Bahan Peledak Disita di Karimun


Rabu, 20 April 2016 - 02:22:52 WIB

KARIMUN, HALUAN — Ri­buan karung berisi ammonium nitrate, bahan dasar yang digu­nakan untuk pembuatan bahan peledak disita petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea Cukai (Kanwil DJBC) Khusus Kepri. Bahan peledak itu diangkut menggunakan kapal motor (KM) Harapan Kita. Rencananya barang itu dibawa ke Sulawesi Selatan, tapi berhasil digagalkan petu­gas di Perairan Tanjungberakit, Sabtu (16/4) malam lalu. Na­mun kasus ini baru diekspos, kemarin.

Informasi di lapangan am­mo­nium nitrate itu sangat berbahaya. Alasannya, karena bahan tersebut 100 persen merupakan bahan dasar yang akan digunakan untuk pem­buatan bahan peledak. Se­hingga bahan itu tidak boleh basah dan terkena panas, sebab bisa meledak.

Kepala Bidang Pencegahan dan Sarana Operasi Raden Evy Suhartantyo didampingi Ko­man­dan Patroli BC-2005 Erwin mengatakan kapal beserta mu­atan dari Malaysia itu kini sudah dibawa ke Dermaga Ketapang Kanwil DJBC Khu­sus Kepri di Karimun.

Kata Evy, berdasarkan pe­nga­kuan nakhoda, ammonium nitrate itu hendak dijadikan sebagai bahan dasar pem­bu­atan pupuk. Namun, berda­sarkan penelusuran pihaknya, daerah tujuan barang impor ilegal itu tidak banyak yang menggunakan pupuk. Kuat dugaan, ammonium nitrate itu digunakan untuk bahan pele­dak.

“Jumlah ammonium nitrate yang kami amankan ini belum dihitung, karena dalam mani­fest kapal tidak disebutkan jumlah muatannya. Saat ini, kami masih melakukan telly (hitung) muatan kapal itu. Karena belum jelas berapa muatannya, jadi kerugian nega­ranya juga belum diketahui,” jelas Evy.

Hanya saja, kerugian imma­teril yang ditimbulkan dari penyelundupan bahan dasar peledak itu bisa mengganggu pertahanan keamanan negara serta bisa merusak lingkungan hidup. Makanya, dengan pen­ce­gahan masuknya ammonium nitrate tersebut bisa mencegah terjadinya ancaman bagi ke­tahanan negara.   

Untuk memudahkan penyi­dikan dan menjaga keamanan para tersangka, penyidik Bea Cukai Kepri telah memeriksa nakhoda kapal beserta 6 orang anak buah kapal (ABK) lain­nya. Saat ini, tim penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif kasus tersebut. Dari pemeriksaan sementara, penyi­dik belum menetapkan ter­sangka.

“Saat ini, kami masih fokus menyidik tujuh orang awak kapal tersebut. Kami masih mengem­bangkan untuk apa kegunaan ammonium nitrate tersebut mere­ka bawa ke Sula­wesi Selatan. Jadi, belum ada penetapan ter­sangka,” ungkap Kepala Bidang Penyidikan dan Penyimpanan Barang Hasil Penindakan, Winarko DS.  (h/hkr)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 04 Juli 2019 - 23:47:52 WIB

    Persembahan untuk Guru, Hotel Mersi Bukittinggi Beri Diskon 25 Persen

    Persembahan untuk Guru, Hotel Mersi Bukittinggi Beri Diskon 25 Persen BUKITTINGGI, HARIANHALUAN.COM - Sebagai bentuk penghargaan terhadap profesi guru, Hotel Mersi Bukittinggi memberikan diskon tarif kamar sebesar 25 persen kepada para pahlawan tanpa tanda jasa itu..
  • Senin, 26 September 2016 - 01:32:38 WIB

    Gubernur Kepri Tolak Penambahan SKPD

    Gubernur Kepri Tolak Penambahan SKPD TANJUNGPINANG, HALUAN — Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun menolak penambahan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) baru dengan alasan defisit anggaran..
  • Rabu, 20 Mei 2015 - 19:34:24 WIB

    Pemerintah Harus Pro Aktif Awasi Rekayasa Bahan Pokok

    HARGA KEBUTUHAN POKOK BERFLUKTUASI

    PEKANBARU, HALUAN —Ditemukannya kasus dugaan beras sintetis di salah satu da­erah di Pulau Jawa, mem­berikan isyarat akan pen­ting­nya kont.

  • Kamis, 23 April 2015 - 18:45:49 WIB

    Wacana Penambahan Izin Retail Perlu Dikaji

    PEKANBARU, HALUAN—Wacana Pemerintah Kota Pekanbaru, untuk memberi penambahan izin usaha retail Indomaret dan Alfa Mart di kota Pekanbaru, kembali menuai kritik anggota DPRD Kota Pekanbaru.

    Anggot.

  • Kamis, 12 Maret 2015 - 19:05:55 WIB

    Pengelola Gudang Bahan Makanan Langgar Aturan

    DEWAN WARNING BPT-PM

    PEKANBARU, HALUAN — Ketua Komisi II DPRD Kota Pekanbaru, T Azwendi Fajri meminta, agar Badan Pela­yanan Terpadu-Penanaman Modal (BPT-PM) Kota Pekan­baru, t.


KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]