Iming-Iming Rupiah, Manusia Mengalahkan Ganasnya Harimau Sumatera


Selasa, 21 Februari 2017 - 11:36:13 WIB
Iming-Iming Rupiah, Manusia Mengalahkan Ganasnya Harimau Sumatera Petugas dari BPPLHK Wilayah Sumatera memperlihatkan barang bukti kulit harimau yang diamankan dari lima tersangka perdagangan harimau. Pelaku ditangkap di Kabupaten Solok. HUDA PUTRA

PADANG, HALUAN – Harimau Sumatera (phantera tigris sumatrae) yang dikenal sebagai raja hutan dikenal ganas, dan menakutkan. Tapi keganasan bintang langka ini kalah dengan buasnya manusia yang sudah gelap mata karena iming-iming rupiah untuk memburu si Inyiak Balang.

 

Dikatakan Kepala Seksi (Kasi) II BPPLHK Wilayah Sumatera, Edward Hutapea, hingga saat ini secara hitungan versi pemerintah jumlah Harimau Sumatera ini berkisar diangka 600 ekor. Hal ini berbeda dengan hitungan yang dilakukan oleh WWF dimana populasi Harimau Sumatera jumlahnya jauh lebih sedikit yang berada di alam liar hanya sekitar 371 ekor saja.

 

“Berapa pun jumlahnya di alam bebas Harimau Sumatera tetap merupakan satwa yang dilindungi. Biar pun jumlahnya ada 400 atau 600 ekor di alam liar intinya tidak boleh berkurang. Apalagi diburu untuk kemudian dijual kulit dan tulangnya,” kata Edward.

 

Terkait dengan sosialisasi kata Edward, sudah sangat banyak dilakukan dan bahkan ada kelompok khusus yang menyatakan diri untuk melindungi populasi Harimau Sumatera dan bahkan WWF pun membentuk kelompok khusus untuk pengembangan satwa ini.

 

Namun menurutnya, sebanyak apa pun aparat kalau masyarakat tidak sadar juga tidak akan ada hasilnya.

 

“Sebaliknya kalau masyarakat sadar hutan saja tidak akan dirusak dan harimau pun tidak diburu,” paparnya.

 

Selama ini yang motif perburuan katanya, iming-iming rupiah sering menjadi pemicu beberapa oknum gelap mata untuk melakukan perburuan satwa yang dilindungi ini. “Kita yakin pasti mereka tahu kalau satwa ini dilindungi tapi himpitan ekonomi menjadi alasannya,” paparnya.

 

Dari hasil penelusuran Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ada sindikat lintas provinsi yang melakukan perdagangan satwa liar itu.

 

“Untuk sementara yang dilakukan yaitu dengan munculnya aktor yang ditangkap memudahkan aparat untuk menelusuri jaringan perdagangan satwa liar tersebut,” ujarnya.

 

Menurutnya, ini memang sudah harus dibasmi bukan hanya dari KLHK tapi juga NGO, seperti Kejaksaan, Kepolisian juga telah ikut memutus mata rantai ini. Apalagi hukumannya itu sangat jelas.

 

Para pelaku akan dikenakan Pasal 21 ayat 2 huruf d jo pasal 40 ayat (2) Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan ekosistemnya dengan ancaman pidana maksimum lima tahun dan denda Rp100 juta.

 

Edward juga mengingatkan agar masyarakat tidak memasuki wilayah yang merupakan kantong-kantong harimau. Karena bisa saja ini mengusik keberadaan Harimau Sumatera ini dan akan memunculkan perlawanan.

 

“Kalau terganggunya habitat atau kurangnya makanan yang ada di kantong-kantong tersebut maka mereka bisa masuk kampung. Ini tentu akan sangat membahayakan,” terangnya.

 

Diberitakan sebelumnya, Himpitan ekonomi membuat lima warga ini melakukan tindakan melawan hukum. Kelimanya ditangkap Minggu (19/2), Tim Balai Penegakan Hukum Lingkungan Hidup (BPPLHK) dan Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Jambi dan Sumbar ketika akan mempedagangkan satwa langka, berupa satu lembar kulit harimau, dua rangkaian utuh tulang belulang harimau, dan paruh burung rangkong dalam bentuk cicin.

 

Para pelaku diantaranya, SY (35) asal Desa Muara Empat, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci, N (49) asal Bunga Tanjung, Kecamatan Pangkalan  Jambu, Kabupaten Merangin, IZ (23) asal Jalan Perjuangan, Bukit Batam, Dumai Timur, SU (33) asal Pematangan Lingkung Kecamatan Merangin, Kabupaten Batang Kerinci, DMS (28) asal Pematang Lingkung, Kecamatan Batang Merangin, Kabupaten Kerinci. (h/isr)

 

Editor : Rivo Septi Andries

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]