Bahasa Ibu Jadi Pengantar di Sekolah


Jumat, 04 Agustus 2017 - 10:20:45 WIB
Bahasa Ibu Jadi Pengantar di Sekolah Dokumentasi Haluan

PASBAR, HARIANHALUAN.COM-- Peningkatan kualitas pendidikan di daerah terpencil tidak hanya memerlukan tenaga pengajar yang handal. Namun, juga dibutuhkan pemahaman terhadap bahasa ibu atau bahasa daerah tersebut.

Hal ini sangat berkaitan erat, karena penggunaan Bahasa Indonesia dalam mengajar menyulitkan peserta didik dalam menerima informasi. Karena dalam keseharian mereka hanya menggunakan monolingual atau satu bahasa yakni bahasa ibu.

Hal tersebut dirasakan oleh salah satu tenaga pengajar lulusan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Eka Diani. Tugasnya sarjana tersebut mengajar di daerah terdepan, terluar dan tertinggal (SM3T) di Jorong Taming Tengah Nagari Batahan Kecamatan Ranah Batahan Pasaman Barat.

"Keterbatasan peserta didik dalam memahami bahasa nasional menyulitkan kita dalam menyampaikan informasi. Hal ini terjadi karena dalam keseharian para siswa hanya menggunakan monolingual atau satu bahasa dalam percakapan sehari-hari atau bahasa ibu. Di sini adalah bahasa Mandailing,"ucap Eka Diani, kepada haluan baru-baru ini.

Ia menambahkan, salah satu kendala dalam mengajar di daerah tertinggal adalah para peserta didik yang memiliki tingkat kreatifitas yang rendah, wawasan yang terbatas.

"Pada awalnya kita kesulitan dalam berkomunikasi dengan peserta didik karena dalam keseharian mereka menggunakan bahasa ibu yaitu bahasa mandailing,"tandas Eka Diani.

Untuk mensiasati hal tersebut, pengajar terkadang memakai bahasa isyarat dalam menyampaikan materi pelajaran.(h/ows)

 

Editor: Rivo Septi Andries

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]