Pungli, 2 Warga Diciduk Polisi


Senin, 21 November 2016 - 00:11:42 WIB

ROHUL, HALUAN — Dua orang warga Kecamatan Tam­busai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Sukardi dan Muhammad Arsyad dibekuk polisi. Ke­duanya merupakan penjaga pos di dua desa yang ada di Tam­busai Utara.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Yusup Hermanto yang didampingi Paur Humas Ipda Efendi Lupino mengatakan, penangkapan terhadap dua orang warga yang diduga pelaku pungli tersebut berawal dari informasi yang didapati pihak Kepolisian yang menyampaikan bahwa di daerah tersebut sering terjadi pungli kepada penge­mudi kendaraan bermuatan

Dari informasi tersebut, Tim Opsnal Satreskrim Rohul me­luncur ke Desa Rantau Kasai. Kemudian sekitar pukul 14.30 Wib di Jalan  Desa Tanjung Medan, terdapat satu pos yang  melakukan pungutan terhadap mobil yang bermuatan. Polisi langsung mengamankan Su­kardi, bersama barang bukti 1 blok karcis warna kuning, 1 blok karcis warna hijau dan uang tunai sebesar Rp189.000. Selanjutnya, sekitar pukul 14.40 WibWIB, Sabtu (19/11), Tim Opsnal kembali menyusuri Desa Rantau Kasai. Di Desa ini, pihak Kepolisian kembali me­nemukan ada pos dengan kegia­tan melakukan pungli terhadap mobil yang bermuatan.

Muhammad Arsyad, yang ditemukan di pos langsung diamankan pihak kepolisian dengan barang bukti, dua blok karcis warna pink dan uang tunai sebesar Rp109.000. “Se­lanjutnya, kedua orang tersebut bersama barang buktinya lang­sung dibawa ke Polres Rokan Hulu, untuk penyelidikan lebih lanjut,” terang Ipda Efendi.

Operasi berantas pungli di Riau memang sedang gencar. Sebelumnya, 15 oknum polisi dari berbagai satuan terjaring operasi tangkap tangan mela­kukan pungutan liar. Belasan polisi itu diamankan oleh aparat Bidang Profesi dan Penga­manan Kepolisian Daerah Riau. “Mereka tertangkap tangan melakukan pungli dengan bera­gam modus,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo beberapa waktu lalu.

Guntur mengatakan, 15 oknum polisi tersebut diaman­kan dari operasi yang digelar Propam Polda Riau dan masing-masing Polres selama rentang Agustus-Oktober 2016. Total terdapat 9 kasus yang berhasil diungkap oleh jajaran. Ia me­nga­takan, belasan oknum ter­sebut terdiri dari 10 personel lalu lintas dan 5 personel Sa­bhara. Untuk personel Lantas berasal dari 4 oknum Satlantas Polresta Pekanbaru, 4 oknum Ditlantas Polda Riau dan 2 oknum personil Satlantas Polres Siak.

Sementara itu, 5 oknum personel Sabhara terdiri dari 2 oknum dari Polres Bengkalis, 1 oknum dari Polres Pelalawan dan 2 oknum Polsek Rumbai, Kota Pekanbaru. Total 5 oknum personel Sabhara dan 10 oknum Lantas yang kini masih diperiksa.

Guntur menguraikan, para oknum tersebut melakukan praktik pungli dengan beragam modus seperti memintai uang kepada para pengendara mobil truk yang melintas, meloloskan warga yang membuat surat izin mengemudi (SIM) dengan me­mintai uang.

Modus lainnya adalah mela­kukan pembiaran aktivitas pembalakan liar di Bengkalis, penyelundupan bawang, me­mintai duit pengendara dengan terjaring razia lalu lintas hingga menyiapkan sarana judi sabung ayam.

Ia menegaskan, bahwa saat ini para oknum tersebut masih dalam pemeriksaan. Namun, apabila hasil pemeriksaan me­nyatakan oknum tersebut memenuhi unsur pidana, maka akan dipidanakan. “Sesuai perintah Kapolda, apabila vonis pidana lebih dari 3 bulan akan dilakukan pemecatan dengan tidak hormat,” ujarnya.

Sementara itu, Guntur turut kepada masyarakat apabila menjadi korban Pungli agar tidak sungkan untuk melapor ke polisi. Menurut dia, kerjasama masyarakat sangat menentukan untuk memberantas Pungli yang saat ini digaungkan oleh Presiden Joko Widodo. “Laporkan saja ke kami. Kami jamin kerahasiaan pelapor,” tegasnya. (h/gus)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: redak[email protected]