Longsor di Sejumlah Daerah

Akses Sumbar-Riau Lumpuh Lagi


Jumat, 08 Januari 2016 - 03:37:59 WIB
Reporter : Tim Redaksi
Akses Sumbar-Riau Lumpuh Lagi Warga berusaha melewati genangan air akibat meluapnya Sunga Batang palangki di Jorong gantiang Kenagarian Muaro Kecamatan Sijunjung, Kamis, (7/1).

Laporan wartawan Haluan di Limapuluh Kota menyebutkan, longsor yang terjadi Kamis (7/1) itu terjadi sekitar 2 Km dari titik longsor yang terjadi sehari sebe­lumnya di Nagari Koto Alam. Hal ini menyebabkan  kemacetan pan­jang kendaraan di jalan nasional tersebut kembali terjadi.

Setidaknya, sepanjang 30 meter jalan yang menghubungkan Sumbar-Riau tersebut tertimbun oleh mate­rial longsor. “Jarak dengan longsor yang kemarin hanya sekitar 2 kilo­meter,”terang Kepala BPBD Kabu­paten Limapuluh Kota, Nasriyanto.

Dijelaskannya, tanah longsor yang terjadi pada Kamis (7/1) sekitar pukul 14.30 WIB tersebut, menutup seluruh badan jalan. “Ak­ses jalan terputus. Arus lalulintas kembali macet,”ucapnya. Nasri­yanto yang turun ke lokasi longsor menuturkan,  terdapat timbunan tanah setinggi 2,5 meter di badan jalan.

Selain berlumpur, material longsor juga bercampur dengan kerikil kecil. “Jalan tidak bisa dilalui,”ucapnya.

Untuk mengantispasinya, pihak terkait mengerahkan dua unit alat berat untuk menyingkirkan ma­terial longsor dari badan jalan. Ia belum bisa memastikan, sampai kapan pembersihan material long­sor selesai di kerjakan. “Yang jelas kita upayakan secepat mungkin. Sehingga nantinya tidak terjadi macet panjang seperti hari ke­marin,”tukuknya.

Hingga pukul 18.00 Wib, akses jalan Sumbar-Riau masih lumpuh. Petugas BPBD serta Polres Lima­puluh Kota terus melakukan pem­bersihan badan jalan dari material longsor. Antrian panjang kendaraan dari Riau menuju Sumbar atau sebaliknya sudah mulai terjadi.

“Kami mengimbau juga, peng­guna jalan Sumbar-Riau  tetap berhati-hati. Apalagi curah hujan meningkat semenjak sepekan ter­akhir ini,”katanya.

Selain longsor, akibat hujan yang terjadi semenjak Rabu malam itu juga  menumbangkan 3 pohon besar secara terpisah, seperti di Kecamatan Harau, Koto Alam dan di Pangkalan Koto Baru. Begitu juga, sejumlah aliran sungai di Kabupaten Limapuluh Kota turut meluap. “Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa,”katanya lagi.

Di Solok

Dari Kabupaten Solok, tepatnya di kawasan Jorong Air Batumbuak, Nagari Paninjauan, Kecamatan X Koto Diatas, peristiwa serupa juga terjadi. Dinding bukit di kawasan itu, terban dan menimbun ruas jalan yang menghubungkan Nagari Aripan dan Paninjauan. Setidaknya di sepanjang ruas jalan Aripan - Paninjauan terdapat 3 titik longsor.

Warga yang hendak beraktifitas pada pagi harinya, terpaksa berbalik arah karena ruas jalan ini lumpuh total. Kapolres Solok Kota AKBP Tomy Bambang Irawan  menge­rahkan sejumlah personil ke lokasi kejadian untuk membantu masya­rakat.

Mensiasati terputusnya jalur ini, Kapolsek X Koto Diatas, Iptu Joni Isnandar bersama Kasat Lantas AKP Hariadi Ismail yang berada di lokasi kejadian melakukan rakayasa lalulintas. Kendaraan yang hendak menuju Paninjaun dan Sulit Air dari arah Solok dan sebaliknya dialihkan sementara ke ruas jalan Singkarak - Tanjung Alai.

Sementara untuk membersih­kan ruas jalan Aripan - Paninjauan dari gundukan material padat, warga sempat telah meminta bantuan dari Pemerintahan Daerah Kabupaten Solok melalui Dinas Pekerjaaan Umum. Namun ban­tuan alat berat dari pemerintah tersebut tidak kunjung datang, warga bersama petugas kepolisian langsung berinisiatif membersih­kan gundukan material padat yang menimbun badan jalan secara bergotong royong dengan menggu­na­kan perlalatan seadanya.

Terisolasi

Hujan yang mengguyur Kabu­paten Sijunjung, semenjak Kamis (7/1) pagi hingga siang, memicu longsor di kawasan Bukit Lantik Kenagarian Sumpur Kudus. Akibatnya 3.055 KK yang berada di lima kenagarian yang di Kecamatan Sumpur Kudus terisolasi. Sementara itu, akses jalan lingkar lainnya yaitu dari Durian Gadang melalui Manganti menuju Sumpur Kudus tidak bisa dilalui dikarenakan kondisi jalan yang buruk yang tidak bisa dilalui kendaraan ketika hujan datang.

Camat Sumpur Kudus Jamaris mengatakan lima kenagarian yang ada di wilayah Kecamatan Sumpur Kudus yakni Nagari Sumpur Kudus, Nagari Sumpur Kudus Selatan, Nagari Silantai, Nagari Unggan dan Nagari Mangganti.

“Kami sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Pj Bupati Sijunjung serta melakukan koor­dinasi dengan dinas PU dan BPBD Sijunjung untuk mengatasi bencana longsor tersebut, dan dari dinas PU rencananya akan menerjunkan alat berat untuk memebersihkan material longsor tersebut dalam waktu secepatnya.Tak ada korban jiwa akibat peristiwa ini. Namun warga harus menunggu lama hingga akses jalan ini terbuka,” ujarnya.

Sementara itu, Jamaris juga mengatakan bahwa hingga Kamis sore, warga berusaha membuka jalan untuk jalur sepeda motor dengan peralatan seadanya sampai bantuan berupa alat berat datang untuk membersihkan material longsor dari badan jalan.

Selain longsor, hujan yang meng­guyur Kabupaten Sijunjung juga mengakibatkan beberapa sungai di wilayah di Kabupaten Sijunjung meluap. Akibatnya, ratusan hektar sawah siap panen milik warga Nagari Palaluar dan Tanjung Ampalu Kecamatan Koto VII, Kenagarian Padang Sibusuk Keca­matan Kupitan dan Kenagarian Sjunjung Kecamatan Sijunjung, terendam.

Sebelumnya juga, banjir sempat menggenangi ratusan rumah warga di Tiga kenagarian yang ada di Kecamatan Kamang Baru yakni Nagari Siaur, Nagari Kamang dan nagari Sei lansek, tidak ada korban Jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun warga mengalami kerugian materiil karena banyak peralatan elektronik milik warga yang yang terendam air karena tidak sempat terselamatkan saat kejadian.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sijunjung Hardiawan SP mengimbau kepada masyarakat Kabupaten Sijunjung khususnya yang berada di wilayah rawan banjir dan longsor untuk selalu waspada menghadapi bencana yang diakibatkan oleh hujan dengan intensitas tinggi.(h/ddg/ndi/ogi)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA
  • Kamis, 12 Oktober 2017 - 05:14:31 WIB
    JEMBATAN TURAWAN ROBOH

    Akses Warga Padang Lua Terganggu

    TANAH DATAR, HALUAN - Pasca rusaknya jembatan di Jorong Turawan di Kenagarian III Koto, Kecamatan Rambatan, menyebabkan akses warga Padang Lua setempat terputus. Untuk menuju jalan utama, warga Padang Lua terpaksa mengambil j.
  • Kamis, 27 April 2017 - 11:52:26 WIB

    Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Akses Jalan dan Sinergi Antar Daerah Penting Dilakukan

    Percepat Pertumbuhan Ekonomi, Akses Jalan dan Sinergi Antar Daerah Penting Dilakukan .
  • Selasa, 02 Agustus 2016 - 15:35:25 WIB

    Akses Masuk Material Pembangunan Pasar Padang Panjang Masih Terkendala

    Akses Masuk Material Pembangunan Pasar Padang Panjang Masih Terkendala PADANG PANJANG, HALUAN-Pengerjaan pembangunan Pasar Pusat Kota Padang Panjang masih terkendala dengan akses jalan untuk masuknya material pembangunan pasar tersebut. Walikota Padang Panjang Hendri Arnis saat meninjau lokasi p.
  • Rabu, 20 Juli 2016 - 02:35:14 WIB

    Akses Menuju Monumen PDRI Terus Dibenahi

    Akses Menuju Monumen PDRI Terus Dibenahi LIMAPULUH KOTA, HALUAN—Jalan menuju ke pusat Pembangunan Monumen Nasional (Monas) PDRI (Pemerintahan Darurat Rapublik Indonesia) di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Gunung Omeh, Kabupaten Limapuluh Kota, secara bertahap terus .
  • Kamis, 30 Juni 2016 - 14:25:43 WIB

    PTSJAL Bangun Akses Jalan Taratak Baru Menuju Pangian

    PTSJAL Bangun Akses Jalan Taratak Baru Menuju Pangian SOLSEL, HALUAN—PT Sumatera Jaya Agro Lestari (PTSJAL) Lubuk Malako, Solok Selatan (Solsel) melaksanakan peningkatan pembangunan jalan sepanjang lima kilometer dan lebar tiga meter di jalan Taratak Baru menuju Pangian, Nagar.

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM