Heboh Fenomena Kerajaan Fiktif, Kesbangpol Kota Solok: Ayo Kenali Ciri-cirinya


Sabtu, 01 Februari 2020 - 23:38:31 WIB
Heboh Fenomena Kerajaan Fiktif,  Kesbangpol Kota Solok: Ayo  Kenali Ciri-cirinya Ilustrasi. (foto RIVO)

SOLOK, HARIANHALUAN.COM—Fenomena munculnya kelompok atau kerajaan fiktif  di sejumlah daerah di Indonesia menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Pemerintah, dan warga berperan aktif mencegah terjadinya  gejolak sosial.

Hal ini menjadi perhatian oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Solok. Badan yang bertugas dalam pemantauan ideologi ini belum mendeteksi adanya kelompok-kelompok yang dapat meresahkan di Kota Serambi Manidah.

“Sampai saat ini tidak ditemukan kelompok seperti yang di Jawa itu (Keraton Sejagat dan Sunda Empire), tidak ada buka cabang di sini atau pun seperti yang ada di Kota Pariaman itu. Kalau pun ada kelompok itu harus melapor ke sini (Kesbangpol). Pihak kelurahan pun belum menemukan laporan adanya kelompok itu,”ucap Kepala Kesbangpol Kota Solok, Fidlywendi Alfi, kepada Haluan, Jumat (31/1). 

Namun, disampaikannya, meski tidak ditemukan, pihaknya terus berkordinasi dengan warga atau perangkat terendah seperti kelurahan, termasuk instansi terkait yakni Polri dan TNI.

Ia menyampaikan, Kesbangpol mempunyai forum kewaspadaan dini masyarakat, dan rutin melakukan rapat kordinasi.

“Forum ini rutin rapat, jadi ada input-input perkembangan dibahas. Di sini ada semua dari RT hingga Polri dan TNI. Dan untuk masalah keagaaman ada FKUB (Forum Keberagaman Umat Beragama). Bahkan laporan dari FKUB, tak ada kelompok yang dianggap “radikal” di sini,” kata Fidlywendi.

Dijelaskannya,terkait adanya peristiwa di Minahasa Utara yang bersifat SARA. Ia menilai masyarakat Kota Solok sudah bijak dalam menanggapi hal tersebut. 

Ia mencotohkan, beberapa lalu tentang kejadian yang sama di Papua. Warga Kota Solok tidak terperngaruh, dan tak ada persoalaan karena mereka cerdas karena tak semya peristwa itu mur ada kemungkinan ditunggangi. 

“Kan tak ada gejolak di sini, kesadaran masyarakat dalam menjaga Kamtibmas cukup tinggi. Walalu pun dulu ada yang ditangkap di Sumani (terduga teroris) tapi untuk kota Solok tak ada. Alhamdulilah karakter masyarakat Kota Solok bijak dalam menanggapi berbagai isu. Solok kondusif, orangnya cerdas,” tutur Fidlywendi.

Meski begitu ia tetap memantau dan waspada, karena daerah yang adem/kondusif, menurut Fidlywendi justru malah bisa disusupi. 

Ia mengimbau, kepada masyarakat untuk tetap bijak, jika ditemukan kelompok yang dianggap tidak sesuai dengan ketentuan tatanan sosial, segera dilaporkan.

Salah satu ciri-ciri yang perlu untuk disikapi adalah, jika ada kelompok yang menjanjikan atau mengiming-imingi sesuatu, tetapi syaratnya harus mengumpulkan iuran. Hal tersebut perlu dicurigai.

“Kalau ada yang tidak sesuai ketentuan, masyarakat kita sudah mulai bijak. Kalau ada janji-janji yang tidak memungkinkan, seperti akan mendapatkan uang sekian tetapi harus bayar dulu, ini tidak wajar. Dan masyarakat Kota Solok sudah cerdas kok,”ujar Fidlywendi.

“Contohnya, kita diiming-imiingi  dengan dana sekian kalau bergabung, dari mana dananya?. Kalau punya dana kenapa pungut dana dari masyarakat?. Ini salah satu ciri-cirinya yang mudah diketahui masyarakat,” ucapnya menambahkan.

Sementara Ketua LKAAM Kota Solok, Rusli Khatib Sulaiman, menyampaikan, masyarakat Kota Solok tidak mudah terpancing dengan berbagai isu yang dapat mengganggu ketentraman warga.

LKAAM sebagai lembaga adat juga berperan dalam menuntun generasi muda, melalui budaya dapat membentuk sosok pemuda sebagai pelindung, pengaman, dan tulang punggung atau yang disebut sebagai paga nagari.

“Mengatisipasi masuknya kelompok-kelompok yang dianggap merusak ketengan warga Kota Solok yang salah satunya dengan membentuk generasi mudanya. Baik dengan belajar silek, bapantau, silek kato, dan tradisi kesenian lainnya,” ucap Rusli.
Ia berharap, semua pihak untuk tetap waspada dalam menghadapi berbagai isu dan perkembangan sosial. Karena bukan tidak mungkin hal negatif dapat masuk ke Kota Solok.

“Mari kita berperan aktif untuk menjaga kondisifitas kota ini,” ucapnya. (h/rvo)
 

loading...
Reporter : RIVO SEPTI ANDRIES /  Editor : Dodi

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Sabtu, 17 Oktober 2020 - 20:56:48 WIB

    Masyarakat Mentawai Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia

    Masyarakat Mentawai Dihebohkan Penemuan Kerangka Manusia HARIANHALUAN.COM - Masyarakat Desa Tuapejat, Kecamatan Sipora Utara Kepulauan Mentawai dihebohkan dengan penemuan sosok mayat manusia yang sudah menjadi kerangka atau tengkorak, Sabtu, (17/10) sekira pukul 16:00 WIB..
  • Selasa, 06 Oktober 2020 - 14:56:02 WIB

    Heboh! Pria Ini Bawa Ular Piton Minta Jatah Proyek ke Dinas PU

    Heboh! Pria Ini Bawa Ular Piton Minta Jatah Proyek ke Dinas PU HARIANHALUAN.COM- Pria berinisial JH yang membawa ular piton ke Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruanguntuk meminta jatah proyek, ditetapkan jadi tersangka pemerasan..
  • Senin, 21 September 2020 - 16:43:31 WIB

    Heboh RS Terapung di Pekanbaru, Belum Punya Izin

    Heboh RS Terapung di Pekanbaru, Belum Punya Izin HARIANHALUAN.COM- Rumah Sakit terapung doctorSHARE dari PT Multi Agung Sarana Ananda (MASA)  saat ini masih bersandar Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II di Pekanbaru. Soalnya, Pemprov Riau   belum ada menerima izin pengoperas.
  • Jumat, 14 Agustus 2020 - 18:36:48 WIB

    Heboh, Anak Sapi di Malang Ini Lahir Berkepala Dua

    Heboh, Anak Sapi di Malang Ini Lahir Berkepala Dua HARIANHALUAN.COM - Warga Malang dikejutkan dengan kelahiran sapi berkepala dua. Ya, warga Dusun Gunung Kunci, Desa Jabung, Kecamatan Jabung, Malang, dihebohkan dengan kelahiran sapi berkepala dua. Hal ini membuat heboh karena.
  • Ahad, 21 Juni 2020 - 09:59:42 WIB

    Asal-usul Hoax 'Hari Ini Kiamat' yang Bikin Heboh

    Asal-usul Hoax 'Hari Ini Kiamat' yang Bikin Heboh HARIANHALUAN.COM - Muncul kehebohan di internet, hari ini tanggal 21 Juni 2020 adalah hari kiamat! Tentu saja itu cuma hoax. Begini asal-usul kabar tidak benar itu..

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]