Waduh! Zoombombing Muncul di Tengah Percakapan Para Ahli IT Indonesia


Jumat, 17 April 2020 - 11:03:57 WIB
Waduh! Zoombombing Muncul di Tengah Percakapan Para Ahli IT Indonesia ilustrasi zoombombing

JAKARTA, HARIANHALUAN.COM -- Ulah hacker yang menyusup di sesi video conference atau kerap disebut Zoombombing terus terjadi. Padahal Zoom telah melakukan peningkatan pada fitur privacy dan keamanan, kok bisa? Salah satunya saat sesi diskusi COVID-19 yang digelar Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) pada Kamis (16/4/2020) kemarin. 

Di tengah-tengah diskusi muncul orang-orang yang tak dikenal berteriak-teriak, selang tak berapa lama mendadak layar memutar video tidak senonoh. Seketika diskusi yang disiarkan langsung di YouTube langsung terhenti. "Mohon maaf atas gangguan teknis yang terjadi. Saat ini kami panitia sedang memperbaiki dan terus memantau peserta yang join diskusi TIK-Talk agar tidak ada bombing. Sekali lagi mohon maaf," tulis panitia acara di kolom komentar.

Pakar internet security dari Vaksincom Alfons Tanujaya menyebut, kejadian ini kemungkinan kecerobohan admin diskusi. Sebab, Zoom telah memiliki fitur moderasi yang menyortir siapa yang bisa bergabung ke dalam video conference. "Adminnya harus aktif ngejagain siapa yang masuk. Kan sebelum masuk ada waiting room sebelum di-approved. Kemungkinan admin menyetujui siapapun yang mau masuk," kata Alfons.

"Jadi bisa jadi kesalahan admin. Tidak kenal orang asing kenapa diperbolehkan masuk. Adanya fitur waiting room kan bisa mengontrol siapa yang ikut. Bahkan Zoom bisa membatasi share screen," lanjutnya.

Dalam undangan acara diskusi tersebut, tertera link dan password sesi Zoom. Ironisnya, undangan tersebut disebar di media sosial sehingga bisa informasi terkait diskusi bisa didapatkan siapa saja. Diskusi online yang digelar Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (Wantiknas) mendadak heboh, karena disusupi adegan mesum. Begini kronologis kejadiannya versi Wantiknas.

Sebagai informasi, diskusi yang bertemakan 'Kolaborasi Multistakeholders untuk Memerangi Hoax dan Disinformasi di Tengah Pandemi COVID-19' itu memanfaatkan platform Zoom. Adapun pembicara dalam diskusi tersebut Ketua Tim Pelaksana Wantiknas Ilham Habibie, Anggota Tim Pelaksana Wantiknas Garuda Sugardo, Dirjen IKP Kominfo Widodo Muktiyo dan Pencipta Aplikasi Drone Empirit Ismail Fahmi.

Direktur Eksekutif Wantiknas Gerry Firmansyah menuturkan, acara dibuka dengan pemaparan dari masing-masing narasumber. Saat sesi tanya jawab, ada peserta yang mulai mengganggu jalannya acara. "Pada saat tersebut panitia mengeluarkan peserta tadi, rupanya ada peserta lain yang melakukan hal yang sama. Setelah kita keluarkan kedua peserta tadi maka acara dapat dilanjutkan," ujar Gerry.

"Sebagai informasi setiap peserta yang masuk akan kami tampung dahulu di waiting room sebelum masuk acara, peserta yang di approved dapat masuk ke acara meeting tersebut," ungkap Gerry.

Gerry juga mengatakan pihaknya sudah memanfaatkan fitur moderisasi di Zoom. Fitur ini diketahui host bisa mengatur siapa saja yang boleh mengikuti meeting virtual. Dengan kata lain, bila host tidak meng-approve, maka akun yang tidak diinginkan, tidak akan bergabung. Namun tak dinyana, muncul adegan mesum yang tampil full screen. 

Alhasil, peserta yang ikut serta terkaget-kaget dibuatnya. Terkait kejadian tersebut, Wantiknas menelusuri kenapa bisa ada adegan mesum muncul di sela-sela diskusi online yang dihelatnya. "Sepertinya ada peserta yang mendaftar menggunakan ID orang lain setelah di-approved, dan setelah acara berjalan merubah namanya kemudian melakukan gangguan. Kami sedang coba telusuri," tutupnya. (*)

loading...
 Sumber : detik.com /  Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 06 Agustus 2020 - 00:13:21 WIB

    Waduh! Google Play Music Setop Desember, Ini Penggantinya

    Waduh! Google Play Music Setop Desember, Ini Penggantinya HARIANHALUAN.COM - Layanan streaming musik milik Google, Google Play Music akan berhenti pada akhir Desember 2020 dan akan digantikan oleh YouTube Music. Secara bertahap, Google Play Music akan berhenti  di Selandia Baru dan.
  • Ahad, 31 Mei 2020 - 08:13:23 WIB

    Waduh! Dibanderol Rp5 Juta, Perangkat Anti Radiasi 5G Ini Ternyata Flash Disk

    Waduh! Dibanderol Rp5 Juta, Perangkat Anti Radiasi 5G Ini Ternyata Flash Disk HARIANHALUAN.COM - Beredar sebuah perangkat yang diklaim bisa memberikan perlindungan spektrum terhadap radiasi 5G yang dijual seharga 350 dolar AS atau sekitar Rp5,1 juta, ternyata setelah diselidiki perangkat tersebut cuma .
  • Ahad, 03 November 2019 - 13:23:22 WIB

    Waduh! WhatsApp Milik Pejabat Pemerintah Jadi Sasaran Peretas

    Waduh! WhatsApp Milik Pejabat Pemerintah Jadi Sasaran Peretas TEKNO, HARIANHALUAN.COM -- Keamanan WhatsApp kembali mendapatkan sorotan. Pasalnya, akun WhatsApp milik pejabat tinggi pemerintah di sejumlah negara sekutu Amerika Serikat (AS) menjadi sasaran peretasan oleh para hacker pada .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]