Berkunjung ke RSUD Sungai Dareh, Pj Bupati Naik Pitam


Senin, 11 Januari 2016 - 03:02:04 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Padahal, RSUD itu telah me­nerapkan pola pe­nge­lo­laan keuangan (PPK) me­lalui Badan Layanan Umum (BLU). Menurut Syafrizal, sepantasnya permasalahan kecil telah dapat di­tang­gulangi, karena sistem BLU merupakan sebuah aturan atau landasan hukum bagi rumah sakit pemerintah untuk lebih otonom di bi­dang keuangan.

“Dengan demikian, prin­sip efisiensi harus menjadi bagian dari sistem ma­na­jemen. Ini juga menjadi star­ting point untuk me­ning­katkan sistem manajemen di rumah sakit  pemerintah dalam pengelolaan berjiwa enterpreneurship dengan me­nerapkan konsep bisnis se­cara sehat,” tutur Syafrizal.

Ia menjelaskan, sesuai dengan PP No 23/2005 dan Permendagri No 61/2007 se­cara eksplisit dan per­syaratan substansif, teknis dan administratif bagi BLU, tentunya meningkatkan ki­nerja pelayanan, keuangan, dan manfaat bagi ma­sya­rakat. Termasuk Rencana strategis bisnis (Renstra), laporan keuangan pokok, standar pelayanan mi­ni­mum (SPM) atau ber­sedia diaudit secara independen.

Namun yang terjadi di RSUD Sungai Dareh masih jauh dari standar amanat aturan negara, serta belum tercapainya harapan ma­syarakat. Masyarakat ber­harap layanan RSUD Su­ngai Dareh, apalagi setelah diberlakukan sistem BLU, adanya perbaikan layanan secara menyeluruh, mulai kenyamanan dan keamanan tempat parkir, pengurusan administrasi BPJS cepat dengan tidak bertele-tele, ruang poli memadai, tenaga medis ramah dengan ber­sikap melayani, keter­se­diaan obat murah dan cepat, kebersihan, serta adanya tempat mandi cuci dan ka­kus  yang layak.

“Apa tidak kasihan de­ngan masyarakat, sudah se­perti ini kondisi RSUD Su­ngai Dareh belum juga di­per­baiki. Kenapa di­rektur ru­mah sakit diam saja, pa­dahal ini perlu pe­na­nganan dan peningkatan layanan, apa­lagi me­nyangkut ma­salah kecil, “ sebut Syafrizal.

Mirisnya, saat Sya­fri­zal, masuk keruang bang­sal anak berukuran 3X4 M, terkesan sempit dan pengap itu, juga tidak disinari ca­ha­ya matahari, hanya diterangi dengan bola lampu 15 watt. Malahan bola lampu ter­sebut juga dibawa orang tua pasien dari rumahnya.

 Ketika itu, Syafrizal marah setelah ia menerima penjelasan dari orangtua pasien. Tanpa pikir panjang, Syafrizal langsung me­mang­gil para medis yang bertugas di bangsal anak itu untuk memberikan penjelasan tentang laporan dari ke­luarga pasien tersebut.

 Sementara itu, para perawat yang menghampiri Sya­frizal menjelaskan per­soalan yang terjadi dengan wajah ketakutan dan pucat. Hal ini diakibatkan karena membludaknya pasien be­lakangan ini, sehingga rua­ngan tidak layak terpaksa dipergunakan. Sedangkan untuk kelengkapan, fasilitas ruangan, semua itu me­ru­pakan tanggung jawab ba­gian pengelola per­lengkapan.

 Selanjutnya Syafrizal memanggil Direktur RSUD Sungai Dareh, Dr Arma­yani, menyelusuri se­luruh lorong sambil melihat kondisi ru­mah sakit tersebut.

Saat itu, direktur rumah sakit kalang kabut men­jawab cecaran pertanyaan Syafrizal. Ia memerintahkan direktur itu untuk me­ngum­pulkan petugas pengelola keuangan, dan per­leng­ka­pan, sekaligus memanggil Inspektorat, dan Kepala BAPEDA.

Setelah melakukan per­temuan tertutup sekira se­tengah jam, keluar sebuah keputusan bahwa direktur dituntut agar peka terhadap tuntutan masyarakat, de­ngan memprioritaskan per­baikan RSUD Sungai Dareh mulai dari bagian depan hingga bagian belakang rumah sakit. (h/mg-bdr)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM