LKAAM Apresiasi

Kuliner Khas Sawahlunto Masuk Kurikulum Sekolah


Selasa, 12 Januari 2016 - 02:17:35 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Ketua LKAAM Sawah­lunto Adi Muaris menye­but­kan, pihaknya sangat mendukung hal tersebut, dengan memberikan pem­be­lajaran dikalangan gene­rasi muda terkait makanan khas Sawahlunto, tentu akan dapat memancing rasa tahu dan kecintaannya terhadap makanan tradi­sonal. Di­ma­na saat ini telah terjadi peru­bahan perilaku konsumsi ma­kanan tradisional serta prilaku konsumsi makanan dikalangan remaja.

Ia menilai, makanan tradisional saat ini kurang digemari dikalangan gene­ra­si muda, dan berganti dengan makanan siap saji yang belum tentu me­ngan­dung zat gizi yang seimbang, namun melalui pem­bela­jaran muatan lokal ini, bisa mengembalikan keselera asal yang selain dapat me­nun­jang status gizi, kese­hatan dan kebugaran, bahan yang digunakan untuk mem­buat makanan tradisional adalah bahan lokal alami dan tidak mengandung ba­han yang berbahaya bagi kesehatan. “Kita berharap dengan masuknya pada kuri­ku­lum, makanan kuliner khas Sawahlunto akan bisa dikenal oleh generasi muda, dan tetap lestari sepanjang masa,” harapnya.

Sementara itu Walikota Sa­wahlunto Ali Yusuf sa­ngat mengapresiasi langkah yang diambil dinas pen­di­di­kan ini, sebagai bentuk du­ku­ngan dalam meles­tarikan ke­budayaan Sawah­lunto, yang saat ini telah menjadi cagar budaya nu­san­tara, na­mun ia me­nya­rankan agar pi­­hak dinas pendidikan da­pat me­rang­kum kuliner khas masya­rakat etnis ke­tu­runan lain­nya, yang saat ini telah menjadi bagian dari kehi­dupan dan kebudayaan Sa­wah­lunto, seperti ma­ka­nan Khas Jawa, Sunda, Ba­tak, Tionghoa dan lainnya, se­lain kuliner tradisonal yang dimiliki oleh 10 kana­garian yang ada dikota ini.

Ia menambahkan, dija­di­kannya kuliner khas ini sebagai pembalajaran di muatan lokal, akan sangat penting bagi generasi muda terutama siswa SMP dan SMA, sehingga akan lebih mengenal budayanya ter­masuk makanan khas da­erah sendiri, yang kede­pannya bisa lebih cinta ter­hadap daerah, bangsa dan negara sendiri. Menurutnya juga, ruang lingkup peles­tarian dan pengembangan kuliner khas ini sangat ter­batas, sehingga keragaman makanan tradisional sudah tidak diketahui oleh ma­syarakat terutama generasi muda. “Atas pertimbangan itu dan untuk mengan­tisi­pasi perubahan perilaku konsumsi makanan tradi­sio­nal Sawahlunto, maka diusulkan kebijakkan ini melalui pembelajaran mua­tan lokal. Dari pendataan yang dilakukan dalam seta­hun lalu, didapat 115 ma­cam kuliner yang tersebar di 10 kanagarian di Sa­wah­lunto,’’ terangnya.

Banyaknya keragaman ku­liner khas yang ada lan­jutnya, belum semuanya terdata, baru dari 10 kana­garian dikota ini, sedangkan Sawahlunto memiliki ber­bagai macam etnis masya­ra­kat, yang tentunya memiliki jenis makanan tradisonal masing masing.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Sawah­lunto Marwan menam­bah­kan, pihaknya sengaja mela­ku­kan koordinasi dan sha­ring bersama pemerintah kota melalui SKPD yang ada, ninik mamak dan bun­do kanduang, Ketua Lem­ba­ga Kerapatan Adat Na­gari (LKAM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ma­jelis Ula­ma Indonesia (MUI), PKK, Organisasi wanita, Dharma wanita, untuk meminta sa­ran dan masukan terkait ku­liner yang merupakan ma­ka­nan khas Sawah­lun­to. Dari ma­sukan itu nantinya, akan dicetak kedalam buku, dan disebar kesekolah se­ko­lah termasuk di 10 nagari yang ada. (h/mg-rki)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 31 Januari 2017 - 11:50:52 WIB

    Pedagang Terima Bantuan Gerobak Kuliner

    SAWAHLUNTO, HALUAN - Setelah lebih dari setahun diajukan, Kementerian Perdagangan RI mengabulkan permintaan gerobak kuliner oleh Pemerintah Sawahlunto. Dari 150 permintaan yang diajukan, kementerian memberikan 50 unit gerobak.

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM