Sawahlunto yang Luar Biasa


Rabu, 13 April 2016 - 02:45:08 WIB

Kota Sawahlunto adalah salah satu kota di provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Kota yang terletak 95 km sebelah timur laut kota Padang ini, dike­lilingi oleh 3 kabupaten di Sumatera Barat, yaitu kabupaten Tanah Datar, kabupaten Solok, dan kabupaten Sijunjung.

Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 km² yang terdiri dari 4 kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 54.000 jiwa. Pada masa pemerintah Hindia-Belanda, kota Sawahlunto dikenal sebagai kota tambang batu bara. Kota ini sempat mati, setelah penambangan batu bara dihentikan.

Karena sempat jadi “kota mati”, Sawah­lunto sempat ditinggal warganya. Ia tak jadi incaran tapi justru ditinggalkan. Jumlah penduduk kota Sawahlunto mengalami penurunan yang sangat tajam sejak merosot­nya produksi batu bara di kota ini pada tahun 1940, dari 43.576 orang pada tahun 1930 menjadi 13.561 orang pada tahun 1980. Kemudian secara perlahan, jumlah penduduk kota ini meningkat pada tahun 1990, sejalan dengan kembali pulihnya produksi batu bara sejak tahun 1980.

Pada tahun 1990, wilayah administrasi kota Sawahlunto diperluas dari hanya 7,78 km² menjadi 273,45 km² dan mem­bawa konsekuensi jumlah penduduknya meningkat. Sehingga pada tahun 1995, jumlah penduduk kota Sawahlunto menca­pai 55.090 orang.

Namun pada tahun 2000, jumlah pendu­duk kota Sawahlunto menurun menjadi 50.668 orang, artinya selama lima tahun telah terjadi penurunan sekitar 8%. Hasil Sen­sus Penduduk 2010 menunjukkan jum­lah penduduk kota Sawahlunto menga­la­mi peningkatan, dari sebelumnya 54.310 orang pada tahun 2008 menjadi 56.812 orang.

Saat ini Kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Seba­gian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong pariwisata dan mencanangkan Sawahlunto menjadi “Kota Wisata Tambang yang Berbudaya”.

Perlahan tapi pasti, upaya-upaya kreatif ter­sebut mulai menampakkan hasil. Ranca­ngan yang dibangun mestinya juga terstruk­tur. Hasilnya, Sawahlunto jadi tujuan. Te­rakhir, pujian dan penghargaan lahir dari Sin­­do Weekly. Kota ini meraih predikat se­ba­gai Kota Terbaik Ekonomi Kreatif de­ngan mempertahankan nilai-nilai dan ke­ari­fan lokal sekaligus mengembangkan krea­si.

Salah satu kreasi yang dihelat pemerintah se­tempat adalah SIMfes (Sawahlunto Inter­na­tional Music Festival) setiap tahun. Agen­da rutin ini bahkan mendatangkan pemusik du­nia sehingga Sawahlunto makin dilirik.

Teranyar, kota ini terus berkampanye un­tuk meraih dukungan memperoleh title Ca­gar Budaya Warisan Dunia oleh Unesco, se­buah badan kebudayaan PBB. Kota Sa­wahlunto memiliki memiliki peluang cu­kup besar untuk itu, di samping pening­ga­lan bangunan tua dari abad 19 yang masih te­ra­wat hingga saat ini, sejarah juga mem­buk­tikan bahwa potensi tambang batubara yang dimilikinya menjadikan kawasan ini se­bagai pusat peradaban di Sumatera Barat bah­kan Indonesia. Dari sekian banyak pre­dikat itu, tentu Sawah­lunto harus lah tetap te­rus berkreasi agar makin bersinar dan di­lirik. (*)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Rabu, 10 Juli 2019 - 20:02:14 WIB

    Sawahlunto, Kota Tambang yang Menyimpan Sejarah Penderitaan Pribumi

    Sawahlunto, Kota Tambang yang Menyimpan Sejarah Penderitaan Pribumi HARIANHALUAN.COM-Sawahlunto, salah satu kota yang unik berpenduduk sekitar 53 ribu jiwa di Sumatra Barat. Kota ini baru saja dinobatkan oleh Unesco sebagai warisan budaya dunia. .
  • Rabu, 15 Juni 2016 - 02:33:26 WIB

    Sawahlunto, Kota yang Move On

    Kota Sawahlunto pernah diramal akan ja­di kota mati menyusul menipisnya kan­dungan batubara yang menghidupi kota ini sejak tahun 1892 lalu. Saking besarnya kan­dungan si emas hitam itu, kolonial di ja­man itu bahkan mempe.
  • Sabtu, 19 Maret 2016 - 01:05:37 WIB
    Museum Gudang Ransum

    Jendela Sawahlunto ke Masa Silam

    Jendela Sawahlunto ke Masa Silam Di sini semuanya serba jumbo. Mulai dari kuali, periuk atau penanak nasi, semuanya memiliki ukuran serba besar. Karena du­lunya, semua peralatan da­pur tersebut memang di­gunakan untuk me­me­nuhi kebutuhan pekerja tamban.

Logo Bawah
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]