Walinagari Pecat Kaur Pemerintahan

Camat: Alasan Pemecatan Harus Jelas


Senin, 11 Januari 2016 - 03:04:02 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Wawan Jendra Putra selaku Kaur Pemerintahan Nagari TBA mengaku sangat kaget menerima surat pemberhentian dirinya yang ditandatangai oleh Walinagari TBA, Adam, Ketua BPN Lalu Zulkarnanen dan Ketua Kan Nagari Tanjung Bonai Aur J. Rajo Bangke itu. Menurutnya, hal itu tanpa melalui prosedur sebagaimana mestinya. Ia menduga pemberhentian itu tidak jelas dan didasari ketidaksenangan sekelompok oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

“Selama 4 bulan saya diangkat menjadi Kaur, tidak pernah ada masalah. Sekarang tiba-tiba saja saya diberhentikan tanpa alasan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Minggu (10/1).

Menurutnya, pemecatan tersebut berdasarkan atas masuknya surat kaleng yang dilayangkan atas nama masyarakat TBA. Inti surat itu, demi kelancaran dan kemajuan Nagari TBA, memohon kepada walinagari agar memberhentikan salah seorang stafnya yang bernama Wawan Jendra Putra. Permohonan warga itu tidak menyebutkan tentang sikap atau prilaku Wawan.

“Saya tidak apa-apa diberhentikan, saya tidak akan sakit hati, jika pemberhentian itu dilakukan dengan cara yang relevan dan masuk diakal. Jangan memecat orang sepihak saja karena semua orang tahu pergantian jabatan merupakan hal yang lumrah guna penyegaran,” tuturnya.

Sementara itu, Walinagari Tanjung Bonai Aur, Adam saat dihubungi melalui telepon selularnya, membenarkan adanya pemberhentian salah seorang perangkat nagari tersebut. Akan tetapi, ia membantah sudah mem­berhentikan yang bersangkutan secara sepihak. Ia juga mengklaim pemberhentian sudah sesuai peraturan yang ada. Saat ditanya lebih detail mengenai alasan pem­berhentian itu, Adam tak menjawab dengan alasan sedang mengemudikan kendaraan saat dihubungi itu.

Sementara itu, Camat Sumpur Kudus, Jamaris yang dikonfirmasi, mengaku bahwa saat ini surat usulan Pemberhentian dari Walinagari TBA terhadap salah seorang staf Kantor Walinagari TBA belum diterima pihak kecamatan dan baru sebatas penyampaian lisan.

Jamaris juga menyebutkan, pihaknya telah berdiskusi serta berbagi pendapat dengan Walinagari, Ketua BPN dan Ketua KAN TBA, serta wWawan selaku Kaur Pemerintahan, agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan meluruskan permasalahan yang ada.

“Meski pemberhentian Kaur Pemerintahan adalah hak preogratif walinagari, namun alasan  pemberhentian tersebut harus jelas serta dapat diterima oleh semua pihak, termasuk yang diberhentikan tersebut,” te­rangnya. (h/ogi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM