuartal II-2020. Secara kuartal ke kuartal (QtQ), ekonomi Singa.
  • Ahad, 12 Juli 2020 - 11:36:38 WIB

    4 Negara Ini Pernah Lakukan Redenominasi, Bagaimana Hasilnya?

    4 Negara Ini Pernah Lakukan Redenominasi, Bagaimana Hasilnya? HARIANHALUAN.COM - Pemerintah menggulirkan rencana redenominasi alias penyederhanaan mata uang, dengan memangkas 3 angka nol. Misalnya, Rp 100.000 menjadi Rp 100 atau Rp 50.000 menjadi Rp 50, dengan nilai yang tetap sama..
  • Jumat, 10 Juli 2020 - 08:24:16 WIB

    Bakal Ada Redenominasi, Bagaimana Nasib Uang Rp500?

    Bakal Ada Redenominasi, Bagaimana Nasib Uang Rp500? HARIANHALUAN.COM - Wacana untuk melakukan redenominasi mata uang rupiah kembali bergulir. Dalam kajiannya redenominasi di Indonesia akan diterapkan dengan cara menyederhanakan nilai rupiah dengan mengurangi tiga angka nol sep.
  • Senin, 06 Juli 2020 - 10:31:37 WIB

    Pizza Hut Bangkrut di Amerika Serikat, Bagaimana dengan Indonesia?

    Pizza Hut Bangkrut di Amerika Serikat, Bagaimana dengan Indonesia? HARIANHALUAN.COM - Manajemen PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA), terwaralaba (franchisee) Pizza Hut Indonesia memberikan penyataan lengkap dan klarifikasi terkait dengan pemberitaan tentang NPC International Inc. (NPC), terwara.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]