Mengenal Kusta, Penyakit Kulit yang Populer di Indonesia


Rabu, 26 Juli 2017 - 21:23:04 WIB
Mengenal Kusta, Penyakit Kulit yang Populer di Indonesia ilustrasi Kusta/NET

Oleh: Emilliano De Andra (Mahasiswa S1 Kesehatan Masyarakat STIKes Fort De Kock Bukittinggi)

 

Apa itu penyakit kusta?

Kusta termasuk salah satu penyakit tertua di dunia. Kata kusta berasal dari bahasa India 'kustha', yang dikenal 1400 sebelum masehi sebagai penyakit menular tidak fatal yang mengenai kulit, sistem saraf tepi, saluran pernapasan bagian atas, mata, dan buah zakar. Kusta dikenal juga sebagai lepra, yang disebut dalam Alkitab berasal dari bahasa Hebrew, 'zaraath', yang sebetulnya mencakup berbagai penyakit kulit lainnya. Nama lain untuk penyakit ini adalah penyakit Hansen, yang merupakan nama penemu bakteri penyebab kusta (Mycobaterium leprae): G.A. Hansen.

Kusta adalah penyakit infeksi kronis yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium leprae yang bersifat intraselular obligat, artinya: bakteri tersebut harus berada di dalam sel makhluk hidup untuk dapat berkembang biak.Kusta juga adalah penyakit infeksi yang tidak hanya menyerang kulit tetapi juga jaringan saraf terutama pada lengan dan kaki. Penyakit kusta telah ada sejak zaman kuno, penyakit yang memiliki nama lain penyakit lepra ini begitu menakutkan dan memiliki stigma negatif di kalangan masyarakat pada masa itu.

Penderita Kusta di Indonesia

World Health Organization (WHO) menempatkan Indonesia sebagai negara ketiga terbesar ketiga di dunia soal jumlah penderita kusta. Dalam hal ini, Indonesia di posisi ketiga setelah India dan Brazil.

“Setelah India dan Brazil. Indonesia diposisi ketiga terbesar jumlah penderita kusta,” ungkap Chairman WHO Goodwill Ambassador for Leprosy Elimination, Yohei Sasakawa.

Kementerian Kesehatan menyatakan jumlah penderita kusta di Indonesia masih tinggi. Tahun 2014, tercatat jumlah penderita kusta baru mencapai 17 ribu jiwa. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah penderita kusta terbesar ke-3 di dunia setelah India dan Brasil. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Kementerian Kesehatan Mohamad Subuh mengatakan salah satu hambatan memberantas kusta adalah sulitnya mendeteksi penderita baru.

Gejala penyakit kusta yang tidak boleh Anda abaikan

Gejala utama penyakit kusta berupa bercak perubahan warna (menjadi putih seperti panu) atau lesi pada kulit, berbentuk benjolan, atau benjolan yang tidak hilang setelah beberapa minggu atau bulan.

Yang menjadi gejala khas dari penyakit kusta, bahwa lesi pada kulit yang disertai dengan kerusakan saraf akan menimbulkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Mati rasa pada bagian kulit yang terkena misalnya lengan dan kaki
  • Kelemahan Otot

Biasanya memerlukan waktu sekitar 3 sampai 5 tahun sampai gejala kusta muncul setelah seseorang kontak dengan bakteri lepra. Walau demikian, ada juga beberapa orang yang tidak mengalami gejala apapun sampai 20 tahun kemudian. Waktu antara kontak dengan bakteri sampai munculnya gejala disebut masa inkubasi.

 Masa inkubasi pada penyakit kusta begitu panjang sehingga menjadi sangat sulit bagi dokter untuk menentukan kapan dan dari mana seseorang tertular bakteri lepra.

Penyebab utama dan faktor resiko penyakit kusta

Bakteri Mycobacterium leprae menjadi penyebab utama kusta. Bakteri ini tumbuh pesat pada bagian tubuh yang bersuhu lebih dingin seperti tangan, wajah, kaki dan lutut.

M. leprae termasuk jenis bakteri yang hanya bisa tumbuh berkembang di dalam beberapa sel manusia dan hewan tertentu. Cara penularan bakteri ini adalah melalui cairan dari hidung yang biasanya menyebar ke udara ketika penderita batuk atau bersin.

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 14 September 2017 - 19:35:17 WIB

    Ajak Masyarakat Mengenal Obat, Bupati Pasbar Canangkan Gema Cermat

    PASBAR, HARIANHALUAN.COM--Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran mencanangkan Gerakan Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat ( Gema Cermat) di gedung Balerong Tuah Basamo Simpang Empat Pasaman Barat, Kamis (14/9)..
  • Selasa, 01 Agustus 2017 - 21:11:33 WIB

    Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Menyerang Paru-Paru

    Mengenal Pneumonia, Penyakit yang Menyerang Paru-Paru Anda pernah pernah mendengar panyakit pneumonia? Mungkin sebagian belum banyak tahu. Berikut pengeetian apa itu pneumonia, gejala dan pengbatannya..
  • Senin, 31 Juli 2017 - 20:41:08 WIB

    Mengenal Malaria, Penyakit yang Mamatikan

    Mengenal Malaria, Penyakit yang Mamatikan HARIANHALUAN.COM--Malaria adalah penyakit yang menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi parasit. Infeksi malaria bisa terjadi hanya dengan satu gigitan nyamuk..
  • Kamis, 27 Juli 2017 - 14:14:29 WIB

    Mengenal Hepatitis, Penyakit yang Menyerang Hati Manusia

    Mengenal Hepatitis, Penyakit yang Menyerang Hati Manusia Kita semua ingin bebas melakukan aktivitas yg patut tanpa ada sesuatupun yg dapat menghalangi kita untuk mengekspresikan bakat kita masing-masing bukan? Namun, sayang sekali beberapa dari antara kita ada yang terbatasi oleh g.
  • Kamis, 27 Juli 2017 - 13:58:57 WIB

    Mengenal Tetanus, Penyakit yang Menyerang Syaraf dan Otot

    Mengenal Tetanus, Penyakit yang Menyerang Syaraf dan Otot Penyakit Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menghasilkan racun neurotoxin yang menyerang saraf sehingga dapat membuat kontraksi otot yang menyakitkan terutama otot rahang dan leher serta dapa.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]