Optimalkan Dana Desa

Marwan: Jalankan Program Padat Karya


Selasa, 12 Januari 2016 - 02:38:07 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Menteri Desa, Pem­ba­ngunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Marwan Jafar terus mendorong para ke­pal­a desa, perangkat desa, dan semua masyarakat desa agar mengoptimalkan pe­nye­rapan dana desa dengan program padat karya. Misal­nya dengan membangun infrastruktur desa yang me­manfaatkan tenaga lokal desa, menggunakan bahan-bahan baku dari desa, dan manfaatnya pun harus bisa disarakan semua masya­ra­kat desa. 

“Saya tidak akan bosan mengajak para kades dan semua masyarakat desa un­tuk segera memakai dana desa dengan program padat karya, terutama dengan mem­bangun infrastruktur desa. Juga membuat Badan Usaha Milik Desa (BUM­Desa) agar potensi ekonomi desa tergarap maksimal. Jangan ragu-ragu apalagi takut memakai dana desa,” ujar Menteri Marwan.

Menteri Marwan men­con­tohkan Desa Huntu Ba­rat, Bone Bolango, Goron­talo yang sukses meng­gu­nakan dana desa dengan program padat karya. Dana desa yang telah disalurkan langsung dipakai membuat Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) perikanan air tawar yang memberi man­faat ekonomi langsung bagi masyarakat. Dana desa pun langsung membuka lapa­ngan pekerjaan bagi masya­rakat Huntu Barat.

“Penyerapan dana desa di Huntu Barat sangat cepat dan sudah 100%. Hasilnya terlihat dengan terba­ngu­n­nya kolam-kolam perika­nan air tawar yang langsung memberi pemasukan bagi masyarakat desa. Ini men­jadi contoh bagus bagi desa-desa lainnya,” ujarnya.

Jika semua desa bekerja cepat menggunakan dana desa, lanjut Menteri Mar­wan, maka secara otomatis dana desa akan terserap sehingga tidak kembali ke pusat. Dana desa akan ber­pu­tar di desa dan dapat menghidupkan pereko­no­mian lokal desa. Jika eko­no­mi desa bergerak positif, tentunya akan mampu men­dong­krak perekonomian nasional.

Menteri desa pertama sejak Indonesia merdeka ini menambahkan, proses dan prosedur dana desa tidak per­lu dibuat rumit. Jika su­dah masuk ke rekening de­sa, maka langsung saja di­gu­nakan untuk membangun in­frastruktur. Bagi desa yang jalannya rusak maka bangun jalan desa. Jika saluran iri­gasinya tidak ada, langsung buat saluran irigasi dengan dana desa.

Saat bertatap muka lang­sung dengan para kades dan perangkat desa se-Goron­talo, Menteri Marwan me­nyam­paikan bahwa meka­nis­me penggunaan dana de­sa sudah dibuat simple agar masyarakat tidak kesulitan untuk menerima maupun menggunakannya. Template penggunaan dana desa pun sudah disampaikan ke se­mua daerah agar diso­sia­li­sasikan ke desa-desa.

“Cukup dua lembar ker­tas berisi rencana program desa, kemudian buat dua lembar kertas berisi reali­sasi penggunaan dana desa sebagai laporan. Enggak usah dibuat ribet yang malah menghambat pemba­ngunan. Da­na desa ini hak desa dan jangan sampai mengendap dan kembali ke pusat,” tandas­nya.

Menteri Marwan terus me­ngobarkan semangat ker­­ja mereka dalam mem­ba­ngun dan meraih kese­jah­teraan bersama. “Saya me­ra­sakan getaran semangat kemajuan dari desa-desa di Gorontalo ini. Mohon dija­ga dan diwujudkan terus dengan aksi nyata dan lang­sung melibatkan masyarakat desa,” terangnya.

Menteri Marwan me­ngi­ngatkan, pemerintahan Jo­ko­wi-JK telah berko­mit­men untuk meningkatkan jumlah dana desa untuk mempercepat pemba­ngu­nan desa. Dana desa 2016 mencapai Rp 46,9 triliun, naik dibanding tahun 2015 sebesar Rp20,76 triliun.

Dana desa di provinsi Gorontalo sendiri telah ter­serap 100 persen. Jumlah da­na desa tahun 2015 di Go­rob­talo mencapai Rp179,­9 miliar yang terbagi ke 657 desa, 69 kecamatan, dan 5 kabupaten. Rata-rata desa menerima Rp274 juta dana desa tahun 2015. (h/rol)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM