Oknum Aparat Jorong di Nagari Pansel Diduga Sunat BLT, Rp50 Ribu per KK


Rabu, 17 Juni 2020 - 19:47:22 WIB
Oknum Aparat Jorong di Nagari Pansel Diduga Sunat BLT, Rp50 Ribu per KK Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Oknum aparat jorong di Nagari Panti Selatan, Kecamatan Panti, Kabupaten Pasaman, dilaporkan menyunat bantuan langsung tunai (BLT) untuk warga terdampak corona (Covid-19). Nominalnya pun bervariasi.  

Salah seorang penerima BLT, Azis (47) mengaku, salah seorang oknum aparat jorong di nagari itu memotong dana BLT yang diterima oleh warga. Nilai pemotongannya berkisar antara Rp30 ribu sampai dengan Rp50 ribu per KK. 

"Ketika ditanyakan dasar pemotongan dana BLT itu, kedua oknum suruhan itu menjawab, sebagai uang jerih payah. Sebab, aparat jorong sudah susah payah mengusulkan warga tersebut menjad penerima Bansos," ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu.

Awalnya, warga penerima manfaat Bansos di kejorongan itu enggan menanggapi permintaan kedua oknum suruhan aparat jorong tersebut. Namun, pada akhirnya warga terpaksa merelakan. Sebab, diancam akan dicoret sebagai penerima bansos berikutnya. 

"Awalnya, kami (warga) tidak menghiraukan permintaan oknum tersebut. Tapi, karena diancam akan dicoret dari daftar penerima di bulan berikutnya, kami terpaksa mengikhlaskannya," ungkap warga lainnya. 

Ketika dikonfirmasi, Camat Panti, Azwar membenarkan dugaan pemotongan dana BLT Covid-19 oleh oknum aparat jorong di Nagari Panti Selatan. Bahkan, kata Azwar, ia sudah menelusuri informasi dari masyarakat tersebut ke jorong dimaksud. 

"Semua jorong di Nagari Pansel, sudah saya kumpulkan, beberapa hari lalu. Saya pun sudah tanyakan langsung ke aparat jorong  yang dilaporkan warga, betul tidak, dia telah melakukan pungli kepada warga penerima BLT," ungkap Azwar. 

Namun, kata dia, aparat jorong tersebut membantah semua tudingan itu. Ia, kata Azwar, tidak mengakui telah melakukan pemotongan dana BLT kepada warganya. 

"Katanya, itu tidak betul. Dia mengaku difitnah oleh oknum warga yang mengaku sebagai suruhannya. Ia membantah, tidak pernah memerintahkan ke dua warganya itu memotong dana BLT," kata Azwar. 

Meskipun demikian, kata Azwar, ia tetap meminta dana yang dipotong dikembalikan ke warga, sebab perbuatan itu bertentangan dengan hukum. Ia juga meminta oknum jorong itu segera menyelesaikan persoalan tersebut untuk membersihkan namanya di hadapan masyarakat. 

"Saya minta, jorong itu segera selesaikan ini. Jangan biarkan berlarut-larut. Jika benar tidak terlibat, segera laporkan kedua orang itu ke aparat hukum," pintanya.(*) 

loading...
Reporter : Yudi Lubis /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]