Peringatan Gempa, Mantan Wako Diundang


Jumat, 30 September 2016 - 04:06:25 WIB
Peringatan Gempa, Mantan Wako Diundang Mantan Walikota Padang, Fauzi Bahar .

PADANG,HALUAN — Mantan Walikota Padang, Sumatera Barat Fauzi Bahar mengatakan dirinya kecewa dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Padang karena tidak mengundang dirinya dalam peringa­tan tujuh tahun Gempa 30 September 2009 yang akan dilakukan pada Jumat sore (30/9).

“Hingga saat ini belum ada undangan dari pihak Pemko terkait kegiatan ini,” kata Fauzi Bahar, Kamis (29/9).Menurut Fauzi dalam peringatan peristiwa gempa tersebut seharusnya Pemko Padang melibatkan dirinya karena pada saat kejadian tersebut dirinya salah seorang pelaku sejarah dari peristiwa tersebut.

“Namun besok saya tetap akan datang ke Tugu Gempa untuk memperingati peristiwa gempa itu meskipun tidak diundang,” jelas Fauzi.

Sementara Kabag Humas Pemko Pa­dang dan Protokol Kota Padang, Mursalim menyebutkan pemusatan peringatan gempa 30 September 2009 pada di Tugu Gempa di Jalan Gereja samping Museum Adityawarman.

“Peringatan tersebut diselenggarakan selama satu jam yang diisi oleh beberapa kegiatan,” kata Mursalim.

Terkait tidak diundangnya mantan Walikota Padang Fauzi Bahar, dirinya mengaku tidak mengetahui hal tersebut.

“Acara tersebut yang akan mengko­ordinir kegiatan itu adalah Badan Penang­gulangan Bencana Daerah Pemadam Kebakaran(BPBD PK), kalau soal undangan mereka yang mengurus,” kata Mursalim.

Sementara itu Kepala BPBD-PK Rudi Rinaldi mengatakan undangan untuk Walikota Padang Fauzi Bahar sedang dikirim. “Ada kok, undangannya sedang jalan,” ujar Rudi.

Mursalim menjelaskan peringatan gempa berkekuatan 7,6 Skala Ritcher (SR) tersebut akan diselenggarakan setelah Salat Ashar dan juga akan dihadiri oleh keluarga korban gempa.

Ia menyebutkan apabila pada Jumat sore cuaca tidak mendukung maka pe­ringatan gempa 30 September akan dipindahkan ke Palanta Rumah Dinas Walikota Padang di Jalan A. Yani.

“Kami berharap cuaca mendukung sehingga tujuan peringatan tersebut tercapai,” lanjutnya.

Pada 30 September 2009 Sumbar  gempa berkekuatan 7,6 Skala Ritcher dan menewaskan 1.117 orang yang tersebar di tiga kota dan empat kabupaten di daerah itu, sedangkan korban luka berat mencapai 1.214 orang, luka ringan 1.688 orang, dan korban hilang 1 orang.

Selain itu, akibat gempa tersebut 135.448 rumah rusak berat, 65.380 rumah rusak sedang, dan 78.604 rumah rusak ringan.

Tugu Gempa yang diresmikan pada 30 September 2010 tersebut ditandatangani oleh Andreas Sofiandi sebagai pemrakasa dan Fauzi Bahar yang saat itu sebagai Walikota Padang.

Di atas tanda tangan terdapat dua mata menangis dan relief suasa­na gempa dan di belakang tersebut terdapat empat buah tugu yang berisi puisi karya Presiden Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudho­yono (SBY), Gamawan Fauzi, Junaidi Perwata, dan Fauzi Bahar.

Selain itu di depan tugu juga terdapat tugu lainnya yang berisikan nama-nama korban gempa asal Kota Padang sebanyak 393 nama. (h/mg-adl/mel)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]