Jangan Diam Lagi, Saat Kehilangan di Bagasi Pesawat


Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:07:37 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Namun aksi tersebut baru menjadi berita heboh beberapa hari yang lalu. Dikabarkan bahwa sejumlah porter maskapai penerbangan Lion Air beserta sekuritinya diduga kuat terlibat dalam jaringan pencurian barang bawaan penumpang yang disimpan di bagasi pesawat.

Kasatreskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Azhari Kurniawan mengatakan bahwa berdasarkan penuturan tersangka, lebih dari separuh anggota porter ikut terlibat dalam proses pencurian barang. Sekitar 12 orang yang terlibat. Terdapat empat kelompok porter Lion Air di wilayah kerja Bandara Soetta. Satu kelompok porter beranggotakan 20 orang. Tersangka pun mengaku adanya keterlibatan sekuriti maskapai tersebut dalam proses pencurian.

Kita sangat yakin, praktik pencurian barang pe­num­pang di bagasi  pesawat udara nyaris terjadi setiap ha­ri. Jumlah barang penumpang yang hilang puluhan item atau mungkin lebih dari itu. Bak fenomena gunung es, yang muncul ke permukaan  kasusnya bisa dihitung de­ngan jari, tetapi sesungguhnya sangat jamak. Masa­lah­nya selama ini adalah, masyarakat enggan mem­per­soal­kan kehilangan barang bagasi kepada pihak mas­kapai.

Pasalnya, pihak maskapai selalu saja menempatkan para penumpang pada pihak tidak berhak mendapatkan  ganti rugi atas kerusakan atau kehilangan barang bagasi atau pun barang bawaan lainnya. Apalagi pada mayoritas tiket maskapai dinyatakan bahwa barang bawaan diBagasi jika rusak atau hilang tidak menjadi tanggung jawab pihak maskapai, tapi tanggung jawab penumpang.

Sementara itu di dalam Undang-Undang No. 1 Tahun 2009 tentang penerbangan, pada pasal  144 disebutkan bahwa  “Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh penumpang karena bagasi tercatat hilang, musnah, atau rusak yang diakibatkan oleh kegiatan angkutan udara selama bagasi tercatat berada dalam pengawasan pengangkut.

Berikutnya pada Pasal 145 dinyatakan; “Pengangkut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh pengirim kargo karena kargo yang dikirim hilang, musnah, atau rusak yang diakibatkan oleh kegiatan angkutan udara selama kargo berada dalam pengawasan pengangkut”.

Selanjutnya Pasal 146 menyatakan bahwa pengang­kut bertanggung jawab atas kerugian yang diderita karena keterlambatan pada angkutan penumpang, bagasi, atau kargo, kecuali apabila pengangkut dapat membuktikanbahwa keterlambatan tersebut disebabkan oleh  faktor cuaca dan teknis operasional.

Dari UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dapat diketahui bahwa ternyata kehilangan barang di Bagasi pesawat adalah menjadi tanggung maskapai. Artinya maskapai tidak bisa lagi buang badan atau pura-pura tidak tahu, alias tidak memproses secara serius laporan kehilangan barang di Bagasi pesawat dan lain sebagainya yang dilaporkan. 

Penumpang yang barang bawaannya hilang di Bagasi pesawat, mulai awal tahun 2016, jangan diam lagi atau menerima saja apa adanya. Yang harus dilakukan adalah menuntut maskapai agar bertanggungjawab atas kehilangan tersebut dan menemukan barang itu kembali serta mengembalikannya kepada penumpang yang punya barang. Kalimat-kalimat di tiket pesawat yang merugikan penumpang, sudah saatnya diganti. Maska­pai tidak boleh lepas tangan begitu saja, ketika ada kehilangan barang penumpang di Bagasi pesawat. Agar praktik-praktik pencurian Bagasi pesawat secara sistematis bisa diminimalisir, maka setiap sudut yang dilalui barang bagasi hingga ke dalam bagasi pesawat memakai CCTV. Integritas tenaga kerja yang mengurus bagasi penumpang juga perlu menjadi perhatian. Jangan asal terima dan mempekerjakan orang saja. Semoga ke depan ada perubahan, amien. **



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Selasa, 09 Oktober 2018 - 18:01:44 WIB

    Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami

    Kisah Haru Indriana Sartika,  Selamat Setelah Puluhan Menit Bertahan dari Terjangan  Tsunami HARIANHALUAN.COM-Indriana Sartika Yotokodi terus memanjatkan rasa syukurnya karena masih diberi keselamatan oleh Allah SWT. Bayang-bayang bencana tsunami dan gempa masih tergambar jelas dalam memorinya, bahkan kerap muncul da.
  • Selasa, 02 Oktober 2018 - 10:04:18 WIB

    Begini Kisah Lailla, Perantau Minang di Palu yang Selamat dari Terjangan Tsunami

    Begini Kisah Lailla, Perantau Minang di Palu yang Selamat dari Terjangan Tsunami Keajaiban  itu nyata dialami  Lilla Anggaraini (35), perempuan asal Situjuah Godang, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Limapuluh Kota  yang sudah lama merantau di  Palu, Sulawesi Tengah, kota yang kini  luluhlant.
  • Jumat, 16 Desember 2016 - 01:23:02 WIB

    Jangan Selalu Dikaitkan Dengan Gempa

    Beberapa waktu lalu, terjadi fenomena alam berupa beru bahnya air danau Singkarak menja di hitam. Lalu, ikan bilih yang merupakan ikan khas danau Singkarak ditemukan mengapung di sekitaran danau..
  • Selasa, 06 Desember 2016 - 01:24:07 WIB

    Kampanyelah di Medsos Tapi Jangan Menghina

    Mengkampanyekan pasangan calon kepala daerah yang kita dukung di media sosial (Medsos), tak ada larangan. Kecuali menghina pa­sangan calon yang tidak kita dukung, itu bisa dikenakan pasal fitnah. .
  • Rabu, 30 November 2016 - 00:58:22 WIB

    Jangan Anggap Remeh Harga Cabai

    Jangan Anggap Remeh Harga Cabai SUDAH menjadi rahasia umum bahwa antara jumlah persediaan dan jumlah permintaan terdapat kaitan erat dengan harga jual. Bila jumlah persediaan dan jumlah permintaan sepadan maka harga jual pun normal. Bila jumlah persediaan l.
KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM