Gemasaba Sumbar Tolak Full Day School (FDS)


Rabu, 16 Agustus 2017 - 12:08:59 WIB
Gemasaba Sumbar Tolak Full Day School (FDS) Yonnarlis (Ketua DPW Gemasaba Sumbar)

PADANG, HARIANHALUAN.COM - Kebijakan Mentri Pendidikan dan Budaya, yang dituangkan dalam Permendikbud Nomor 23 tahun 2017 tentang Full Day School (FDS) atau lima hari sekolah mendapat reaksi dari Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Sumatera Barat.

Mendengar kebijakan Kemendikbud yang direalisaskikan pemerintah, menggudang keras penolakan dari Gerakan Mahasiswa Satu Bangsa (Gemasaba) Sumbar, Yonnarlis, mengatakan kebijakan ini telah mengurangi rasa, serta mencederai warisan bangsa, sebab warisan ini telah berabad-abad lamanya, sebelum Indonesia merdeka sudah ada madrasah diniyyah untuk bangsa ini.

"Anak-anak dari dahulu hingga sekarang, belajar disurau-surau, dalam mendalami ilmu agama, jika sekarang dengan permen ini bukan masalah di kedepankan, malah memaknai dengan menghapuskan ilmu akhirat bagi generasi bagsa ini," kata Yonnarlis kepada Haluan, di Rumah Kebangsaan Sumbar, Kelurahan Flemboyan baru, Kota Padang, Selasa (15/8).

Selanjutnya, Yonnarlis menilai peraturan ini telah mengkerdilkan kaum ulama (guru surau). Bukan itu saja, di Sumatera Barat, dengan program yakni kembali kesarau ikut pupus ditelan Kemendikbud, artinya adat anak Minangkabau yang biasa belajar hiup dan penghidupan dunia ataupun akhirat adalah disurau terkubur oleh zaman sekarang.

"Dalam perdebatan panjang tentang FDS ini, wajar jika PBNU, PWNU, PCNU dan organisasi yang mengangkat adat tradisional bangsa, dari atas sampai kepada akar menolak dan memintah pemerintah untuk membatalkan kebijakan tersebut. Apalagi FDS membelakangi tradisi yang sesungguhnya dalam alam Minangkabau yang menjadi sentral pendidikan yang menjadi program di Sumatera Barat yakni kembali ke Surau. Program tersebut telah dicibirkan FDS. Mentri pendidikan membentuk karakter dan mental generasi bagsa tidak bisa dengan bahasa FDS, bukti pendidikan di Surau lebih bagus dan teruji" kata Yonnarlis.

Sementara itu, jika tidak ada solusi dengan penolakan FDS tersebut, Gerakan Mahaswa Satu Bangsa, akan merencanakan aksi besar-besaran menolak FDS. Aksi tersebut, sebagai keseriusan anak bangsa dalam memprotes keras kebijakan FDS. Yonnarlis akan berkordinasi dengan PWNU Sumbar, PCNU, PMII, ANSOR, IPNU, ISNU, FATAYAT, MUSLIMAT, dan juga BANSER dalam aksi turun kejalan.

"Kami akan melakukan aksi besar besaran, dan hal ini juga bagian dari intruksi PBNU kepada seluruh PWNU serta badan otonom (Banom) NU diseluruh Nusantara, untuk melaksanakan aksi menolak Permendikbud No 23 tahun 2017 tentang hari sekolah dan kebijakan-kebijakan lainnya yang merugikan Madrasah Diniyyah" tutupnya. (h/mg-hen)

 

Editor: Rivo Septi Andries

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]