Renungan 50 Tahun Tritura Digelar di Bukittinggi


Senin, 11 Januari 2016 - 03:07:27 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Renungan 50 Tahun Tritura Digelar di Bukittinggi Anggota Angkatan 66 beserta tokoh masyarakat melakukan tabur bunga di Makam Ahmad Karim di TMP Kusuma Bhakti Bukittinggi. (HASWANDI)

“Sekelam dan sepahit apapun masa lalu tersebut, jangan lagi terus menerus mencari siapa yang salah. Kita mungkin tidak bisa melupakan apa yang telah terjadi, namun kita bisa memaafkan sepedih dan sesakit apapun masa lalu yang sudah kita alami,” tutur Mantan Ketua Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar In­donesia (KAPPI), Makmur Hendrik, dalam acara re­nungan 50 Tahun Tritura yang digelar di kawasan Monumen Angkatan 66 di kawasan Gulai Bancah Bu­kittinggi, Minggu (10/1).

Menurut Makmur Hen­drik, dalam momen 50 ta­hun Tritura, ada dua hal yang patut direnungkan bersama, yakni peran sentral generasi muda untuk m­e­lakukan transformasi fun­damental dalam menye­lamatkan kehidupan bang­sa, serta peran sentral ge­nerasi muda dalam mem­bangun bangsa.

Dalam kesempatan ter­se­but, Makmur Hendrik mengapresiasi Pemerintah Kota Bukittinggi yang ma­m­pu membangun Monumen Angkatan 66, karena monu­men tersebut menurutnys tidak banyak dijumpai di berbagai daerah di In­do­nesia.

“Pada kesempatan ini saya juga mengusulkan ke­pada Pemerintah Kota Bu­kittinggi agar taman di se­kitar Monumen Angkatan 66 ini diberi nama Taman Tritura,” harap Makmur Hendrik.

Sementara itu, Ketua Angkatan 66 Mochtar Ka­har menjelaskan, diantara banyak korban Amanat Pen­deritaan Rakyat (Ampera) di Indonesia, hanya Ahmad Karim yang dikuburkan di Taman Makam Pahlawan (TMP), yakni dikuburkan di TMP Kusuma Bhakti Gulai Bancah Bukittinggi, yang lokasinya hanya sekitar 50 meter dari Monumen Ang­katan 66.

Ahmad Karim sendiri telah ditetapkan sebagai Pahlawan Ampera ber­dasar­kan TAP MPRS Nomor XX­IX/MPRS/1966. Ach­mad Karim yang waktu itu masih duduk di kelas dua STM Negeri Bukittinggi (kini SMKN 1 Bukittinggi), tewas ditembak saat me­lakukan unjukrasa pada 14 September 1966.

Seperti diketahui pada tanggal 10 Januari 1966, untuk pertama kalinya ru­musan Ampera yang disim­pulkan dalam Tritura (Tiga Tuntutan Rakyat) di dek­larasikan yang berisi tiga tuntutan, diantaranya bu­bar­kan Partai Komunis In­do­nesia (PKI), perombakan kabinet Dwi Kora (retool kabinet 100 menteri) serta turunkan harga.

Kegiatan renungan 50 tahun Tritura ini diakhiri dengan doa bersama serta tabur bunga di makam Ah­mad Karim di TMP Kusuma Bhakti Gulai Bancah Bukittinggi. (h/wan)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM