KPN Pemko Padang Tempat Anggota Mengadu

Selamatkan Rumah Anggota dari Lelang


Jumat, 08 April 2016 - 03:49:15 WIB

PADANG, HALUAN — Koperasi Pegawai Negeri Pemerintah Kota (KPN Pemko) Padang tempat mengadu bagi anggota yang kesulitan keuangan. Koperasi ini pernah menyelamatkan dua unit rumah anggotanya yang hendak dilelang oleh bank lantaran kredit macet.

Caranya dengan melu­nasi tunggakan kedua ang­gota tersebut. Kedua ang­gota pemilik rumah tersebut kemudian mencicilnya ke koperasi.

“Kami berikan pinjaman untuk melunasi tung­gakan­nya di bank, kemudian ang­gota tersebut mencicil ke koperasi. Bunga pinjaman hanya  satu persen per bu­lan. Rumah selamat, keluar­ga aman dan nyaman. Itulah untungnya jadi anggota ko­perasi,” tegas ketua KPN Pemko Padang, Asnel di kantornya, Selasa (29/03).

Didampingi Yusnidar (Sekretaris), Martalinda (Wakil Sekretaris), Eriyanti (Bendahara), dua anggota Badan Pengawas masing-masing Erna Sari dan Sri Herawati, Asnel men­jelas­kan, selain menjalankan unit simpan pinjam, KPN Pemko Padang juga membuka unit warung serba ada (Waserda) dan unit alat tulis kantor (ATK). Jumlah anggota hing­ga akhir Desember 2015 mencapai 2.624 orang.

“Unit simpan pinjam adalah merupakan unggulan koperasi ini,” ujar Eriyanti.

Selama 2015, pinjaman yang diberikan kepada ang­gota mencapai Rp16,8 mi­liar lebih, dengan bunga satu persen per bulan. Pinjaman yang disalurkan itu me­ningkat dari Rp15 miliar yang direncanakan. Se­men­tara omzet unit ATK yang ditargetkan sebesar Rp60 juta, hanya terealisasi sebe­sar Rp7,7 juta. Target terse­but tidak tercapai karena toko ATK pindah ke Air Pacah, padahal sebagian besar SKPD yang meru­pakan langganan masih be­ra­da di pusat kota.

Adapun realisasi unit Waserda selama 2015 men­capai Rp92,5 juta, melebihi dari yang ditargetkan sebe­sar Rp85 juta. Pendapatan fotocopy pun meningkat dari yang direncanakan sebesar Rp20 juta, yakni terealisasi sebesar Rp35,3 juta. Pen­dapatan barang konsinyasi pun demikian, ditargetkan sebesar Rp4,5 juta, rea­li­sa­sinya mencapai Rp4,9 juta.

Dari berbagai usaha yang dijalankan itu, koperasi ini memperoleh pendapatan kotor sebesar Rp2 miliar lebih. Sedangkan penge­lua­ran sebesar Rp913 juta le­bih. Dengan demikian, di­pe­roleh sisa hasil usaha (SHU) sebesar Rp1,176 miliar atau meningkat dari tahun 2014 hanya Rp1 miliar lebih.

Yang menggembirakan, kata Asnel, sejak Agustus 2015, koperasi terbebas dari pinjaman dana pihak ketiga. Artinya, dana yang diputar di koperasi sepenuhnya ada­lah dana koperasi sendiri. Hingga akhir Desember 2015, modal sendiri koperasi itu sebesar Rp9 miliar lebih dan nilai aset Rp17 miliar.

Namun begitu, perkua­tan modal harus dilakukan. Ca­­ranya, mengajak anggota me­­nyimpan uangnya di ko­pe­­rasi dalam bentuk sim­pa­nan sukarela dan diberi bu­nga simpanan. Pemilik sim­pa­nan sukarela diberi kupon pa­da akhir tahun, satu ku­pon per Rp1 juta. kemudian di­­undi pada RAT 2016 de­ngan hadiah utama sepeda mo­­tor. Simpanan tertinggi ju­ga di­beri peng­har­gaan. “Kami juga mem­bu­ka sim­pa­­nan umrah,” ucap Yus­ni­dar.

Menurut Asnel, walikota Padang sangat perhatian kepada koperasi, termasuk KPN Pemko Padang. Wali­kota bahkan menginginkan KPN Pemko bisa membuka usaha SPBU di Padang. “Kami berusaha mewu­jud­kannya,” sebut Asnel.

Pengembangan usaha yang sangat potensial lain­nya adalah pengadaan ber­ba­­gai kebutuhan PNS, se­per­ti se­ragam pakaian dinas, pa­kaian lapangan petugas ke­bersihan. Pakaian dijahit di Padang, sehingga uang te­tap beredar di Padang, se­jum­lah penjahit ikut pula ke­bagian rezeki. “Paling tidak ni­lai pengadaan di bawah Rp­200 juta,” imbuh­nya. (h/rb)

loading...

Akses harianhaluan.com Via Smartphone harianhaluan.com/mobile

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]

TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing, Jalan Hamka Padang, Sumbar
Email: [email protected]