Perparkiran di Tanjakan Pasar Ibuh Barat Dipertanyakan


Sabtu, 09 Januari 2016 - 02:48:14 WIB
Reporter : Tim Redaksi

“Perlu dipertanyakan kawasan parkir ditanjakan itu, karena mengganggu aktivitas pengunjung dan kendaraan bermotor yang lewat di jalan tersebut,” ungkap kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Payakumbuh, Yuridis, yang dihubungi Haluan, Jumat sore (8/1).

Dikatakannya, aktivitas perparkiran di lokasi itu perlu dikaji ulang dan ditertibkan oleh instansi terkait, supaya tidak dimanfaatkan oleh oknum masyarakat lain. Tak hanya itu, dikawasan Jalan Gambir dan Jalan Tembakau Payakumbuh, arah ke eks bioskop Sinema juga sering mengalami kemacetan lalulintas setiap harinya.

Di kawasan itu, selain dipenuhi parkir juga terdapat Pedagang Kreasi Lapangan (PKL) buah yang menggelar dagangannya di sore hari. “Sebaiknya, lalulintas diruas jalan itu diberlakukan satu arah dan PKL-nya perlu juga ditertibkan, sehingga tidak terjadi kemacetan parah bagi pengguna jalan,” ujarnya.

Sekaitan perparkiran di tanjakan Pasar Ibuh Barat, menurut Kadis Perhubungan dan Kominfo Payakumbuh, Adrian, yang dihubungi sebelumnya menegaskan, di Jalan tanjakan Pasar Ibuh Barat tersebut, sebenarnya tidak disediakan untuk tempat parkir. Tapi pihak Dinas Koperasi, UKM dan Indag Payakumbuh, Dahler menyatakan, parkir sepeda motor dikawasan itu legal. “Areal parkir tersebut dikelola bidang pasar,” ujar Dahler.

Tak begitu jelas siapa sebenarnya SKPD yang mengelola perparkiran di tanjakan itu. Ada kalanya yang memungut retribusi parkir dilakoni oleh oknum kusir bendi. Pantauan ke lapangan, sudah dua kali wartawan Haluan yang memarkir motor di kawasan itu yang meminta uang parkir si oknum kusir bendi tersebut yang belum diketahui jati dirinya.

Sehingga menimbulkan pertanyaan, apakah uang parkir yang dipungut sang tukang parkir sementara itu, disetorkan ke tukang parkir benaran. Namun, ketika ditanyakan ke Kadis Koperasi, UKM dan Indag, Dahler lagi, ia menyebutkan, mungkin saja ketika itu tukang parkir yang mengawasi lokasi perparkiran di tanjakan itu sedang keluar istirahat makan.

Dikatakan, setelah si tukang parkir datang lagi ke lokasi parkir, bisa saja yang menggantikan sementara untuk memungut uang parkir itu menyetorkan ke tukang parkir yang sebenarnya. “Tidak jadi persoalan, sebab uang yang dipungut kepada pengendara motor diserahkan ke pengelola parkir di kawasan itu,” tegasnya saat kepada Haluan. (h/zkf)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM