Beri Kuliah Umum di PNP, Choirul Mustafa Bicara Pentingnya Bela Negara


Senin, 17 Februari 2020 - 22:43:47 WIB
Beri Kuliah Umum di PNP, Choirul Mustafa Bicara Pentingnya Bela Negara Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP), Surfa Yondri S.T, M.T saat memberi sambutan pada kegiatan kuliah umum dalam rangka mengawali perkuliahan semester genap Tahun Ajaran 2019/2020 di Politeknik Negeri Padang, Senin (17/2/2020).

PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Pertahanan (Kakanwil Kemenhan) Sumbar, Kolonel Inf. Choirul Mustafa, S.Sos, M.Si mengajak mahasiswa Politeknik Negeri Padang (PNP) menjaga kesatuan bangsa. Dia juga mengajak para mahasiswa untuk menjauhi paham radikal.

Hal itu disampaikan Choirul Mustafa saat dia mengisi kuliah umum dalam implementasi nilai bela negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal ini dalam rangka mengawali perkuliahan semester genap Tahun Ajaran 2019/2020 di PNP, Senin (17/2/2020).

Dalam paparannya, Choirul Mustafa mengatakan, saat ini masih marak terjadinya teroris dan radikalisme. Teranyar terkait pemulangan WNI eks ISIS namun ditolak oleh pemerintah. Hal itu dilakukan karena berdasarkan saran dari Kementerian Pertahanan.

"Kemudian, adanya ancaman trans nasional apalagi baru-baru ini terjadinya serangan wabah Corona. Tentunya itu sangat berpengaruh dengan kehidupan berbangsa dan bernegara," kata Choirul.

Choirul mengapreasi pemerintah yang telah melaksanakan kegiatan protokoler yang dilaksanakan di Natuna, Kepulauan Riau, dan berlancar dengan baik. Bahkan keberhasilan tersebut di akui dunia. Setelah itu, juga ada bencana alam yang kerap dirasakan apalagi di Sumbar merupakan salah satu daerah rawan bencana.

Bahkan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa Sumbar hanya menunggu waktu akan terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami. Maka dari itu, Choirul mengingatkan peserta kuliah umum agar tetap terus waspada.

Pengendalian selanjutnya terkait dengan senjata dan pemusnahkan massal. Parahnya lagi, antara Iran dan Amerika Serikat sudah mulai saling menembak. Tak kalah pentingnya, kini ada trend peperangan baru dimana baru diluncurkan revolusi industri 4.0, namun meningkat menjadi 5.0.

"Kalau ini sudah diterapkan bagaimana Amerika menghancurkan lawannya. Jendral dari Iran hanya menggunakan drone yang dilengkapi dengan senjata. Itu juga harus kita antisipasi karena tidak menutup kemungkinan akan terjadi di tempat kita," ujar Choirul.

Selain itu yang perlu dikendalikan mengenai kekuatan regional baru, terlebih dengan merebaknya virus Corona yang diperkirakan akan banyak negara yang mengalami resesi atau kemerosotan baik di China maupun Singapura dan Malaysia. Begitu pula, dengan perkembangan ancaman non militer.

"Jadi semua yang kita lakukan sekarang ini merupakan ancaman militer yang sedang dihadapi. Pertahanan kita harus bisa menghadapi ancaman militer dan non militer," tegas Choirul.

Terkait ancaman non militer, pihaknya menempatkan pertahanan sipil berada dibarisan depan dan TNI berada dibaris belakang. Sedangkan jika menghadapi ancaman militer maka TNI yang akan 'pasang badan' paling depan dan dibantu dengan pertahanan sipil.

"Sedangkan kita tahu bahwa untuk menghancurkan suatu negara sekarang kemungkinan kecil dilaksanakan dengan serangan militer tapi menggunakan serangan non militer atau serangan proxy war. Salah satunya kejadian Corona, suatu saat akan diketahui apa yang sebenarnya terjadi, apakah itu terjadi karena kelelawar atau ada sesuatu dibelakang itu," sebut Choirul.

Sementara itu, Direktur Politeknik Negeri Padang (PNP), Surfa Yondri S.T, M.T mengatakan dalam rangka perkuliahan awal semester genap tahun ajaran 2019/2020 digelar kuliah umum. Pada kegiatan ini dihadiri oleh Kasi Fasint Lanud Sutan Syahril Padang Mayor. Sus. Irham Luthfy alumni PNP tahun 1996, Kabag Faskon Rolog Polda Sumbar AKBP. Suoriadi M. ST, MH, alumni PNP tahun 1995, Wakil Bupati Pasaman Mayor Atos Pratama ST alumni PNP tahun 1994.

"Kami mempunyai inisiatif untuk mengundang alumni kita yang berdinas di angkatan. Sebetulnya banyak (yang diundang, red) tapi ada yang tidak bisa hadir karena waktu dan jarak. Alhamdulillah ada alumni 1994, 1995, dan 1996," kata Surfa Yondri.

Surfa Yondri menyebutkan, saat Car Free Day pada Minggu (16/2/2020) dirinya bertemu dengan salah seorang alumni Politeknik Negeri Padang yang mengikuti program 2 class i di Taiwan. Namun ditengah merevaknya virus Corona, beliau masih bertahan di Padang.

"Kemarin di Car Free Day saya ketemu dengan alumni kita yang mengikuti program di Taiwan, dan sekarang lagi berada di Padang, dan kemarin kita undang untuk bisa hadir di kampus ini untuk berdiskusi dengan kita," ujar Sufra Yondri. (*)

loading...
 Editor : Milna

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]