Djan Faridz Ubah Kepengurusan Diam-diam

Kisruh Internal PPP Makin Parah


Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:06:34 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Kisruh Internal PPP Makin Parah Djan Faridz.

Namun rupanya per­soalan di internal PPP jus­tru semakin pelik. Diam-diam Ketua Umum PPP versi Muktamar Jakarta Djan Faridz mengubah akta notaris yang sudah dise­rahkan ke Kemenkum HAM soal kepengurusan PPP hasil muktamar Ja­kar­ta. Dengan demikian, Djan di­anggap membatalkan ha­sil muktamar PPP di Jakar­ta pada 30 Oktober 2014 lalu.

Wakil Sekjen PPP kubu Ro­mahurmuziy (Romi), Ar­sul Sani mengkritik keras kesewenang-wenangan Djan Faridz tersebut. Menurut Arsul ada banyak nama yang tak jelas kontribusinya untuk PPP tapi dipaksakan masuk dalam postur pengu­rus, salah satunya yaitu nama wakil Ketua Umum PPP, Humphrey Djemat.

“Saya sorry saja soal Pak Humphrey, wong dia milih PPP saja belum pernah. Punya kartu anggota PPP saja sebelumnya belum per­nah, kok tiba-tiba, ujug-ujug jadi wakil ketua umum. Nah kan kasihan orang yang su­dah bertahun-tahun jadi kader PPP. Menjadi anak buah sajalah, jangan elite,” ujar Arsul saat dihubungi Jumat (8/1).

Menurut anggota Ko­misi III DPR ini, tak bisa orang-orang dengan kualitas gelar tertentu secara aka­de­mis masuk begitu saja ke struktur partai tanpa me­lalui proses kaderisasi.

“Tanya Pak Humphrey, sudah pernah belum me­milih PPP selama pemilu. Jangan-jangan meng­gu­na­kan hak pilihnya saja tidak pernah,” sambungnya.

Arsul juga mengritik masuknya nama istri Mar­zuki Ali, Asmawati dan istri mantan Ketum PPP Surya Darma Ali, Wardatul Asri­yah. Keduanya menjadi wa­kil ketua umum. Menurut Arsul, mereka sangat tak kompeten.

“Terus istrinya Pak Mar­zuki Ali dimasukkan men­jadi wakil ketua umum DPP PPP. Lah itu bagaimana pemilu kemarin saja masih nyoblos Demokrat kok,” tuturnya.

Arsul menegaskan bah­wa langkah sembarangan yang dilakukan oleh Djan Faridz ini akan menim­bulkan pergolakan besar di internal partai.

“Kan melihat persoalan partai politik itu tidak bisa seperti Pak Humphrey Dje­mat itu yang penting hu­kum­nya mengatakan apa. Ini partai politik, bukan per­kara perdata, bukan peme­gang saham perusahaan. Partai politik itu stake­holder, pemangku kepen­ti­ngannya itu ribuan, puluhan ribu, bahkan jutaan. Itu kan mereka punya pemilih,” ungkapnya.

Arsul mengingatkan agar kultur dan konteks so­siologi partai diper­ha­ti­kan. Ma­ka dari itu menu­rut­nya sa­tu-satunya jalan ke­luar ha­nyalah segera ada islah meng­gabungkan kedua ku­bu lalu menggelar muk­ta­mar bersama.

Politikus PPP Epyardi As­da menu­ding Sekjen PPP Di­myati Na­takusumah men­­jadi bi­ang kerok tam­bah kisruh internal PPP. Menurut dia, Dim­yati yang main me­masukkan orang sembarang menjadi petinggi di PPP.

“Dimyati ini biang ke­rok, dia tunjuk orang yang tidak mengerti organisasi, sementara orang yang ber­darah-darah di partai di­bua­ngin semua,” kata Epyar­di, Jumat (8/1).

Menurut dia, apa yang di­la­kukan Djan dan Dim­yati dengan mendaftarkan kepengurusan baru otomatis membatalkan hasil muk­tamar PPP Jakarta. Padahal muktamar Jakarta sudah dimenangkan MA dan me­nga­lahkan PPP kubu Ro­mah­urmuziy (Romi). “Ini menabrak anggaran dasar, banyak tokoh senior PPP dibuangin semua,” tu­tur Epyardi.

Dia juga mengkritik Djan yang berlatarbelakang pengusaha tidak mengerti organisasi. Dia menyebut PPP bisa hancur di era ke­pemimpinan Djan. “Itulah akibat pilih pemimpin pe­da­gang bukan politisi, eng­gak ngerti orga­nisasi. Sam­pai sekarang belum pernah ada rapat untuk merubah tidak ada ra­pat, main ubah sendiri saja, kamu buat ini kamu buat ini tanpa rapat,” terang Epyardi yang juga Ketua Fraksi PPP di DPR kubu Djan Faridz.

Epyardi mengaku sudah berkali-kali ingin protes tapi tak didengar, rapat pun ti­dak pernah digelar sebelum menentukan sikap. Kendati begitu, dia sudah bertemu dengan Djan untuk mem­bahas ini. “Enggak pernah ada ra­pat gimana kita mau bicara, Pak Djan ini bukan orang po­litik, dia tidak tahu apa itu sejarah PPP, dia enggak nger­ti ini partai Islam, orga­ni­sasi yang di­dirikan para ula­ma,” jelas dia. (h/mdk/inl)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM