Hanya 7 Objek Pajak yang Lewati Target PAD


Sabtu, 09 Januari 2016 - 03:00:52 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Dari 11 pajak daerah yang dikelola Dispenda Padang, terdapat empat ob­jek pajak belum bisa me­menuhi target, seperti pajak hotel yang hanya 81,84 persen, Pajak Bumi Ba­ngunan (PBB) dengan per­sentase pencapaian 83,22 persen, pajak hiburan 79,90 persen, dan pajak air tanah menjadi yang terendah de­ngan pencapaian hanya 76,­55 persen. Sementara untuk tujuh objek pajak lain, kese­muanya mampu melewati target yang sudah ditetap­kan.

Kepala Dispenda Pa­dang Adib Alfikri saat dite­mui Haluan di ruangannya mengakui, belum semua objek pajak mampu me­menuhi target. Itu terjadi karena berbagai kendala yang ditemui di lapangan, seperti PBB tidak mampu memenuhi target, karena target yang ditetapkan ter­lalu tinggi dibandingkan potensi yang ada.

Lebih jauh Adib me­ngatakan, pencapaian tidak maksimal karena ba­nyak­nya data yang tidak valid. Sedangkan untuk pajak ho­tel, Adib menuturkan, ada­nya larangan dari pe­me­rintahan pusat pada di awal tahun 2015 yang melarang dilakukannya pertemuan di hotel memberikan efek ku­rang bagus terhadap usaha perhotelan di Padang dan tentu saja juga berimbas kepada pendapatan pajak.

“Sampai bulan Juni, ba­ru kebijakan itu barudi­revisi. Dampaknya baru bisa dirasakan pada bulan Sep­tember di mana usaha per­hotelan kembali mulai ber­gerak, sehingga starting poin terlambat dan target tidak tercapai,” tambahnya.

Dibatalkannya Liga Su­per Indonesia karena PSSI dibekukan Kemenpora, me­nu­rut Adib juga ber­pengaruh terhadap penca­paian target PAD, terutama pada sektor hiburan yang hanya mampu mencapai angka 79,90 persen dari target.

“Pada penyusunan di­masukkan agenda ISL tapi kenyataannya ISL batal, sehingga hiburan di Padang banyak kehilangan potensi,” jelas Adib.

Terkait pajak air tanah yang pencapaiannya teren­dah dibandingkan objek pajak lain, Adib menga­takan disebabkan masih adanya masyarakat dan pe­laku usaha yang belum se­penuhnya jujur dan sadar pajak.

“Banyak pengelola hotel yang memanipulasi pe­ma­kain air tanah, saat petugas pajak datang mereka me­ngatakan jika mereka memakai PDAM, namun saat petugas PDAM datang, mereka berdalih memakai air tanah. Untuk itu, kami akan membuat tim terpadu bersama PDAM supaya hal ini bisa diatasi,” imbuh Adib.(h/mg-ysn)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM