Tusir Bekas Banjir Bandang Diambil Kontraktor

Tebing Pengaman Sungai Terancam Hilang


Senin, 11 Januari 2016 - 03:00:12 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Material batu dan pasir ini merupakan material yang terseret oleh banjir ban­dang yang malanda kam­­pung ini pada 15 De­sember 2015 lalu. Material itu sudah dike­luarkan dan tersusun rapi oleh pemerintah daerah pada masa tanggap darurat lalu, kini material itu men­jadi te­bing pengaman antara sungai dan pemukiman warga.

Namun, tebing pe­nga­man ini diambil oleh kon­traktor, yang diketahui ber­nama PT Muda Mandiri Se­jahtera (MMS), masyarakat umum mengenalnya dengan PT Aceh.

Pucuak Adat Kampung Padang Paramandare, Asril Dt Rajo Panji Alam kepada Haluan menyebutkan, pi­hak kontraktor tidak pernah meminta izin kepada ninik mamak. “Saya selaku pu­cuak adat, belum pernah menerima permintaan izin mengambil material ini. Baik pihak kontraktor mau­pun pihak pemerintahan jorong dan nagari,” kata Asril, Sabtu (9/1).

Lebih lanjut ia men­je­laskan, dalam adat dikenal is­tilah “kato sapatah mam­baiki, kato sapatah mam­buruki”. Maksudnya, saling me­ngabari masuk ke kam­pung adat, apalagi untuk mengambil material bekas bencana.

Sebagai pimpinan adat, ia meminta pihak PT MMS menghentikan aktivitas pe­ngu­rasan material itu karena material yang sudah ter­susun rapi disepanjang ali­ran sungai bekas bencana itu, dapat juga sebagai tebing penahan pemu­kiman warga dari de­rasnya hantaman arus sungai.

Sementara itu, mantan Kepala Desa Kampung Pa­dang Paramandare, Mu­lya­di, menyebutkan, pe­ngang­kutan material tersebut bentuk upaya perampasan oleh pihak kontraktor.

“Pasir dan batu itu di­gunakan untuk bisnis, na­manya saja kontraktor. Ka­mi minta kejelasan ma­terial yang telah diambil. Kalau untuk bisnis, jelaskan pen­dapatan seperti apa yang diterima oleh kampung ini. War­g­a kami yang akan men­dapatkan dampaknya,” ujar Pimpinan Organisasi Him­punan Insan Pers Ind­e­pen­den Kabupaten Pasaman itu.

Menurut Mul, sudah dua hari penuh pihak kontraktor mengangkut material batu dan pasir itu dengan meng­gunakan ekskavator. Truk berukuran besar lalu lalang di jalan pemukiman warga, yang mempercepat keru­sakan jalan.

Sementara material yang di­ambil itu terletak di tanah warga. Dengan warga terkait itu tidak ada kata kese­pa­katan­nya. “Ini sudah me­micu keributan sesama war­ga. Kami minta, kalau ma­terial ini dibolehkan pe­merintah untuk diangkut, maka harus jelas dulu ko­misi untuk kampung dan warga terkait,” pinta Mulyadi.

Sementara itu, menejer PT MMS, Sufnizar, mem­benarkan bahwa satu unit ekskavator bermerek Ko­belco biru itu milik peru­sahaan­nya. Pihaknya telah mendapat izin dan per­setu­juan dari ninik mamak Kam­pung Padang Para­man­dare yang bernama Enda.

“Sudah ada izinnya dari ninik mamak. Itu ninik mamak yang rumahnya ada kedai di depannya, namanya Enda,” ujarnya. (h/col)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 12 September 2017 - 01:33:54 WIB

    Ratusan Warga Tebing Tinggi Sampaikan Aspirasi ke DPRD

    Ratusan Warga Tebing Tinggi Sampaikan Aspirasi ke DPRD DHARMASRAYA, HALUAN - Sosok pemimpin dekat dengan masyarakat, ratusan pendemo yang berasal dari Kenagarian Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, mendatangi Kantor DPRD Kabupaten Dharmasraya untuk menyampaikan aspirasinya te.
  • Kamis, 26 Mei 2016 - 16:34:53 WIB

    Tebing Jembatan Kayubawang Penghubung Kambang Barat – Kotobaru Runtuh

    Tebing Jembatan Kayubawang Penghubung Kambang Barat – Kotobaru Runtuh PAINAN, HALUAN-Parit miring di sisi timur jembatan Kayubawang penghubung Kambang Barat - Kotobaru Kecamatan Lengayang Pesisir Selatan yang sempat jadi buah bibir warga akhirnya runtuh sepanjang 12 meter lebih dengan lebar 4 m.
  • Jumat, 04 Maret 2016 - 03:20:05 WIB
    Akibat Gempa

    Tebing Ngarai Sianok Runtuh

    BUKITTINGGI, HALUAN — Gempa yang terjadi di Samudera Hindia Rabu (2/3) malam, juga dirasakan di Bukittinggi. Meski ke­jadian gempa tersebut tidak mengganggu aktivitas warga, namun berdampak terhadap runtuhnya bibir tebin.
  • Selasa, 09 Februari 2016 - 10:28:42 WIB
    Hanya Berselang 10 Hari

    Tebing Jalan Panta – Sianok Ambruk

    Agam, Haluan — Tebing bekas longsor di Sungai Jariang, Kecamatan Ampek Koto, diruas jalan Panta - Sianok kembali ambruk, Senin (8/2) kemarin. Hal ini terjadi usai hujan lebat terjadi di kecamatan ini selama dua hari bert.
  • Senin, 14 Desember 2015 - 02:50:16 WIB
    Abrasi Pantai

    Pessel Usulkan Pembangunan Pengaman Tebing ke Pemerintah Pusat

    PAINAN, HALUAN — Pem­kab Pessel usulkan pembangunan penahan abra­si ke pemerintah pusat untuk Pantai Ujung Air, Nagari Ampiang Parak, Kecamatan Sutera Pessel. Pemkab setempat yakin, pada tahun 2016 mendatang, pembangunan .
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM