KUD Mina Padang Kelola Bisnis Wisata Bahari


Kamis, 21 April 2016 - 02:24:33 WIB

PADANG, HALUAN — Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Padang yang berkantor di Kompleks Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus, Padang, sempat jaya pada 1990-an. Waktu itu, usaha primadona KUD ini adalah menyelenggarakan pelelangan ikan. KUD ini melelang ikan di TPI Bungus, yang merupakan ikan hasil tangkapan ratusan kapal nelayan, termasuk dari Sibolga.

Sejak 2004, pelelangan ikan dipindahkan ke Muara Padang. Akibatnya, selain kehilangan pendapatan, pu­lu­han juta rupiah piutang KUD Mina kepada ang­go­tanya yang juga nelayan, tidak lagi masuk. Warung serba ada (Waserda) KUD ini praktis merana dan  mati.

Demikian disampaikan Ketua KUD Mina Padang, Suardi D Dt. Rajo Indo Lawik, usai melaksanakan rapat Anggota tahunan (RAT) ta­hun 2015 di Kan­tor Kerapatan Adat Nagari Bungus Teluk Kabung, Pa­dang, akhir Maret lalu.

Suardi mengungkapkan, tak cuma itu, unit simpan pinjam pun goyah lantaran banyak anggota yang tidak melunasi utangnya. Akhir­nya, unit simpan pinjam di­hen­tikan untuk sementara. Piutang anggota pada unit usaha simpan pinjam sekitar Rp77,6 juta lebih, sedangkan piutang anggota pada Wa­serda masih tercatat sebesar Rp17,2 juta lebih.

“Seiring dengan itu, ka­ry­a­wan pun menyusut. Kini tinggal dua orang. Kini, usaha yang dijalankan lebih terkonsentrasi pada unit penyaluran bahan bakar minyak (BBM) untuk ne­layan,” ujarnya.

Unit usaha yang tersisa, kata Suardi, adalah pe­nya­luran BBM untuk nelayan, yang dimulai sejak 1997, bekerja sama dengan KP3 Bungus dan KPN Mina Utama Jakarta. Untuk ope­rasionalnya, KUD Mina Padang menyewa tangki berkapasitas 75 ton. Tangki itu milik Pelabuhan Per­ikanan Samudera Bungus. Sewa tangki per bulan Rp5 per liter, ditambah komisi untuk KP3B Rp7 per liter, dan KPN Mina Utama ke­bagian Rp7 per liter. Total yang harus dibayar sebesar Rp19 per liter.

Menurut Suardi, unit usaha penyaluran BBM te­rus mengalami kemajuan. Tetapi, pada 2015, usaha tersebut merosot karena hasil tang­kapan nelayan tidak memadai. Hal itu karena pengaruh cuaca dan kabut asap, sehingga banyak kapal tidak melaut. Aki­bat­nya, nilai penjualan BBM selama 2015 ikut menurun dari Rp9,7 miliar lebih pada 2014 menjadi Rp8,8 miliar pada 2015. Dari hasil penjualan tersebut, diperoleh laba kotor sebesar Rp232 juta lebih. Setelah dikeluarkan segala biaya selama 2015, diperoleh pendapatan bersih atau Sida Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp42 juta. SHU itu menurun dibandingkan SHU pada 2014 yang mencapai Rp47,4 juta.

Karena itu, jelas Suardi, pengurus telah mengajukan permohonan untuk me­nam­bah lokasi pendistribusian BBM bersubsidi di Pela­buhan Perikanan Samudera Indo­nesia, Bungus. “Kami meng­harapkan harapan ini dika­bulkan oleh Walikota Padang, yang berwenang me­­nge­luar­kan izin,” sebut Suardi.

Selain itu, KUD Mina Pa­dang terus berusaha men­cari peluang usaha untuk me­nye­jahterakan ang­go­tanya, antara lain di bidang wisata bahari. Pada bidang ini, KUD Mina mengelola delapan pulau di perairan Padang.

Untuk mendukung ke­lan­caran usaha, KUD Mina mengoperasikan enam ka­pal rata-rata berkapasitas 40 orang penumpang. Jumlah kapal tersebut belum me­madai. Oleh karena itu, KUD Mina akan membeli satu kapal senilai Rp35 juta.

“Bagaimanapun ini bis­nis jasa yang membutuhkan pelayanan prima yang ber­muara pada citra Kota Pa­dang, khususnya wisata ba­hari. Maka, dukungan Pem­ko padang sangat di­bu­tuh­kan,” tutur Suardi.

Mengenai unit usaha pelelangan ikan, pihaknya sudah mengajukan ke Pem­ko Padang melalui Dinas Koperasi UMKM Padang pada tiga tahun lalu. Dalam proses perizinan, sedikit mengalami kendala. Ma­kanya, pengurus akan me­ngu­langinya lagi.

Sekiranya pelelangan ikan dibuka kembali di TPI Bungus dan dikelola oleh KUD Mina, dipastikan dam­p­aknya sangat besar terhadap pengembangan eko­nomi ma­­sya­rakat sekitar, serta unit Wa­serda diubah menjadi mini market akan hidup kembali.

Dengan dibuka kembali pe­lelangan ikan di TPI Bu­ngus, KUD Mina akan me­ngi­kutinya dengan membuka unit usaha pemasaran ikan. Selain untuk mengisi ke­bu­tuhan ikan Kota Padang, juga akan memperbanyak titik pemasaran di Sumatera Barat dan Riau. (h/rb)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 27 November 2018 - 11:43:34 WIB

    KUD Mina Sinar Laut, Raup Omset Ratusan Juta dari Es Batu

    KUD Mina Sinar Laut,  Raup Omset Ratusan Juta dari Es Batu PADANG, PARIAMAN, HARIANHALUAN.COM--Koperasi Unit Desa (KUD) Mina Sinar Laut yang bergerak di bidang pabrik es batu di Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padang Pariaman setiap bulannya mampu meraup omset Rp150 Juta sampai Rp2.
  • Senin, 30 Mei 2016 - 05:59:27 WIB

    KUD Koto Salak, Koperasi Berprestasi dari Dharmasraya

    DHARMASRAYA, HALUAN — Berkat perjuangan dan kegigihan anggota dan pengurus dalam bekerja, Koperasi Unit Desa (KUD) Koto Salak, Dharmasraya, mendapatkan banyak prestasi..
  • Selasa, 29 Maret 2016 - 03:26:25 WIB
    Meski SHU 2015 Turun

    KUD Lubuk Karya Tetap Koperasi Panutan

    DHARMASRAYA, HALUAN — Koperasi Unit Desa (KUD) Lubuk Karya sudah menjadi panutan koperasi di Dharmasraya, karena koperasi tersebut memiliki prestasi tingkat nasional, dan KUD tersebut juga melakukan rapat anggota tahunan .

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]