Dirut BNI Syariah: Lulusan Prodi Syariah Kalah Bersaing


Sabtu, 11 Juni 2016 - 04:01:38 WIB

PADANG, HALUAN — Lu­lusan program studi syariah yang dihasilkan perguruan tinggi di Indonesia belum dapat bersaing pada lembaga-lem­baga bisnis yang ada. Banyak persoalan yang membuat me­reka kalah bersaing dengan lulusan program umum dalam mendapatkan pekerjaan pada lembaga syariah.

“Dari 600 Prodi Syariah yang ada, hanya sekitar 10 persen lulusannya yang  di­terima aktif di lembaga ke­uangan syariah. Mereka umum­nya kalah bersaing dengan program umum. Di sisi lain itu juga disebabkan karena lembaga keuangan syariah masih meng­gunakan sitem rekrutmen yang umum, karena model bisnisnya belum memaksa dia untuk ber­pihak kepala lulusan syariah,” sebut Direktur  Utama BNI Syariah, Imam Teguh Saptono  usai menjadi salah satu nara­sumber pada kegiatan Forum Riset XIV Ekonomi Syariah kerja sama OJK, IAEI dan IAIN Imam Bonjol, Kamis(9/6) di Kampus IAIN.

Menurutnya, secara prinsip ada 4 tantangan besar yang harus menjadi perhatian semua pihak. Pertama terkait inovasi dari produk Bank syariah. Ke­dua warnes dari masyarakat, di sini bukan hanya peranan bank dari peranan pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi, tapi juga terdapat peranan pen­didikan formal hingga non formal dalam hal ini alim ulama untuk memasyarakatkan eko­nomi syariah.

“Ketiga keperpihakan peme­rintah, harusnya kita dapat mencontoh bagaimana pem­erintah Malaysia  yang berpihak melalui BUMN untuk men­dukung ekonomi syariah. Lalu yang keempat standari tentang akad dan fatwa, sebab mau tidak mau ekonomi syariah ini akan berkoneksi dengan ekonomi internasional. Sekarang  bagai­mana menyiasati terjadinya konektivitas dengan dunia in­ter­nasional lainnya dalam hal akadnya, agar setiap negara bertransaksi secara syariah,” jelasnya didampingi Pimpinan Cabang BNI Syariah Padang Imam Samekto.

Sehubungan dengan daya saing insani, sesuai dengan tema yang diusung pada whork­shop dan diskusi panel tersebut, Imam Teguh Saptono me­nye­butkan, tantangannya adalah daya saing insani tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan. Sebab sebe­lumnya prodi sya­riah  hanya mampu untuk me­ngisi tenaga operasional dan level bawah.

“Dalam waktu dekat harus diimbangi dengan daya saing insani yang lebih mapan. Untuk itu kurikulum yang dikem­bang­kan dalam program studi sya­riah yang uptude. Sekarang banyak lulusan prodi syariah ilmunya hanya berdasarkan rujukan kitab-kitab yang lama, sehingga tidak bisa menjawab isu dan persoalan kek­i­nian. Sehingga terjadi keengganan lembaga lembaga bisnis meng­gunakan lulusan produk sya­riah, disisi lain  juga keca­kapan yang bersifat umum mereka juga rendah, seperti dalam ke­mam­puan digital dan bahasa ing­gris,” terangnya.

Sementara itu, Dirjen Diktis Kemenag RI,  Amsar Bahtiar menyampaikan kepri­hatinan­nya terkait sumberdaya insani yang belum bisa bersaing pada lem­baga syariah, termasuk per­soalan kualitas lulusan yang diha­silkan di perguruan tinggi is­lam belum merata hingga saat ini.

“Pada 10 tahun terakir per­kembangan prodi syariah begitu pesat. Sekarang tercatat 600 prodi syariah yang didirikan pada perguruan tinggi negeri, swasta dan islam di Indonesia.  Namun kendalanya terletak pada lulusan yang dihasilkan prodi tersebut tidak dapat menyesuaikan dengan kebu­tuhan lembaga syariah yang ada,” jelasnya.

Ia menjelaskan, per­soa­lan­nya terletak bagaimana pening­katan kualitas tersebut, khu­susn­ya untuk dosen atau pe­ngajar yang ada di bidang eko­nomi syariah. Kita berharap Direktorat Jenderal Pendidikan Islam dapat mencarikan solu­sinya. Bagaimana dosen me­ngam­bil S3.

“Kita minta rektor per­gu­ruan tinggi islam untuk me­ngusulkan prioritas ke men­teri agama. Sebab Presiden Joko Widodo ada program beasiswa untuk 5.000 orang dosen untuk dapat menjadi doktor.  Setiap tahun 1000 orang kandidat bisa melanjutkan studinya. Dengan begitu pada tahun 2022 atau 2023 nanti 5.000 doktor itu telah selesai melanjutkan seko­lahnya. Kalau kemampuan do­sen ini meningkat,  tentunya kua­litas lulusan yang diha­silkan di perguruan tinggi dengan sendirinya akan me­ningkat,” pungkasnya. (h/ows)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 28 Januari 2020 - 16:21:28 WIB

    Minta Masyarakat Jangan Paranoid, Dirut RSUP M. Djamil : Kita Sudah Siapkan 2 Ruang Isolasi Khusus

    Minta Masyarakat Jangan Paranoid, Dirut RSUP M. Djamil : Kita Sudah Siapkan 2 Ruang Isolasi Khusus PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil Padang telah menyiapkan dua ruangan khusus diperuntukannya bagi pasien virus Corona. Pasalnya, virus itu diketahui dapat menimbulkan wabah penyakit serup.
  • Kamis, 14 November 2019 - 13:02:38 WIB

    Dirut PDAM Padang Dimandatkan Sebagai Ketua PD Perpamsi Sumbar

    Dirut PDAM Padang Dimandatkan Sebagai Ketua PD Perpamsi Sumbar PADANG, HARIANHALUAN.COM -- Sejak diamanahkan sebagai Dirut PDAM Kota Padang, Hendra yang memulai karirnya di dunia tukang ledeng sebagai honorer di era 1995, berhasil meraih prestasi demi prestasi. .
  • Kamis, 25 Oktober 2018 - 11:13:09 WIB

    Dirut PDAM Padang Kunjungi Haluan

    Dirut PDAM Padang Kunjungi Haluan PADANG, HARIANHALUAN.COM–Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Padang beserta rombongan berkunjung ke kantor surat kabar Haluan, Kompleks Lanud, Tabing, Padang, Rabu (24/10). Kunjungan ini dalam rangka m.
  • Senin, 21 Agustus 2017 - 16:42:02 WIB
    SOAL TAMBAHAN MODAL RP65 MILIAR

    Dirut RSUD Sulit Yakinkan DPRD Padang

    Dirut RSUD Sulit Yakinkan DPRD Padang PADANG, HARIANHALUAN.COM---- - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang memanggil Direktur Utama  RSUD dr.Rasidin, Sabtu (19/8) guna meminta penjelasan mengenai permintaan penambahan modal sebesar Rp65,877 miliar di APBD mu.
  • Senin, 21 Agustus 2017 - 02:08:56 WIB

    Dirut RSUD Sulit  Yakinkan DPRD Untuk Tambah Modal

    Dirut RSUD Sulit  Yakinkan DPRD Untuk Tambah Modal PADANG, HALUAN---- - Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Padang memanggil Direktur Utama  RSUD dr.Rasidin, Sabtu (19/8) guna meminta penjelasan mengenai permintaan penambahan modal sebesar Rp65,877 miliar di APBD murni 2018..

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]