Meneladani Semangat dan Perjuangan Kartini


Jumat, 22 April 2016 - 04:16:37 WIB
Meneladani Semangat dan Perjuangan Kartini PARA siswa-siswi SMAN 3 Solsel tengah melakukan upacara bendera.

Ada pemandangan berbeda di SMAN 3 Solok Selatan pa­da Kamis (21/4) pagi, sekira pukul 07.30 WIB. Ra­tusan siswi perempuan di sekolah itu, ko­m­pak me­nge­na­kan kebaya. Se­me­n­­tara yang pr­­ia, terlihat me­­n­ge­nakan pa­k­aian muslim ber­kain sarung. Me­reka, berkumpul di la­­pa­ngan sekolah.

Ya, pagi itu, ternyata SMAN 3 Solsel ternyata tengah memperingati Hari Kartini. Acara dimulai de­ng­an pelaksanaan upacara bendera. Para petugas yang terlibat dalam upacara itu, seluruhnya pe­rem­puan. Hari itu, seluruh ‘Kartini’ SMAN 3, se­perti mau unjuk gigi, bahwa mereka juga tak kalah dengan kaum pria. Upacara ber­lang­sung khidmat hingga selesai.

“Ide ini mur­ni dari para si­s­wa melalui OSIS. Jadi, pada hari Ka­r­tini ini tidak han­ya sis­wi saja yang me­n­ge­na­kan batik dan ke­ba­ya, gu­ru-guru ju­ga ikut meng­gu­nakan pakaian tradisional Indonesia supaya lebih me­n­cintai budaya Indonesia,” kata Kepala SMAN 3 Solsel, Syamsuria kepada Haluan.

Menurutnya, perjuangan Kartini dalam me­m­per­juang­kan emansipasi kaum perempuan perlu diteladani para siswa. “Semoga, siswa-siswi tidak hanya mengenal sosok Kartini dari buku saja. Kami menerapkan ini, agar siswa dan siswi bisa lebih faham bagaimana per­juang­an Kartini dalam me­m­perjuangkan emansipasi wanita. Sehingga kelak, ak­an lahir pula Kartini-Kar­tini masa depan dari sekolah ini,” ungkapnya.

Selain upacara juga di­gelar acara lomba debat bahasa Indonesia antar ke­las dan lomba memasak. “Untuk lomba debat kita mengangkat tema isu ter-update yang tengah ber­kem­bang. Sedangkan untuk lo­m­ba memasak dibagi dua kategori, yaitu masakan tradisional Pangek Pisang dan masakan modern aneka olahan ikan dan ayam,” kata Wakil Kepsek Bidang Ke­sis­waan, Ridwan Ahmad.

Selain menampilkan atraksi drumband sekolah saat menyanyikan lagu ke­bang­saan, para Kartini SM­A­N 3 Solsel juga dengan gegap gempita membacakan naskah Undang-Undang Dasar. Bahkan, pemimpin upacara, Anastasya Innaya MP, tampak sangat lantang memberikan laporan ke­pada Wakil Kurikulum SM­AN 3 Solsel, Yurlaili, yang didaulat sebagai pembina upacara.

Yurlaili dalam ama­nat­nya menyampaikan, bahwa peran Kartini dalam me­ngang­kat emansipasi kaum perempuan cukup berat. “Dahulu sebelum Kartini lahir, perempuan sangat dikekang, hanya sebatas urusan sumur, dapur dan kasur. Sehingga perempuan cenderung didiskriminasi,” katanya.

Sementara, seorang siswi yang dianggap sebagai sosok Kartini SMAN 3 Solsel, Ang­gia Aulia Nasution yang me­ru­pakan siswi kelas XI ber­tu­gas sebagai pengerek bendera. Ia memahami ba­gai­mana sulitnya per­juang­an Kartini dalam masa penjajahan.

“Kita harus menghargai perjuangan beliau. Karena dalam masa sulit, Kartini mampu memperjuangkan kesamaan derajat. Semoga SMAN 3 Solsel akan mam­pu melahirkan sosok Kar­tini-Kartini masa depan,” harap Anggia. (h/adv)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]