Picu Longsor, Galian C Kurang Pengawasan


Selasa, 12 Januari 2016 - 02:22:43 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Longsor dipicu adanya aktifitas tambang di se­panjang tebing jalan. Se­hingga, kawasan tersebut sangat rawan terhadap ben­cana tanah longsor. Setiap hujan melanda, ruas jalan selalu ditimbuni material longsor,” terang Wardi Mu­nir Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Limapuluh Ko­ta.

Dikatakan  Komisi II yang membidangi pertam­bangan itu, tak hanya galian baru tetapi bekas galian C yang ditinggalkan ma­sya­rakat juga jadi pemicu ter­hadap longsor di Limapuluh Kota. “Bekas galian yang ditinggalkan masyarakat lebih berbahaya pemicu tanah longsor,” ungkapknya.

Politisi PKS tersebut menjelaskan, tidak adanya peraturan daerah untuk mengatur galian C di Ka­bupaten Limapuluh Kota membuat masyarakat jadi semena-mena melakukan pengrusakan alam terutama di jalur Sumbar-Riau.

“Perda galian C ini kita belum ada. Sehingga ma­syarakat dengan mudah ber­pindah-pindah untuk me­lakukan aktifitas galian C. Akibatnya, lingkungan jadi rusah  hingga menyebabkan tanah longsor,” terangnya.

Kedepan, melalui Ko­misi II  DPRD Kabupaten Limapuluh Kota akan mem­bahas terhadap galian C yang semakin marak di la­kukan oleh masyarakat. “Melalui komisi kita bahas persoalan ini  bersama re­kan-rekan di dewan hingga mampu melahirkan Perda terhadap galian C ini,” ung­kapnya.

S­ementara Ketua DP­RD Kabupaten Lima­puluh Kota Safarrudin me­nga­takan, minimnya penga­wasan yang dilakukan oleh pemerintah daerah, turut memicu maraknya kegiatan galian C di Kabupaten Li­ma­puluh Kota.

“Pengawasan dari SKPD terkait terhadap galian C ini sangat minim. Sehingga masyarakat leluasa untuk melakukan aktifitas yang merusak lingkungan ini,” terang Safaruddin. DPRD sendiri, ungkapnya, pernah memanggil SKPD terkait terhadap minimnya penga­wasan untuk galian C ini.

“SKPD nya pernah kita panggil. Tetapi sampai se­karang tidak ada perubahan terhadap aktifitas galian C ini terutama kegiatan  da­lam pengrusakan lingku­ngan di sepanjang jalur Sum­bar-Riau,” terang Sa­faruddin. (h/ddg)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Senin, 15 Mei 2017 - 02:20:15 WIB
    WARGA PANTI MULAI RESAH

    Pengeboran Gas Akan Picu Bencana

    PASAMAN, HALUAN - Sejumlah warga di Panti, Kabupaten Pasaman kini dibuat resah. Mereka khawatir upaya pengeboran bumi oleh pihak Badan Geologi Bandung hingga kedalaman ratusan meter dapat memicu terjadinya bencana di daerah i.
  • Selasa, 14 Maret 2017 - 07:55:48 WIB

    SE Percepatan Tanaman Padi Bisa Picu Bentrok

    SE Percepatan Tanaman Padi Bisa Picu Bentrok PADANG, HALUAN-Anggota DPRD Sumbar, Armiati meminta Surat Edaran (SE) gubernur tentang percepatan tanaman padi dicabut kembali oleh pemerintah daerah..
  • Selasa, 10 Januari 2017 - 14:50:27 WIB

    SPJ Fiktif Dipicu Pengawasan yang Minim

    SPJ Fiktif Dipicu Pengawasan yang Minim PADANG, HALUAN – Adanya temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumbar terhadap Surat Pertanggung Jawaban (SPJ) fiktif di Dinas Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Disprasjaltarkim) dinilai banyak pihak sebag.
  • Jumat, 05 Agustus 2016 - 13:51:55 WIB

    TdS di Pariaman Picu Semangat Pembangunan

    TdS di Pariaman Picu  Semangat Pembangunan PARIAMAN, HALUAN — Dampak positif dari iven internasional Tour de Singkarak (TdS) di Kota Pariaman mulai terlihat. Bahkan Pembangunan di Kota Tabuik mulai berjalan secara maksimal dan dapat dirasakan oleh masyarakat..
  • Selasa, 09 Februari 2016 - 04:24:18 WIB

    Banjir Dipicu Tambang dan Illegal Logging ?

    Banjir Dipicu Tambang dan  Illegal Logging ? LIMAPULUHKOTA, HALUAN — Berbagai spe­kulasi penyebab bencana banjir dan longsor di sejumlah daerah di Sumbar mengemuka. Dugaan aktivitas penambangan hingga pembalakan liar mencuat sehingga memunculkan berbagai tanggapan..

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM