Demokrat Pasaman Tegas Tolak Rencana KLB


Ahad, 16 Juni 2019 - 19:54:33 WIB
Demokrat Pasaman Tegas Tolak Rencana KLB Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman, Rudi Apriasi, ST (Kiri) bersama Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi. YUDHI

PASAMAN, HARIANHALUAN.COM-Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pasaman, menolak rencana Konfrensi Luar Biasa (KLB) partai berlambang mercy tersebut, sebagaimana disuarakan oleh senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD).

Ketua DPC Partai Demokrat Pasaman, Rudi Apriasi dengan tegas menolak adanya usulan dari sejumlah pendiri dan politikus senior Partai Demokraymt tersebut. Pihaknya, kata dia, mendukung penuh sang Ketua Umum (Ketum), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). 

"Kami menyatakan menolak atas wacana yang disampaikan para senior partai tersebut. Menurut kami dari DPC Partai Demokrat Pasaman tak ada alasan kuat untuk melaksanakan KLB saat ini," ujar Rudi Apriasi kepada Haluan, Minggu (16/6).

Diketahui, KLB digulirkan oleh sejumlah senior partai Demokrat yang bergabung dalam Gerakan Moral Penyelamat Partai Demokrat (GMPPD) beberapa waktu lalu. Salah satu dasar yang membuat GMPPD menggulirkan isu KLB, adalah perolehan suara pada penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) 17 April lalu.

Menurut Celeg terpilih untuk DPRD Kabupaten Pasaman ini, alasan perolehan suara itu saja belum cukup untuk melaksanakan KLB. Apalagi, sesuai aturan AD/ART organisasi, KLB hanya bisa dilaksanakan apabila mendapat usulkan dari 2/3 keseluruhan pengurus DPD Demokrat tingkat Provinsi di Indonesia.

"Saat ini kami, seluruh pengurus DPC dan PAC se Kabupaten Pasaman tetap kompak dan komit hanya tunduk dan patuh atas perintah ketua umum (SBY, red)," ujarnya. 

Rudi meminta para senior Partai Demokrat untuk tidak melemparkan isu di luar anggaran dasar dan anggaran rumah tanga partai. Sebab, bila itu digulirkan tentunya bertentangan dengan aturan internal partai itu sendiri.

"Kita sedih pernyataan senior (soal KLB) di luar kebiasaan. Kita sangat maklum saat ini partai demokrat tengah berduka, untuk itu marilah kita menjaga perasaan sang Ketum kita," kata.

Dikatakan Rudi, rencana kongres luar biasa (KLB) di tubuh Partai Demokrat itu mengundang reaksi dari para pengurus di tingkat kabupaten, sebab KLB hanya akan merusak tradisi dan tatanan demokrasi.

"KLB bisa dilaksanakan jika terjadi hal luar biasa. Seperti yang terjadi ketika Anas Urbaningrum ditahan tahun 2012 lalu," ujarnya. 

Rudi berharap, para politisi senior yang tergabung dalam GMPPD tersebut mencabut pernyataan untuk menggulirkan KLB, jika tidak ingin dikenai sanksi tegas oleh DPP. 

"Kita meminta DPP, untuk mengambil langkah organisasi terhadap orang-orang itu, jika wacana KLB terus didengungkan,” pungkas Rudi. (yud)

loading...
Reporter : YUDHI LUBIS /  Editor : DNJ

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]