Berlian Miliaran Rupiah Bakal Dibuang Sia-Sia Gara-gara Pandemi Covid-19


Kamis, 11 Juni 2020 - 08:18:05 WIB
Berlian Miliaran Rupiah Bakal Dibuang Sia-Sia Gara-gara Pandemi Covid-19 Ilustrasi

HARIANHALUAN.COM - Pandemi Covid-19 membuat roda perekonomian tak berputar dengan lancar. Pemasukan yang menipis membuat sebagian orang memikirkan dengan bijak penggunaan uang. Alhasil, perhiasan mahal pun tak laku di pasaran.

Bahkan, pemasok berlian siap menerima kenyataan bahwa perhiasan yang mereka bikin akan terbuang sia-sia. Itu semua karena produk terus berjalan, tapi pembeli semakin menipis.

Menurut laporan Hypebeast, salah satu produsen perhiasan mahal De Beers yang berbasis di Botswana, Afrika Selatan, mesti merugi hingga Rp5 triliun. Angka ini didapat dari penjualan tahunan di bulan yang sama, pada 2019 perusahaan ini meraup keuntungan sebesar Rp5,7 triliun, sedangkan tahun ini hanya Rp493 miliar.

Meski merugi besar, produsen ini tak mengubah harga berlian di pasaran. Padahal, beberapa produsen lain sudah menurunkan harga yang cukup jauh supaya roda perekonomian tetap berjalan.

Mengetahui fakta ini, pemasok berlian pun mesti membatasi stok produksi berlian kasar. Di sisi lain, dengan melakukan tindakan tersebut akan memengaruhi harga berlian di pasar.

Sementara itu, menurut laporan The Cut, di tengah kesusahan ekonomi seperti sekarang, orang kaya malah menghambur-hamburkan uang hingga miliaran rupiah hanya untuk bisa membeli berlian super mahal.

Fakta ini diungkapkan Bloomberg, orang kaya tak terpengaruh sama sekali oleh pandemi COVID-19, bahkan mereka semakin banyak mengeluarkan uang untuk jajan perhiasan mewah.

Menurut rumah lelang Sotheby, perkiraan pengeluaran orang kaya belanja berlian sepanjang Maret hingga April mencapai $5,7 juta atau sekira Rp89,1 miliar. Tetapi, informasi lain mengatakan, kenyataannya orang kaya mengeluarkan uang di tengah pandemi COVID-19 untuk belanja perhiasan mencapai $6,1 juta atau sekira Rp95,4 miliar.

"Apa yang kami temukan ialah sesuatu yang berkualitas baik, tetap berjalan dengan baik," kata Catharine Becket, seorang spesialis perhiasan mewah di New York. Ia pun membenarkan kalau pembelian perhiasan mewah malah meningkat di tengah pandemi COVID-19.

Becket melanjutkan, ada motivasi khusus yang akhirnya membuat orang kaya berbondong-bondong belanja perhiasan mewah di tengah banyaknya orang yang kesusahan mendapatkan uang.

"Orang kaya ini seperti kehilangan kemampuan untuk memamerkan kekayaannya kepada orang lain karena adanya pembatasan sosial. Nah, mengobati rasa kecewa ini, mereka akhirnya memilih belanja perhiasan yang jauh lebih mahal dari biasanya agar hatinya tetap senang," papar Becket.

Tak bisa dipungkiri, orang kaya pun merasa kecewa dengan keadaan ini, tapi mereka mengatasinya dengan cara mereka yaitu belanja barang mewah. "Mereka (orang kaya) pun menunggu kapan pandemi ini selesai dan berharap semua kembali normal agar bisa pamer perhiasan lagi," tambahnya.

Di sisi lain, Becket mengutarakan, masalah sejati yang dirasakan orang kaya saat pandemi COVID-19 sejatinya bukan rasa bosan dan kesal karena tak bisa pamer, tetapi gelang berlian keluaran 1930-an dari Cartier siap dilelang secara online.

"Gelang ini bakal dengan mudah dibeli para pencinta perhiasan mewah dengan harga $800 ribu atau sekitar Rp12,5 miliar. Bahkan, beberapa informasi mengatakan ada yang siap menaruh harga di angka $1 juta atau Rp 15,6 miliar," tambahnya.(*)

loading...
 Sumber : okezone /  Editor : Nova Anggraini

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]