Usaha Penyewaan Alat untuk Bertualang

Sony Raup Untung Rp6 Juta Sebulan


Sabtu, 16 April 2016 - 04:23:38 WIB
Sony Raup Untung Rp6 Juta Sebulan Sony, pemilik Jelajah Alam Sumbar, membersihkan peralatannya di Jl. Jati, Adabiah No. 2, Padang, Rabu (14/4). Ia membuka toko yang menyewakan alat-alat untuk bertualang dengan keuntungan rata-rata Rp6 juta sebulan. (HAJRAFIV SATYA NUGRAHA)

PADANG, HALUAN — Pesona alam Sumatera Barat memang sangat menawan. Tumbuh suburnya para penggiat alam di ranah minang ini bukanlah sebuah hal yang mengejutkan. Bagi pelaku para bisnis, tren bertulang yang melanda anak muda saat ini, bisa membawa keberkahan tersendiri.

Mereka memanfaatkan peluang itu dengan mem­buka usaha penyewaan alat-alat untuk aktivitas luar ruangan.  Salah satunya tempat pe­nyewaan alat ter­sebut adalah Jelajah Alam Sumbar, Jl. Jati, Adabiah No. 2, Padang. Pe­milik toko, Sony Prima Putra, meraup keuntungan Rp6 juta sebulan dari bisnis ini. 

Ia menangkap peluang bisnis itu berdasarkan ho­binya sebagai sebagai pegiat alam dan melihat ba­nyak­nya pegiat alam lain yang kesu­sahan membeli alat-alat terse­but karena harga yang mahal.

“Banyak rekan-rekan pe­giat alam yang saya temui di lapangan dengan mem­bawa alat seadanya. Mahal­nya har­ga menjadi kendala mereka untuk melengkapi bekal pera­latan lapangan. Ini sungguh berbahaya se­kali karena di lapangan kita tidak tahu kon­disi medan dan cuaca,” ujar­nya, Rabu (14/4).

Setelah ditelisiknya, ke­engganan para pegiat alam untuk melengkapi alat-alat tersebut karena mereka per­gi ke lapangan sesekali saja. Jadi, banyak yang enggan untuk mengeluarkan uang banyak untuk melengkapi alat-alat.

“Banyak rekan-rekan peng­giat alam yang ke lapa­ngan hanya pada waktu lu­ang atau sekadar mele­pas­kan ke­rin­duan akan hobi­nya. Jadi, mubazir untuk meng­geluar­kan uang ba­nyak untuk me­leng­kapi peralatan,” tutur Sony.

Sebagai solusinya, Sony membuka penyewaan alat-alat tersebut untuk meleng­kapi peralatan para pegiat yang jauh lebih ekonomis dan bermanfaat ketimbang harus membeli alat-alat dengan harga yang mahal.  Ditambah lagi, akhir-akhir ini ia melihat banyak anak-anak muda seka­rang hobi bertulang.

“Semakin hari semakin bertambah. Untuk sekarang penyuka petualangan tidak lagi Sispala (Siswa Pecinta Alam) ataupun Mapala (Ma­hasiswa Pecinta Alam), tapi sudah menyebar ke semua kalangan. Karena itulah saya terpikir untuk membuka pe­nye­waan alat-alat petua­langan yang jauh lebih eko­nomis dan ber­man­faat bagi mereka,” jelasnya.

Usaha yang telah ia gelu­ti selama satu tahun itu memang tidak setiap hari ramai penye­wa. Ia meraup keuntungan pada waktu libur panjang atau men­jelang akhir pekan.

“Hanya pada waktu li­bur panjang dan menjelang akhir pekan ramai penyewa. Ka­dang, ada beberapa kon­su­men yang tak bisa men­da­patkan lagi alat karena su­dah ludes dipinjam. Na­mun, pada hari biasa (senin, se­lasa, rabu, kamis) baru sepi lagi. Kadang hanya satu dua penyewa saja yang da­tang ke sini untuk menyewa alat,” ungkapnya.

Toko milik Sony sudah mulai dikenal oleh berbagai kalangan pegiat alam, se­perti komunitas, siswa, ma­hasiswa, dan masyarakat umum. (h/mg-ang)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 29 Mei 2017 - 15:20:28 WIB

    Café Balanjuang, Sensasi Baksonya Luar Biasa

    PADANG,HALUAN—Bagi pencinta bakso, tidak lengkap rasanya jika belum mencicipi varian bakso yang disediakan Cafe Balanjuang di Jalan Pondok Nomor 147, Kota Padang. Tidak hanya pecinta bakso, masyarakat Kota Padang harus mera.

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]