Novel 'Ada Apa dengan Cinta?' Resmi Diluncurkan


Jumat, 15 April 2016 - 02:40:06 WIB
Novel 'Ada Apa dengan Cinta?' Resmi Diluncurkan PENERBIT Gramedia Pustaka Utama resmi meluncurkan adaptasi novel ‘Ada Apa dengan Cinta?’ yang ditulis atau dinovelisasi oleh Silvarani, Kamis (14/4).

Kisah Cinta dan Rangga dalam film ‘Ada Apa dengan Cinta’ masih terkenang sam­pai sekarang. Kamis (14/4) kemarin, Penerbit Gra­me­dia Pustaka Utama resmi meluncurkan adaptasi novel ‘Ada Apa dengan Cinta?’ yang ditulis atau dinovelisasi oleh Silvarani.

Bertempat di Kino­kuni­ya Bookstore, Plaza Sena­yan, novel ini diterbitkan bertepatan dengan momen peluncuran sekuel cerita dari ‘Ada Apa dengan Cinta?’.

“Saya merasa ini adalah momen yang tepat untuk menerbitkannya novel AA­DC. Film pertamanya ke­luar 2002,” kata penulis naskah dan produser ‘AA­DC?’ yang juga menjadi penulis cerita, skenario dan produser untuk ‘Ada Apa dengan Cinta? 2’.

Diakui Mira, novel ini akan membawa nostalgia dan kenangan di masa re­maja. Generasi geng Cinta dan cerita cinta keduanya masih melekat di hati ma­sya­rakat. “Rencana nove­lisasi ini juga ketika saya dihubungi pihak Gramedia, karena awalnya nggak tahu kalau cerita dari film yang sudah kelar tahunan yang lalu, ternyata bisa dijadikan novel,” lanjut Mira.

‘AADC?’ mengisahken tentang seorang perempuan bernama Cinta yang ke­hi­dupannya nyaris sempurna. Ia populer di sekolahnya, memiliki keluarga yang ba­hagia, dan selalu di­ke­lilin­gi para sahabatnya. Su­atu hari, Cinta bertemu dengan Ran­gga, sosok mis­terius, pen­yuka puisi, dan buku.

Penulis novel ‘AADC?’ Silvarani mengatakan diri­nya sangat menggandrungi film garapan Riri Riza dan Mira Lesmana tersebut. “Saya menonton filmnya berulang-ulang dan kembali meriset untuk kebutuhan novel,” ujarnya.  

Ia melanjutkan ada dua scene dalam film yang di­kem­bangkan Silva lebih da­lam dan detail. Pertama, me­nge­nai latar belakang ayah Rangga dan ke­luarga­nya.

“Dalam film, kita pasti­nya tahu ada scene rumah Rangga yang dikirim bom molotov oleh oknum tak dikenal, dan buat Rangga harus pergi ke luar negeri. Di sini, saya jelakan lagi bagaimana latar belakang ayahnya dan bagaimana ko­n­disi negara saat itu,” lanjut Silvarani.

Kedua, scene ketika ‘kaca pecah’ ketika per­teng­karan keluarga Alya. “Pas adegan itu saya menutup telinga deng­an earp­ho­ne dan membayangkan yang terjadi di keluarga Alya, seberapa retaknya dan lain-lain. Dan ketika Alya da­tang ke rumah Cinta, detail penggambarannya lebih sa­ya perlihatkan,” pungkas Silvarani. (h/dth)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]