Ganggu Warga Bukit Sileh

Seekor Beruang Madu Ditangkap


Senin, 11 Januari 2016 - 03:48:48 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Seekor Beruang Madu Ditangkap PETUGAS memindahkan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) yang sudah dibius di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, Padang, Sumbar, Sabtu (9/1). (ANTARA)

Setidaknya itu yang di­ras­akan oleh masyarakat di kawasan Bukit Sileh, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok setelah mereka selama ham­pir satu bulan belakangan dihantui oleh ‘aksi’ dari beruang madu yang ber­mukim di hutan sekitaran bukit yang ada di tempat tersebut.

Kejadian bermula ketika tiga ekor satwa yang dilindungi jenis beruang madu mengganggu warga yang berjualan gorengan di kawasan Lubuk Selasih pada Jumat (8/1) sekitar pukul 22.00 WIB. Warga memperkirakan satwa ini mulai keluar hutan  guna men­cari makanan berupa ayam dan itik.

Kepala Satuan Polisi Kehu­tanan (Kasat Pol Hut) Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar Zulmi Gusrul kepada Haluan mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari Kepolisian Resor (Polres) Solok bahwa seekor beruang mengganggu warga di kawasan Lubuk Selasih.

“Mendapat laporan dari Pol­res Solok, kami langsung terjun malam itu juga untuk menga­mankan beruang yang diprediksi berumur delapan bulan dan ber­jenis kelamin betina ini. Kejadian serupa juga pernah terjadi pada saat menyambut malam tahun pergantian tahun 2015 lalu,” ungkap Zulmi.

Beruang yang telah diaman­kan oleh BKSDA Sumbar di Lubuk Selasih, Kabupaten Solok akhirnya sampai di Kota Padang pada Sabtu (9/1) dinihari sekira pukul 04.00 WIB.

“Dari info yang kami terima, beruang yang keluar dari hutan sebanyak tiga ekor, saat ini kami hanya mengamankan satu ekor beruang saja, karena dua ekor lagi lari saat ingin dimasukkan ke dalam kerangkeng,” terangnya.

Kepala Seksi Wilayah 3 BKSDA Sumatera Barat, Sura­jiya menjelaskan, pihaknya beren­cana akan membawa satwa yang dilindungi ini ke kebun binatang di Kota Bukittinggi untuk kem­bali dilepaskan.

“Namun kita menunggu ara­han dulu dari pimpinan, kemana hewan ini akan dibawa dan kem­bali dilepaskan. Saat ini kita hanya bisa mengamankan satu ekor beruang tersebut ke dalam kerangkeng yang sudah disedia­kan,” ujar Surjiya.

Ketika ditanyakan penyebab seringnya satwa liar yang dilin­dungi masuk ke permukiman warga, Surajiya menilai hal ini biasanya terdiri dari beberapa faktor kesalahan dari manusia dan bencana alam.

“Banyak penyebab kenapa satwa liar sering mengganggu warga, salah satunya adalah karena merasa terganggu akibat tempat tinggalnya di hutan diru­sak oleh manusia seperti mem­bakar hutan dan illegal logging,” ungkapnya.

Saat ini BKSDA Sumatera Barat belum mengetahui jumlah populasi beruang madu yang ada di Sumbar. “Kita belum pernah melakukan survei berapa jumlah hewan yang dilindungi, termasuk beruang madu,” akui Surajiya.

Sementara itu, Kepala Kepo­lisian Resor Solok (Kapolres) Solok Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Reh Ngenana saat dihubungi Haluan mem­benar­kan bahwa pihaknya menda­patkan laporan masyarakat di kawasan Bukit Sileh, Lubuk Selasih, Kabupaten Solok ada beruang madu yang mengganggu warga.

Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/1) sekira pukul 22.00 WIB, dan pada Sabtu (9/1) dini­hari sekira pukul 03.00 WIB, beruang tersebut berhasil ditang­kap oleh mas­yara­kat. Selanjutnya mereka menghubungi Polres Solok. Kemudian Polres Solok menghubungi BKSDA Sum­bar untuk mengamankan beruang tersebut.

“Saat ini perkiraan masya­rakat masih ada dua ekor lagi dimana satu ekor merupakan induk dari beruang yang tertang­kap dan anak dari induk beruang tersebut yang masih berkeliaran di kawasan tersebut,” tutup Kapolres Wanita ini menjawab pertanyaan Haluan. (h/mg-adl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM