PNP-Unand Kembangkan Produksi Sala Lauak


Jumat, 08 September 2017 - 00:28:20 WIB
PNP-Unand Kembangkan Produksi Sala Lauak Tim PNP-Unand meninjau lokasi usaha sala lauak yang mereka bina

PADANG, HALUAN – Sebagian besar cara dan pengelolaan UKM di daerah ini masih belum disesuaikan dengan perkembangan zaman, salah satunya usaha pengolahan sala lauak, penganan tradisional dari Pariaman. Guna mendorong inovasi, Politeknik Negeri Padang (PNP) dan Universitas Andalas (Unand) mengimplementasikan hal itu melalui program pengabdian masyarakat.

“Kami bekerjasama agar usaha sala lauak yang masih berskala rumah tangga masih beroperasi tradisional. Untuk itu, perlu penerapan Iptek pada usaha ini agar bisa diproduksi massal dengan kemasan menarik, guna memenuhi permintaan pasar yang  juga meningkat,”kata Ketua Tim pengabdian yang diketuai oleh Desi Handayani, S.E., M.Ak., Ak, Dosen Akuntansi PNP.

Didampingi anggotanya, Rasyidah Mustika, S.S.T., M.Acc (Akuntansi,PNP) dan Vioni Derosya, STP, M.Sc dari Fakultas Teknologi Pertanian Unand, Desi mengatakan pengabdian yang dilakukan itu dilaksanakan melalui program Iptek bagi Masyarakat (IbM) dengan melibatkan dua usaha pengolahan sala di Pariaman.

“Salah satunya  usaha pengolah sala lauak Tepung Sala Marna di Pauh Kambar Padang Pariaman. Usaha ini telah memproduksi tepung sala sejak tahun 1995. Terbatasnya alat produksi dan jumlah produk yang dihasilkan untuk memenuhi permintaan pasar menjadi kendalanya. Adapun produk yang dihasilkan dikemas secara sederhana. Terlebih, manajemen usaha yang dipraktikkan masih sangat sederhana, sebatas menghitung uang masuk dan uang keluar saja,”kata Desi lagi.

Berikutnya, usaha sala Lauak  Sala Asli Piaman di Perum Teluk Griya Permai DesaTaluk Kecamatan Pariaman Selatan, Pariaman yang memproduksi sala lauak  siap saji. Sayangnya alat produksi usaha ini terbatas dan  pengemasannya juga sederhana.

“Selain itu, usaha ini ternyata belum mengantongi izin PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) serta rendahnya pengetahuan tentang pengelolaan manajemen biaya dan pencatatan akuntansi membuat usaha ini sulit berkembang,”katanya.

Menghadapi temuan ini, Desi menyebut pihaknya melakukan sejumlah langkah terkait pendampingan.  Hal ini dilakukan dengan  pembuatan pencatatan keuangan dilakukan agar bisa mengetahui arus kas sehingga dapat mengetahui dengan pasti laba-rugi dari kedua usaha tersebut.

“Kami juga melakukan pengembangan pada bagian produksi dan meminimalkan biaya serta perancangan kemasan. Bantuan alat juga diberikan kepada Tepung Sala Marna berupa alat penyangrai tepung dan alat pengemas vakum untuk Sala Asli Piaman Ela. Diharapkan bantuan itu  dapat meningkatkan produksi kedua usaha untuk memenuhi permintaan pasar,”tutup Desi. (h/mg-mel)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]