Petani Pancuang Taba, Berdamai dengan Bukit Barisan


Senin, 14 Agustus 2017 - 21:20:07 WIB
Petani Pancuang Taba, Berdamai dengan Bukit Barisan Nagari Pancuang Taba terlhat dari atas bukit. Rivo Septi Andries

Laporan: Rivo Septi Andries

 

Siang yang masih dingin di awal Agustus, di antara lembah di Nagari Pancuang Taba, Kecamatan Bayang Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Tangan Defli (35), memegang seikat padi organik, lalu dibawanya ke salah satu meja, dan ia langsung memisahkan bulir-bulir dari batangnya.

Padi itu hasil panen pertama kelompoknya Perkumpulan Petani Organik (PPO), yang akan dijadikan bahan percontohan untuk diperlihatkan kepada warga lainnya.

Bagi Defli dan kawan-kawannya, panen kali ini berbeda dengan sebelumnya. Karena hasil panen tersebut lebih banyak.

“Dulu kami panen dalam satu hektare menghasilkan 4,5 ton, tapi sekarang sejak pakai padi organik bisa panen 6,8 ton,”paparnya.

Nagari yang dihuni oleh 300 kepala keluarga itu, berada di antara lembah dari bukit barisan dengan ketinggian 700 mdpl. Udara yang sejuk dari rimbunnya hutan masih dapat dirasakan. Kiri dan kanan nagari diapit oleh hutan lindung yang diberi nama Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS).

Bertani, dan berkebun menjadi mata pencarian mayoritas warga sekitar. Dekat dengan hutan membuat masyarakat belajar untuk selalu berdamai dengan alam. Ini terlihat dengan pola pertanian masyarakat sehingga berhasilnya menghasilkan padi organik dengan kualitas baik.

“Dari dahulunya kami sudah berdampingan, berdamai dengan lingkungan (hutan) ini. Dan sejak pakai sistem organik ini, kami diajarkan untuk mengolah akal pikiran untuk memanfatkan alam dengan baik. Organik ini adalah ilmu akal,” terang

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 17 November 2019 - 13:24:34 WIB

    Duhh.., Indonesia Terancam Dilanda Krisis Jumlah Petani

    Duhh.., Indonesia  Terancam  Dilanda Krisis Jumlah Petani JAKARTA,HARIANHALUAN.COM- Sektor pertanian berpotensi tak bisa diandalkan di masa depan. Sebab, Indonesia diprediksi mengalami krisis jumlah petani dalam kurun waktu 10-15 tahun mendatang..
  • Kamis, 31 Oktober 2019 - 11:16:25 WIB

    9000 Meter Jalan Menembus Rimba Untuk Hubungkan Dua Desa, Berkat TNI Kini Petani Tak Lagi Pikul Padi

    9000 Meter Jalan Menembus Rimba Untuk Hubungkan Dua Desa, Berkat TNI Kini Petani Tak Lagi Pikul Padi LIMAPULUHKOTA,HARIANHALUAN.COM- Melangkah di jalan setapak, berjalan menuruni lembah, memanjat licinnya tebing-tebing perbukitan dan mengarungi rimba dengan beban puluhan kilogram dipundak. Sepi, sunyi dari derungan mesin-m.
  • Kamis, 25 April 2019 - 21:32:42 WIB

    20 Petani Sumbar dan Banten Dilatih Penanganan Cabai Segar di Balitbangtan

    20 Petani Sumbar dan Banten Dilatih Penanganan Cabai Segar di Balitbangtan JAKARTA, HARIANHALUAN.COM – Cabai selama ini lebih banyak dikonsumsi dalam bentuk segar. Namun, terkadang penyimpanan produk segar menjadi masalah tersendiri bagi petani. .
  • Jumat, 19 Agustus 2016 - 03:13:54 WIB

    Petani Sawit Setelah Pembubaran IPOP

    Petani Sawit Setelah Pembubaran IPOP Pembubaran Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP) yang beranggotakan enam perusahaan eksportir minyak sawit raksasa di Indonesia sempat menimbulkan kekhawatiran bahwa produk minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) Indonesia b.
  • Sabtu, 13 Agustus 2016 - 04:20:16 WIB

    Nasib Petani Tomat

    Harga tomat anjlok, petani mengeluh. Berita begini selalu kita dengar jika harga tomat anjlok. Masalah ini merupakan masalah klasik yang tak belum terpecahkan. Nasib petani umumnya selalu saja dalam keadaan sulit. Sedikit sek.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]