Di Nagari Air Bangis, BP4 Dikelola Perangkat Adat


Kamis, 14 April 2016 - 11:10:19 WIB

PASBAR, HALUAN — Badan Pembinaan, Penasehat dan Pelestarian Perkawinan (BP4) bukan sebatas melak­sa­nakan kursus pranikah bagi calon pengantin. Lebih dari itu, sukses atau tidaknya pem­binaan rumahtangga, juga berawal dari peran BP4.

Demikian Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Su­ngai Beremas, Ahmad Siddiq, menjawab pertanyaan Ha­luan, disela-sela acara penu­tupan MTQ (Musya­baqah Tilawatil Quran) ke-39 ting­kat Kecamatan Sungai Bere­mas di Air Bangis, Selasa (11/4). “Dengan diserahkannya penatakelolaan BP4 kepada perangkat adat di tingkat nagari Air Bangis maka  pe­ran­serta ninik mamak, pucuk adat bersama perangkatnya mengurus proses pernikahan anak dan kemenakan di naga­ri,” jelasnya.

Ahmad Siddiq menya­takan, guna meningkatkan koordinasi, kerjasama seka­ligus kemitraan antar penge­lola BP4 dengan tokoh masya­rakat, maka pelak­sanaan BP4 di Kecamatan Sungau Bere­mas, sepenuhnya diserahkan kepada perangkat adat. Sekre­tariatnya berada di kantor KAN setempat.

Namun sebagai pembina sekaligus mitrkerja, KUA tetap melakukan koor­dinasi dengan Ketua bersama pe­rang­kat KAN, dan pengelola kegiatan BP4 itu sendiri. “Selama berlangsungnya ke­gia­tan BP4 di kalangan pe­rangat adat dengan pihak nagari, berarti sukseslah ke­gia­tan kursus pra nikah bagi calon pengantin,” ujarnya.

Untuk menghindari terja­dinya salah menyalahkan an­ta­ra calon pengantin de­ngan pengelola BP4 termasuk ja­jaran KUA, terang Ahad Sid­diq, maka perangkat adat nagari bersama pihak KUA siap selalu mengin­for­masi­kanya kepada semua pe­rang­kat kejorongan.

Hanya saja dari sejumlah kejorongan di Sungai Bere­mas atau Air Bangis, ternyata dua jorong yaitu Par­lan­tia­ngon, dan Puti Bubur, masih sulit untuk penye­barluasan informasi, maupun warganya untuk datang mengikuti pro­ses BP4 maupun mengikuti proses pelaksanaan nikah di kantor.

Soalnya, sarana trans­por­ta­sin yang mereka manfaatkan ke Air Bangis, hanya perahu  sekali seminggu pada setiap setiap hari pasar di Air Bangis, yaitu hari Sabtu..

Jika ada warga ke dua jorong itu ingin melak­sanakan prosesi aqad nikah di kantor di luar hari Sabtu, maka pasa­ngan calon pengantin bersedia dan rela membayar biaya rental perahu sebesar Rp­400.000 per kali berangkat. “Jika acarnya mulus aja, tentu biaya yang dikeluarga hanya sebesar Rp400.000. “Tapi jika prosesnya tidak tundas dan harus berulang kali, keluarga pasangan calon pengantin tentu punya pengeluaran le­bih besar. Itulah kendalanya. Kasihan kita,” ujarnya. (h/gmz)

 

 

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]