Heboh..! Ada Peluru Nyasar di UNP, Punya Siapa Ya?


Selasa, 25 Februari 2020 - 20:50:46 WIB
Heboh..! Ada Peluru Nyasar di UNP, Punya Siapa Ya? Olah TKP yang dilakukan oleh tim Unit Indentifikasi Polresta Padang.

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Civitas akademika di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) dikejutkan dengan temuan proyektil peluru di gedung LP2M lantai III kampus tersebut pada Selasa (25/2) sekitar pukul 11.30 WIB. Namun, hingga saat ini tim dari kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap temuan tersebut. 

Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Septianto membenarkan temuan tersebut. Temuan itu bermula saat pegawai yang ada di ruangan tersebut tengah bekerja. Kemudian, mereka mendengar suara letusan (tembakan senjata,red) sebanyak tiga kali disertai bunyi pecahan kaca menuju ruang kerja tersebut. 

"Lalu setelah itu, salah seorang pegawai ini melihat ada proyektil peluru dari tembaga yang tergeletak diatas lantai granit tepat, didepan kursi kerjanya," tutur Satake.

Tidak berapa lama, sekitar pukul 13.10 WIB, tim Identifikasi Polresta Padang melakukan olah TKP peluru nyasar tersebut. Proyektil peluru dengan ukuran 5,56 mm tersebut kemudian diserahkan oleh Kanit Reskrim Polsek Padang Utara, Iptu Safwal kepada Intel Korem 032 WBR, Serka Supriyanto.

"Kita tidak bisa menduga-duga dan belum bisa memastikan sumber peluru tersebut dari mana. Tapi, petugas kepolisian dari Polresta Padang sudah melakukan olah TKP," jelasnya kemudian. 

Dilihat dari ukuran, laman wikipedia melansir peluru 5,56 × 45 mm adalah peluru militer yang diperkenalkan pada tahun 1960-an sebagai peluru standar untuk negara-negara NATO. Peluru ini serupa tapi tidak sepenuhnya sama dengan peluru komersil sipil, .223 Remington. Peluru 5,56 militer terbuat dari kuningan yang lebih tebal dari peluru sipil membuatnya memiliki kapasitas mesiu yang lebih sedikit. 

Selain itu, kamar peluru untuk peluru militer panjangnya 1,62 inci. Apabila peluru militer 5,56 ditembakan di dalam senapan sipil .233, ada kemungkinan keakuratannya akan berkurang. Walaupun tidak berbahaya untuk mencampur kedua jenis amunisi ini akan lebih baik kalau pemakaiannya sesuai dengan spesifikasi kaliber yang tepat. (*)

loading...
 Editor : Agoes Embun

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]