Pertahankan Umur dan Performa Skutic


Sabtu, 09 Januari 2016 - 01:00:18 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Pertahankan Umur dan Performa Skutic

Skutic memang mampu mengambil hati sebagian besar calon pengguna sepe­da motor, di zaman yang semakin berkembang dan amat bergantung pada kece­patan dan ketepatan seperti saat ini, kehadiran skutic seolah menjawab kebutuhan sebagian besar manusia modern di Indonesia.

Meskipun menawarkan fleksibilitas dan beragam kemudahan, tak dapat dibo­hongi bahwa skutic masih memiliki kekurangan di­ban­ding motor bebek yang sebelumnya merajai pasar motor di Indonesia. Ter­utama sekali terkait keti­dak­sanggupan menahan be­ban berat dan soal keboro­san bahan bakar. Namun, produsen terkenal macam Yamaha, Honda dan Suzuki terus berupaya memper­baiki kekurangan tersebut dari tahun ke tahun.

Haluan Otomotif kali ini mencoba berbagi pedo­man mengenai perawatan skutic yang baik, dirangkum dari berbagai sumber yang kredibel. Diharapkan de­ngan pedoman ini para pe­ngendara skutic dapat mem­perpanjang usia  pakai sku­tic masing-masing.

Pertama, sebelum me­ngen­darai skutic yang telah mati dalam keadaan cukup lama, pengendara hendak­nya memanaskan mesin paling kurang lima menit se­be­lum dijalankan. Setelah itu, apabila terburu-buru, upayakan untuk tidak mela­kukan pengegasan yang ting­gi secara langsung. Namun, teknik yang benar adalah dengan memelintirnya per­lahan-lahan. Hal itu juga berlaku saat menurunkan kecepatan, upayakan juga secara perlahan-lahan.

Selanjutnya, pengendara skutic harus mengupayakan pengecekan tangki bahan bakar ketika amper bahan bakar di speedometer me­nunjukkan jumlah telah mul­ai menipis. Karena apa­bila skutic dibiarkan mati karena kehabisan bahan bakar, akan menyebabkan mesin mudah mengalami keausan. Hal serupa juga ber­laku pada oli gardan, pengendara harus secara rutin mengganti oli. Setelah pengaturan pabrik berakhir, upayakan mengganti oli gardan sekali dalam sebulan.

Kondisi ACCU dan bu­si juga menjadi hal yang sering diacuhkan pemilik skutic. Padahal dua kom­ponen ini memiliki peran penting untuk memastikan skutic tetap nyaman dan tidak mogok ketika dipacu di jalanan.

Roller dan Ventbeld adalah dua komponen yang sering mengerjai pemilik skutic. Meskipun kerusakan pada dua kompnen tersebut sangat ditakuti, tidak lantas membuat pemiliki skutic selalu melakukan cek ber­kala terhadap keduanya. Sehingga, sepatutnya roller dan ventbeld harus menjadi perhatian. Karena ketika alat seperti Ventbel.

Dalam pemeriksaan se­ca­ra berkala di bengkel, ruang transmisi dan oli shock­­breaker juga patut menjadi perhatian. Untuk ruang transmisi, biasanya kerap ditemukan banyak debu yang menempel se­hingga keber­sihan­nya harus terus di­per­hatikan agar pe­ngen­dara tidak sampai men­dapatkan masalah saat me­nunggangi skutic­nya.

Selain pentingnya perawatan agar sku­tic tahan lama, performa skutic juga diha­rap­kan tidak me­­­­nurun mes­­kipun te­lah ter­ma­kan usia. Be­be­rapa pedo­man un­tuk mempertahankan performa tersebut biasanya tergantung pada rutinitas merawat kom­­ponen-komponen uta­ma pada mesin.

Pertama, Timing belt, komponen yang serupa ran­tai pada motor bebek ini kerap kali menimbulkan masalah besar pada pe­mi­lik­nya jika putus atau me­ngeras sa­at berada di jala­nan. Untuk kasus seperti ini, pengendara ti­dak bisa mela­ku­kan apa-apa sebelum me­­ne­mu­kan beng­kel ter­de­kat. ***

 

Oleh :
JULI ISHAQ PUTRA
 



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM