Diduga Dirampok Tetangga

Warga Pekanbaru Bersimbah Darah di Bukittinggi


Selasa, 12 Januari 2016 - 02:57:25 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Warga Pekanbaru Bersimbah Darah di Bukittinggi IJAH menjalani perawatan medis di RSAM Bukittinggi. (HASWANDI)

BUKITTINGGI, HALUAN —Se­orang ibu rumah tangga warga Pekanbaru-Riau bernama Azizah panggilan Ijah, umur 50 tahun, ditemukan dalam kondisi bersim­bah darah di Jalan Panorama Bu­kittinggi, tepatnya di depan Hotel Gran Malindo Bukittinggi sekitar pukul 12.30 WIB, Senin (11/1).

Belakangan baru diketahui bah­wa Azizah saat ini beralamat di Perumahan Permata Ratu Blok Q Jalan Parit Indah Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru.

Menurut salah seorang saksi mata bernama Nasir (21), waktu itu Ia baru saja melakukan tes kese­hatan di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi dan ketika melintasi Jalan Panorama dengan menggunakan sepeda mo­tor, Ia melihat seorang perempuan terduduk lemas di bibir jalan sambil melambaikan tangan minta per­tolongan.

“Waktu itu, saya lihat Ibu itu sudah berlumuran darah pada bagian kepala dan wajah dekat mata. Memang ada beberapa warga yang melihat dari jauh, tapi kayaknya takut untuk menolong. Semen­tara kendaraan lain yang melintas tidak ada yang berhenti. Karena saya kasihan, saya lalu membawa Ibu itu ke rumah sakit,” ujar Nasir.

Nasir menjelaskan, saat mem­bawa korban ke rumah sakit, hanya dirinya dan korban yang ada di sepeda motornya. Meski telah banyak menge­luar­kan darah, namun korban masih kuat untuk diboncengi hingga tiba di rumah sakit. Antara lokasi kejadian dengan rumah sakit itu sendiri hanya berjarak sekitar 800 meter, yang ditempuh dalam waktu sekitar dua hingga tiga menit.

Nasir mengaku Ia hanya me­lihat dan menggotong korban yang sudah berlumuran darah, sementara seperti apa kisah kejadiannya Nasir mengaku tidak mengetahuinya.

“Ketika dibawa ke rumah sakit, korban juga cerita-cerita kalau pelakunya adalah te­tang­ganya sendiri. Tetangganya itu yang memukul korban hingga berlumuran darah. Katanya, dompet dan teleponnya dibawa oleh pelaku,” ujar Nasir.

Sementara itu, Tim Iden­tifikasi Polres Bukittinggi ber­sama tim dari Polsek Bukittinggi melakukan olah Tempat Keja­dian Perkara (TKP) di halaman parkir Hotel Gran Malindo Bukittinggi hingga ke Jalan Pano­rama depan hotel tersebut, yang merupakan lokasi penemuan warga Pekanbaru itu.

Setelah mendengar ke­te­ra­ngan dari sejumlah saksi, polisi me­nemukan satu mobil korban jenis Avanza warna merah dengan Nomor Polisi BM 1724 TV di halaman parkir bagian kiri Hotel Gran Malindo Bukittinggi. Mobil itu sendiri berjarak sekitar 12 meter dari lokasi korban yang ditemukan bersimbah darah.

Dari dalam mobil bagian depan sebelah kiri, tepatnya di kursi sebelah stir mobil, di­temukan banyak bercak dan gumpalan darah yang telah mulai kering. Sekitar tiga meter dari belakang mobil, polisi juga me­nemukan gumpalan darah yang tercecer di halaman parkir Hotel Gran Malindo. Diduga darah itu tercecer saat korban menuju jalan raya setelah berhasil ke luar dari dalam mobil.

Terkait kejadian ini, Kasat Reskrim Polres Bukittinggi AKP Hendro L mengatakan, kejadian penganiayaan ini telah berlang­sung dari Pekanbaru, yang mana pelakunya adalah tetangga kor­ban yang tinggal satu kompleks.

Hendro menceritakan, ketika korban menuju pulang ke rumah setelah mengantarkan anaknya ke sekolah sekitar pukul 07.00 WIB, pelaku muncul dan menumpang mobil korban. Meski menum­pang, namun pelaku bersikukuh untuk menyetir mobil. Bahkan ketika korban hendak duduk di kursi belakang, pelaku meminta korban untuk duduk di kursi depan, persis di sebelah kiri pelaku.

“Selang beberapa menit kemu­dian, pelaku lalu memukul korban hingga beberapa kali. Pelaku lalu membawa mobil ke arah Sumbar dan tiba di Bu­kittinggi serta memarkirkan mobil di halaman hotel, lalu menghilang,” ujar Hendro.

Hendro melanjutkan, hingga saat ini pihaknya masih belum mengetahui identitas pelaku, karena korban sendiri tidak mengenal nama pelaku. Menu­rutnya, pihaknya akan berkoor­dinasi dengan kepolisian Pekan­baru untuk mengungkap identitas pelaku, serta menangkap pelaku.

Dalam kasus ini menurut Hendro, pelaku diancam pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas), de­ngan ancaman penjara sembilan tahun.

Sementara itu, GM Hotel Gran Malindo Bukittinggi, Agus, kepada wartawan memastikan bahwa pelaku dan korban bukan merupakan tamu Hotel Gran Malindo, namun hanya sekedar menumpang memarkirkan ken­daraan di halaman hotel.

Menurut Agus, pada saat peristiwa itu terjadi, hotel dalam keadaan sepi karena para tamu sudah check out. Namun Ia mengakui, bahwa pelaku dan korban ketika turun mobil tere­kam oleh kamera pengintai, atau kamera cctv.

Menurutnya, dalam rekaman itu tampak pelaku mengenakan kemeja berwarna putih ke luar mobil, dan tak lama kemudian korban juga terlihat ke luar mo­bilnya menuju jalan raya sambil meminta pertolongan. (h/wan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM