Tertibkan Kabel Liar di Tiang Telepon

PT Telkom Didukung BRTI


Sabtu, 16 April 2016 - 04:27:23 WIB

JAKARTA, HALUAN — Aksi Tel­kom yang menertibkan kabel liar di tiang telepon miliknya membuat Badan Re­gulasi Telekomunikasi Indonesia (BR­TI) angkat suara.

“Ya wajar sajalah, Telkom mem­­­bersihkan kabel yang liar me­numpang di tiangnya tanpa ada kerja sama,” kata Anggota Ko­misioner BRTI, Muhammad Imam Na­shi­rud­din di Jakarta, Kamis (14/4).

Ia menyarankan, tidak perlu ada yang emosional dalam melihat aksi cabut kabel liar karena semua dikembalikan ke business as usual. “Ya, kan bisa dibuktikan di pe­ngadilan. Siapa yang melakukan tindakan melanggar hukum ter­masuk menggunakan aset milik orang lain tanpa ijin misalnya. Kan sudah ada aturannya,” ujarnya dalam relis yang diterima Haluan, Jumat (15/4).

Menurutnya, kalau diketahui pemilik kabel liar tersebut sebaik­nya disele­saikan secara Business to Business (B2B) terlebih dahulu sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

“Kesulitannya seringkali tidak diketa­hui ini kabel siapa menum­pang tanpa ijin. Mungkin ini yang dilakukan pemo­to­ngan supaya yang punya menghubungi pe­milik aset tersebut (tiang telepon),” tu­tur­ya.

Ia menambahkan, jika secara B2B tak bisa diselesaikan dan masih ada per­selisihan, baru BRTI yang turun tangan memfasilitasi.

“Sejauh ini tidak ada regulasi tele­komunikasi yang dilanggar. Penggunaan aset pihak lain tanpa ijin sudah ada aturannya di KUHP dan ini sudah masuk ranah hu­kum,” pungkasnya.

Secara terpisah, Vice President Con­sumer Marketing & Sales Tel­kom, Jemy Confido menegaskan, aksi penertiban kabel-kabel liar di tiang telepon milik perseroan sudah sesuai aturan.

“Penertiban dilakukan karena kami melindungi aset dan menjaga kualitas layanan ke pelanggan. Kabel-kabel yang dicopot dari tiang telepon milik Telkom itu tak ada perjanjian kerja sama, wajar dicopot,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika pener­tiban tidak dilakukan, pelanggan Telkom bisa dirugikan karena layanan terganggu. “Tiang itu ringkih, hanya sanggup membawa serat optik milik IndiHome. Apa­lagi ini ditumpangi secara liar tanpa ijin,” keluhnya.

Sebelumnya, Telkom mela­ku­kan penertiban terhadap parasit atau penum­pang gelap di tiang-tiang telepon milik­nya. Dalam pantauan hasil operasi penertiban tersebut, kabel atau spanduk milik MNC Play yang paling banyak menumpang di aset operator pelat merah itu. (h/rel/dj)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Ahad, 18 Oktober 2020 - 13:21:11 WIB

    Begini Rincian Hitungan Pesangon Pensiun dalam UU Ciptaker

    Begini Rincian Hitungan Pesangon Pensiun dalam UU Ciptaker HARIANHALUAN.COM - Undang-undang (UU) Cipta Kerja (Omnibus Law Ciptaker) yang sudah disahkan parlemen pada Senin (5/10/2020) dalam Sidang Paripurna DPR, ternyata memuat adanya perubahan mengenai pesangon yang diterima pekerja.
  • Senin, 12 Oktober 2020 - 13:37:29 WIB

    PT Semen Gersik Pasok 150.000 Ton Ultrapro untuk Proyek KCB

    PT Semen Gersik Pasok 150.000 Ton Ultrapro untuk Proyek KCB HARIANHALUAN.COM- Setidakknya 75 persen atau sekitar 150 ribu ton produk unggulan Ultrapro dari total yang dibutuhkan prinsipal dalam negeri untuk pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB.
  • Kamis, 08 Oktober 2020 - 06:13:19 WIB

    Realisasi Penyaluran Bansos Covid-19 di Sumbar Rp3 Triliun hingga September

    Realisasi Penyaluran Bansos Covid-19 di Sumbar Rp3 Triliun hingga September HARIANHALUAN.COM - Realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menunjukkan tren positif. Di sektor kesehatan program PEN telah merealisasikan sejumlahintentif untuk 6.889 tenaga kesehatan pusat dengan total insentif se.
  • Kamis, 08 Oktober 2020 - 06:11:54 WIB

    Sebanyak 244.970 WP di Sumbar Sudah Lapor SPT Pajak

    Sebanyak 244.970 WP di Sumbar Sudah Lapor SPT Pajak HARIANHALUAN.COM - Tak hanya berupaya mencapai target penernmaan, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Sumbar dan Jambi juga berupaya mengejar kepatuhan wajib pajak..
  • Kamis, 08 Oktober 2020 - 06:09:56 WIB

    Hingga September, Realisasi APBD Sumbar Rp24,14 Triliun

    Hingga September, Realisasi APBD Sumbar Rp24,14 Triliun HARIANHALUAN.COM - Realisasi belanja APBN Sumbar hingga akhir September 2020  mencapai Rp24,14 triliun atau sekitar 76,63 persen dari pagu Perpres 72/2020. Realisasi belanja tersebut meliputi belanja pemerintah pusat (K/L) s.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]