Yuk, Bedakan Sakit Kepala Alergi, Sinus, dan Migrain


Rabu, 29 April 2020 - 19:18:59 WIB
Yuk, Bedakan Sakit Kepala Alergi, Sinus, dan Migrain Ilustrasi sakit kepala. Foto: Kompas.com

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Sakit kepala adalah salah satu jenis rasa sakit yang paling umum pernah dirasakan banyak orang.

Menurut US National Library of Medicine, sakit kepala pun menjadi alasan utama bagi banyak orang yang bolos sekolah atau bekerja.

Di saat beberapa jenis sakit kepala dapat terjadi tanpa alasan tertentu, sakit kepala lainnya dapat dikaitkan dengan kondisi seperti alergi.

Menurut American College of Allergy, Asthma and Immunology (ACAAI), ada dua jenis sakit kepala yang terkait dengan alergi.

Jenis pertama adalah sakit kepala sinus, yang biasanya terasa seperti sakit dan tekanan pada wajah.

Kemudian migrain, yang menyebabkan nyeri sedang hingga berat, yang bisa terasa seperti berdenyut dan disertai mual.

Pemicu dua sakit kepala tersebut bisa mencakup hidung tersumbat atau sinus, stres, makanan tertentu, atau merokok.

Namun, sebelum kita mulai menyalahkan sakit kepala pada musim alergi, penting untuk dicatat sakit kepala alergi secara umum kontroversial dalam dunia medis.

"Sakit kepala alergi yang sebenarnya mungkin sangat jarang," kata Ronald Purcell, MD, ahli alergi di Cleveland Clinic, dikutip dari Kompas.com, Rabu (29/4/2020).

Beberapa ahli percaya, apa yang disebut sakit kepala alergi adalah jenis sakit kepala yang berbeda, terlepas dari alergi seseorang.

National Headache Foundation (NHF) juga menyoroti hubungan antara alergi dan sakit kepala.

NHF menyebut, di saat banyak orang dengan penyakit migrain dapat mengaitkannya pada reaksi terhadap makanan tertentu, tidak demikian dengan alergi.

NHF menambahkan, masalah pernapasan atau alergi musiman dapat berkontribusi atau menyebabkan sakit kepala sinus, dan migrain dalam beberapa kasus.

Pasien yang mengalami masalah tersebut harus dievaluasi oleh tenaga medis agar mendapat diagnosis yang tepat.

Terlepas dari kontroversi itu, dan apakah kita menderita sakit kepala alergi atau sakit kepala yang dipicu oleh alergi, rasa sakit itu sangat nyata.

"Umumnya, apa yang orang gambarkan adalah rasa tekanan di wajah," kata Dr. Purcell.

Rasa sakit itu biasanya disebabkan oleh peradangan pada sinus, atau ruang udara berlubang di belakang mata, tulang pipi, dahi, dan hidung.

Namun Dr. Purcell mencatat, nyeri sinus bisa juga disebabkan oleh infeksi sinus.

Perawatan untuk sakit kepala yang mungkin disebabkan oleh alergi sangat sederhana. Kita cukup mengobati alergi untuk menghilangkan sakit kepala.

Alergi dapat diobati dengan obat yang dijual bebas atau obat resep, serta suntikan alergi.

Jadi, selain mengobati alergi, tidak ada pengobatan khusus untuk sakit kepala alergi.

ACAAI juga merekomendasikan kita untuk sedapat mungkin menghindari sakit kepala atau pemicu alergi.

Salah satu caranya, membatasi paparan di luar ruangan, dan mengenakan kacamata hitam yang membatasi paparan alergi ke mata.

Juga, mencuci tangan setelah menyentuh binatang, dan menjaga kelembapan di rumah untuk membatasi paparan jamur.

Jika kita terus mengalami sakit kepala, bahkan setelah alergi terkendali, sakit kepala kita bisa disebabkan oleh hal lain, kata Dr. Purcell.

Apabila rasa sakit berlanjut, jangan ragu menemui dokter spesialis sakit kepala untuk mendapatkan bantuan. (*)

loading...
 Sumber : Kompas.com /  Editor : Milna Miana

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]