Nurhasifah, Bayi Penderita Hidrosefalus dari Pessel Butuh Uluran Tangan Dermawan.


Senin, 14 Agustus 2017 - 18:48:33 WIB
Nurhasifah, Bayi Penderita Hidrosefalus dari Pessel Butuh Uluran Tangan Dermawan. Ketua TP-PKK Lisda Rawdha, saat mengunjungi kediaman Bayi malang bernama Nurhasifah, (9 bulan), penderita penyakit Hidrosefalus, pasangan Joni (30), dan Ayu (27), warga Kampung Sungailiku Atas Kurao, Kenagarian Sungailiku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), yang terbaring lemas tak berdaya diatas selembar kasur beralas tikar. Jumat (11/8). (Okis Mardiansyah)

PAINAN, HARIANHALUAN.COM - Bayi bernama Nurhasifah, (9 bulan), pasangan dari Joni (30), dan Ayu (27), warga Kampung Sungailiku Atas Kurao, Kenagarian Sungailiku Pelangai, Kecamatan Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terlihat terbaring lemas tak berdaya, saat Ketua TP-PKK Pessel Lisda Rawdha, beserta rombongan datang mengunjungi kediamannya, Jumat (11/8).

Bayi malang itu, dinyatakan mengidap penyakit Hidrosefalus, sejak umurnya beranjak (4 bulan), yakni penumpukan cairan pada rongga otak atau yang disebut dengan ventrikel, sehingga ventrikel di dalam otak terus membesar dan menekan struktur dan jaringan otak yang ada di sekitarnya. Kedua orangtua merasa sedih, mereka hanya terlihat pasrah dengan penyakit yang diderita buah hatinya itu. Sebab, untuk biaya pengobatan tentu dibutuhkan biaya yang sangat besar.

"Dulu pernah dibawa berobat ke Puskesmas Balai Selasa. Namun, saat itu BPJS tidak ada, karena masih terkendala kartu Keluarga (KK), akhirnya tidak jadi. Sekarang kalau anak saya sakit, hanya dibawa berobat tradisional saja atau ke Dukun Kampung," ungkap Joni (30), saat Haluan bersama Ketua TP-PKK Lisda Rawdha, bertandang kerumahnya.

Ia mengakui jika selama ini putrinya Nurhasifah, belum pernah sekalipun mendapatkan pengobatan secara medis dikarenakan keterbatasan biaya. Mereka bingung, mencari jalan keluar untuk biaya pengobatan anaknya yang masih berusia 9 bulan itu. Apalagi setiap hari, tubuh mungil itu hanya tergolek lemah di atas kasur ruang tamu rumahnya, yang hanya berukuran sekitar 6x8 meter persegi saja. Penyakit yang menimpa Balita malang ini, sudah dirasakan pihak keluarga sejak beberapa bulan terakhir. Hal itu tentunya sangat menyedihkan, sebab mereka hidup dalam kondisi yang sangat kekurangan.

Menurut Ayu (27), mereka hanya bisa pasrah dengan keadaan, karna tidak memiliki biaya yang cukup untuk membawa sang buah hatinya berobat kerumah sakit. Sementara itu, jika melihat kondisi Nurhasifah (9 bulan), sejak usianya (4 bulan), sudah mengalami penyakit Hidrosefalus, sehingga harus segera mendapatkan perawatan secara intensif oleh dokter spesialis.

"Sekarang Nurhasifah, hanya diberikan ASI dan makanan tambahan SUN. Alhamdulillah ia tidak rewel. Tapi kami takut, suatu saat penyakit yang ada di kepalanya itu bertambah besar. Sementara kami tak punya biaya untuk berobat," sebutnya dengan nada sedih.

Sebelumnya, Nurhasifah, pernah di daftarkan menjadi peserta BPJS oleh perangkat Nagari agar mendapat pengobatan secara gratis. Namun, karena tak punya biaya untuk berangkat dan menginap selama di rumah sakit, akhirnya sampai saat ini bayi mungil itu, hanya dirawat sekedarnya saja dirumah. Maklum saja, suaminya Joni (30), hanya bekerja sebagai serabutan, sedangkan ia sendiri Ayu (27), hanya dirumah saja mengurus dua orang anaknya yang masih kecil-kecil. Sedangkan untuk biaya pengobatan Nurhasifah, mereka mengaku tidak memiliki biaya.

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]