Jembatan ‘Maut’ Makan Korban

Resahkan Warga Nagari Lengayang


Senin, 11 April 2016 - 04:33:22 WIB
Resahkan Warga Nagari Lengayang Warga Kambang menyaksikan satu unit dumptruck tergolek masuk jurang di jembatan Kayu Bawang Kambang Barat Kecamatan Lengayang Minggu (10/4). (HARIDMAN)

PAINAN, HALUAN — Lanjutan pembangunan jembatan Kayu Bawang penghubung Kambang Barat - Kotobaru Kecamatan Lengayang, membuat resah warga setempat karena sering mengndang kecelakaan.

Lanjutannya tidak sesuai dengan harapan warga yang menginginkan lantai jem­batan dipotong atau dipe­rendah sekitar 2 meter lagi.

Ison (50) warga Nagari Lengayang Minggu (10/4) menyebutkan, pasca pem­bangunan tahap I tahun 2015 lalu warga di sana juga telah resah karena jembatan yang sebelumnya landai berubah laksana bukit kecil. Kini keresahan itu akan berlanjut karena jembatan bukan di­buat rendah, namun menam­bahkan timbunan senilai Rp­160 juta. “Sebaiknya peme­rintah hentikan pemba­ngu­nan dan segera lakukan kajian tepat terhadap lanjutan pem­ba­ngunan jembatan tahap dua yang mulai dikerjakan CV Ikorasakinyo tersebut. Soal­nya kami masyarakat di sini inginkan jembatan tersebut dibongkar dan dibuat tinggi­nya sama dengan jembatan sebelum dibangun tahun lalu, bukan mengharapkan timbu­nan,” katanya.

Menurutnya, warga Lenga­yang meminta Pemkab Pessel membongkar kembali jemba­tan “maut”dan menggantinya dengan jembatan repre­sen­tatif. Jika tidak, jembatan yang dibangun pada tahun 2015 tersebut terus memakan kor­ban akibat tinggi lantai jemba­tan tidak ideal dengan jalan.

Terpantau Haluan, warga pengguna jalan mengeluh akibat jembatan yang baru dibangun penghubung Pasar Kambang dengan dua nagari di Lengayang itu. Tidak ku­rang 5000 kendaraan dari berbagai jenis terpaksa melin­tas di sana.

Tokoh pemuda setempat Effendi mengatakan, diban­dingkan jembatan sebelum­nya, selisih tinggi jembatan itu sekitar tiga meter lebih. Jem­batan sebelumnya aman dile­wa­ti kendaraan karena lantai jembatan rendah.

Ia menyebutkan, ba­ngu­nan jembatan baru terse­but sangat berbahaya dilewati pengguna jalan. Soalnya ba­dan jembatan terlalu tinggi dibandingkan badan jalan. “Dari arah Pasar Kambang tanjakan untuk sampai ke jembatan sangat berbahaya. Begitu pula sebaliknya dari arah Koto Baru. Sejumlah pengendara telah mengalami kecelakaan di sini,” katanya.

Dia berharap, pemerintah mebongkar lantai jembatan tersebut dan membuat lantai yang lebih aman dan nyaman bagi pengendara.

Selanjutnya Tokoh Masya­rakat Kambang Barat Yusri­zal menyebutkan, jembatan penghubung tiga nagari terse­but tidak layak digunakan baik oleh kendaraan roda empat apalagi roda dua. Ia sering mendengar kabar kece­lakaan di jembatan. Peme­rintah perlu kaji ulang pem­bangunan jembatan tersebut. Jembatan tersebut dibangun dengan APBD Pessel tahun 2015. “Kami sebelumnya telah protes atas bangunan baru tersebut. Pengendara dari dua arah tidak bisa me­lihat lawan. Selain itu tan­jakan terlalu tajam dan licin,” katanya.

Sayangnya, Dinas PU Pes­sel belum memberikan ala­san terkait desain dan peren­canaan lanjutan pemba­ngu­nan jembatan tahap II yang mengancam pengendara ter­se­but. (h/har)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]