Mantan Oknum TNI Didakwa Merambah Hutan


Selasa, 26 April 2016 - 03:53:58 WIB

PADANG, HALUAN – Didakwa melakukan penebangan dan mengangkut hasil hutan tanpa izin di Bengkalis, Provinsi Riau, mantan anggota TNI, Sudikdo (46) disidang di Pengadilan Militer 1-03 Padang, Senin (25/4).

Pada sidang perdana itu, Oditur Militer, Mayor CHK Sunandi dalam dakwaannya menyebutkan, perbuatan terdakwa dilaku­kan di Dusun Benio, Desa Tasik Serai, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

Terdakwa melakukan penebangan hutan seluas 1.200 hektare. Penebangan itu, tidak memiliki izin, sementara hutan berstatus sebagai Hutan Kon­servasi Suaka Margasawa Giam Siak Kecil.

“Dari 1.200 hektare itu, seluas 800 hektar pohonnya telah dite­bangi terdakwa. Untuk perkara itu, terdakwa telah divonis ber­salah dan dijatuhi hukuman 3,5 tahun oleh Pengadilan Militer Padang,” katanya.

Dalam menunggu proses si­dang, kata Sunandi, pada 12 Agustus 2013 terdakwa diserah­kan kepada Kababinminvetcad Dam I/BB selaku Ankum di Me­dan. Kemudian sekitar satu bulan dikembalikan ke tempat tugasnya semula di Data Kan­minvetcad I/23 Dumai, sebagai Batur.

“Setelah kembali dari pem­binaan, terdakwa melanjutkan perbuatannya untuk menebang hutan seluas 400 hektare, bahkan dari kilometer 16 sampai ke kilometer 18 kawasan yang sa­ma,” ujarnya.

Dijelaskan Oditur, terdakwa bersama rekannya bernama Eko dan Arun, awalnya melakukan penebangan seluas 1.200 hektare, bertambah seluas 1.750 hektare. Ia kemudian dihadapkan ke persidangan dengan dugaan me­muat, membongkar, menge­luar­kan, mengangkut, menguasai dan atau memiliki hasil penebangan di kawasan hutan tanpa izin.

Oditur menjerat terdakwa dengan pidana, karena melanggar pasal alternatif satu Pasal 12 huruf (d) jo pasal 83 ayat (1), alternatif dua pasal 12 huruf (m), jo pasal 87 huruf (a), dan alter­natif tiga pasal 21, jo pasal 101 ayat (1) Undang-undang Re­publik Indo­nesia Nomor 18 tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pembe­rantasan Perusakan Hutan.

Selain perusakan hutan, da­lam berkas dakwaan itu, oditur juga menjerat terdakwa dengan dakwaan kedua tentang dugaan penyalahgunaan narkotika. Seba­gaimana diatur dalam pasal pasal 127 (ayat 1) huruf a UU RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Menanggapi dakwaan itu, melalui penasehat hukum terdak­wa, Jefrinaldi, Iman Partaonan Hasibuan Cs, menyatakan, akan mengajukan keberatan (eksepsi) pada sidang selanjutnya. Sebab, pihaknya khawatir perkara ter­sebut tanpa didahului penyi­dikan.

“Kami akan pelajari dulu, karena ada kekhawatiran perkara itu tanpa didahului proses penyi­dikan,” katanya.

Apalagi, lanjutnya, dakwaan tersebut ditengarai sama dengan dakwaan sebelumnya yang mem­buat terdakwa hidup di Lapas Padang hingga saat ini dan di­pecat dari keanggotaan TNI. Kalau untuk kasus narkoba, kata Jefrinaldi, Sudikdo sudah menja­lani hukuman 10 bulan penjara.   

Terdakwa, Sudikdo pun me­nyatakan hal yang sama. “Saya didakwa dengan itu lagi. Semen­tara saya tak melakukannya,” ucapnya. Majelis hakim yang diketuai Letkol CHK Ibnu Suji­had menyatakan, sidang diundur dua pekan untuk mendengarkan eksepsi terdakwa. (h/nas)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]