Potensi Pariwisata dan Penurunan Hunian Hotel


Selasa, 12 Januari 2016 - 02:42:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Perhotelan di dalam negeri termasuk salah satu sektor yang terpapar oleh kondisi ekonomi yang demikian, tidak terkecuali perhotelan di Sumatera Barat (Sumbar).  Ketua PHRI Sumbar, Maulana Yusran di Padang, Senin (11/1) menyebutkan penurunan tingkat hunian hotel di Sumbar selama tahun 2015, turun sebesar 10 persen. Tingkat hunian hotel di Sumbar tahun lalu rata-rata 60 persen atau turun dari tahun 2014 yang besarnya 70 persen.

Penurunan tersebut dipicu adanya pelarangan rapat di hotel bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Januari hingga Mei 2015 serta bencana kabut asap yang ikut melanda Sumbar pada September hingga Oktober 2015. Kondisi itu diperparah oleh Bandara Inter­nasional Minangkabau (BIM) yang sempat buka tutup, karena sangat tebalnya kabut asap. Namun demikian penurunan drastis hingga triwulan ketiga dapat sedikit tertutupi dengan kenaikan tingkat hunian hotel di akhir 2015 yang mencapai 80 persen.

Target hunian hotel 2016 di Sumbar, akan fokus mempertahankan persentase hunian 60 persen atau menaikkannya pada Januari hingga Maret.  Hal itu dapat dilakukan bekerja sama dengan Pemko Padang dalam menganalisa kebutuhan pasar dan memperhatikan segala sesuatu yang mempengaruhi tingkat hunian, termasuk destinasi wisata Sumbar dan meningkatkan pelaksanaan even-even nasional dan internasional.

Ia menyampaikan memperbaiki akses ke destinasi wisata serta semakin gencar melakukan promosi juga dapat meningkatkan hunian hotel, namun tetap harus diawali dengan membenahi lokasi pariwisata itu sendiri terlebih dahulu. Sedangkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar, Yomin Tofri mengemukakan tingkat hunian hotel berbintang di Sumbar mengalami penurunan pada November 2015 sebesar 3,81 poin atau dari 60,91 persen pada Oktober 2015 menjadi 57,10 persen pada November. Penurunan sejalan dengan jumlah penumpang angkutan udara ke luar negeri di Bandara Internasional Minangkabau pada November 2015 adalah sebanyak 711 ribu orang, atau turun 19,21 persen dibanding Oktober 2015. 

Sedangkan Ketua Umum PHRI, Hariyadi B Sukamdani mengatakan, tahun 2015 terjadi penurunan tingkat hunian hotel sebesar 10-15 persen dibandingkan tahun 2014. Tahun 2015 pertambahan jumlah kamar hotel meningkat pesat, bahkan sampai melupakan tingkat kebutuhan atau permintaan pasar. Suplay tinggi tapi kurang diimbangi dengan demand.

Pertumbuhan kamar hotel di Sumbar juga cukup tinggi, menyusul diresmikannya sejumlah hotel baru dalam beberapa tahun terakhir. Beberapa hotel juga masih tengah dibangun di ranah minang, baik di Padang, Bukittinggi dan daerah lainnya. Agar keseimbangan rasio antara pertumbuhan kamar hotel dan jumlah wisatawan tetap seimbang, maka pemerintah dan stake holder lainnya seyogiyanya berupaya melakukan sejumlah terobosan. Seperti pembenahan fasilitas dan infrastruktur objek wisata, meningkatkan mutu layanan, memerhatikan tingkat keamanan dan kenyamanan pengunjung serta menambah jumlah agenda wisata. Alam Sumbar yang begitu indah dan kekhasan adat serta budayanya adalah potensi besar untuk bisa dikem­bangkan. Tidak sedikit  objek wisata yang alamnya indah, sejarah dan budayanya menarik, namun belum terkelola dengan baik. Padahal itulah yang dicari oleh wisatawan ke Sumbar. **



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Jumat, 11 Desember 2015 - 03:20:20 WIB

    Penghitungan Cepat dan Potensi Konflik di Tengah Masyarakat

    Penghitungan Cepat dan Potensi Konflik di Tengah Masyarakat Pilkada serentak 9 Desember sudah selesai. Seperti bia­­sanya, sesudah Pe­milu muncul hasil peng­hitungan cepat, baik yang dilakukan oleh lembaga survei yang katanya inde­penden dan profesional, mau pun oleh tim sukses c.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM