Lulusan PT Kesulitan Jadi Guru Honorer


Rabu, 12 Oktober 2016 - 01:20:04 WIB

PADANG, HALUAN — Peluang untuk men­jadi guru honorer saat ini sangat sulit bagi lulusan Perguruan Tinggi (PT) di Kota Padang Sumatera Barat. Kondisi ini dikarenakan jumlah guru honorer yang tersebar di seluruh jenjang pendidikan saat ini sudah mencapai 2.002 orang untuk tahun ajaran 2016/2017.

Keadaan ini semakin di­per­kuat dengan banyaknya lulusan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi setiap ta­hun­nya, sedangkan jumlah guru atau tenaga pengajar yang pensiun per tahunnya sangat sedikit.

Selain itu, tingkat ke­bu­tuhan sekolah akan tambahan guru yang membantu dalam proses pembelajaran sangat sedikit. Sekolah akan lebih mengutamakan dan me­man­fa­at­kan pengajar yang ada daripada mencari yang baru.

Hal ini dibenarkan oleh Seketaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Drs Syofrizal, BMT. Ia mengatakan peluang lulusan yang menyandang gelar SPd saat ini sangat sulit untuk menjadi tenaga honorer di sekolah negeri di Kota Padang.

“Setiap tahun jumlah lulu­san bertambah, sedangkan jumlah sekolah tidak ber­tambah,” katanya.

Syofrizal menjelaskan jika lulusan hanya berharap agar bisa menjadi tenaga pengajar atau guru honorer di sekolah negeri maka pe­luang­nya akan sangat sulit.

Sebagai solusinya, ia me­nga­­takan agar para lulusan lebih kreatif dalam men­ciptakan lapangan p­e­kerjaan. Seperti menjadi pengajar di bimbingan belajar dan juga membuka usaha yang lain dalam mengurangi pengang­guran bagi yang sudah men­ye­selaikan studi di jenjang perguruan tinggi.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kota Padang, sebanyak 969 guru kelas dan 403 orang guru mata pela­jaran, yang merupakan guru honor, sudah tersebar di seluruh SD di Kota Padang.

Sedangkan untuk tingkat SMP terdapat 192 orang, SMA sebanyak 162 orang dan tingkat SMK sebanyak 276 tenaga honorer yang bertugas membantu proses pembelajaran.

Guru SMK N 6 Padang, Kartono Risno, SPd menga­takan bahwa ia merasa bang­ga dan bersyukur bisa di­te­ri­ma di sekolah yang ter­masuk paling banyak disukai banyak siswa ini.

Ia mengatakan untuk bisa diterima di sekolah ini ia harus menunggu lama dan harus bersaing dengan pen­daftar yang lain. Karena kemampuannya yang bagus di bidang matematika mem­buat ia bisa diterima sebagai tenaga honorer. (h/mg-eby)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 21 Agustus 2020 - 06:06:39 WIB

    6 Ribu Tenaga Kerja di Padang Kena PHK, Paling Banyak Lulusan Sarjana

    6 Ribu Tenaga Kerja di Padang Kena PHK, Paling Banyak Lulusan Sarjana HARIANHALUAN.COM - Jika mahasiswa bisa didisiplinkan dalam mematuhi protokoler kesehatan, kuliah daring bisa ditinggalkan dan kuliah tatap muka bisa dilakukan seperti sebelum Pandemik Covid-19..
  • Senin, 28 November 2016 - 01:03:37 WIB

    PT Harus Miliki Lulusan Berdaya Saing di MEA

    PADANG, HALUAN — Efek Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) memang belum begitu terasa di Sumatera Barat. Meski demikian semua pihak, termasuk perguruan tinggi (PT) sudah harus mempersiapkan kualitas lulusannya agar dapat bersaing.
  • Senin, 28 November 2016 - 01:01:22 WIB

    UNES-AAI Sudah Cetak 21.514 Lulusan

    UNES-AAI Sudah Cetak 21.514 Lulusan PADANG, HALUAN — Rektor Universitas Ekasakti-Akademi Akuntansi Indonesia (UNES-AAI), Andi Mustari Pide, me­lantik 376 wisudawan, Sabtu (26/11). Upacara wisuda berlangsung di Auditorium UNES-AAI dan dihadiri oleh Koordinato.
  • Selasa, 25 Oktober 2016 - 02:02:32 WIB
    KEBUTUHAN MENINGKAT

    Lulusan Apikes Iris Terserap dengan Cepat

    Lulusan Apikes Iris Terserap dengan Cepat PADANG, HALUAN — Ke­butuhan akan juru rekam medis belakangan ini mening­kat. Akademi Perekam dan Infor­masi Kesehatan (Apikes) Iris Padang mencatat, sekitar 80 persen lulusannya sudah ter­se­rap dunia kerja dengan cepa.
  • Kamis, 13 Oktober 2016 - 01:56:25 WIB
    JOB MATCHING DI SMKN 1 PADANG

    Lulusan SMK Harus Bisa Bahasa Inggris

    Lulusan SMK Harus Bisa Bahasa Inggris PADANG, HALUAN — Saat sekarang ini lulusan Sekolah Menengah Kejuaraan (SMK) tidak semuanya bisa langsung diterima be­kerja. Hal ini, karena kurikulum di SMK yang tidak sesuai dengan kebutuhan industri dan bahasa Inggris ta.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]