Terlibat Narkoba

Dibesuk Anggota Dewan, Sy Minta Maaf


Jumat, 08 Januari 2016 - 03:30:15 WIB
Reporter : Tim Redaksi

Bezuk itu dipimpin lang­­­sung oleh Ketua DPRD Pa­saman Yasri, Wakil Ke­tua Haniful Khairi. Tam­pak ju­ga Ketua Fraksi De­mokrat Ir­wan Arifin, Ketua Fraksi Gol­kar Sodikin Nur­­sewan, Ke­tua Fraksi Ge­rindra Se­jah­­tera Khai­rud­din Si­man­jun­tak, Ketua Fraksi PAN Ma­rinas, Ketua Fraksi Nas­Dem Sarjan, Ketua Fraksi PPP Sawal, dan lainnya. Ka­bar­nya, ha­nya empat ang­­go­ta DPRD saja yang tidak ha­dir.

Suasana haru berlang­sung di ruang kerja Kasat­narkoba yang hanya ber­ukuran 3x4 meter itu. Ang­gota DPRD satu persatu merangkul Sy dan mem­berikan dukungan moril. Bahkan tidak sedikit juga rekan-rekan Sy meneteskan air mata, termasuk Sy sen­diri ikut menangis.

Kepada mitranya di par­le­­­men, Sy menyampaikan per­mintaan maaf dan per­min­taan maaf itu juga ditu­ju­kan kepada seluruh ma­sya­­rakat Pasaman. “Selaku ma­nusia, saya sudah berbuat ki­laf. Secara pribadi dan ke­luarga, saya minta maaf ke­pada ma­sya­rakat Pasa­man. Ke­pada lembaga DP­RD, sa­ya juga mohon maaf,” kata Sy.

Sementara itu, Irwan Arifin, menyebut kondisi Sy di tahanan sehat saja. “Tadi Sy mengaku kilaf, dan me­min­ta maaf atas nama priba­di dan keluarga kepada se­luruh masyarakat Pasa­man atas kejadian yang dila­ku­­kannya,” ujar Irwan Ari­fin.

Soal gonjang-ganjing na­sib Sy di perlemen dan siapa penggantinya, Irwan Arifin mengaku belum ada pembi­caraan partai terkait itu.

Masalah PAW diserah­kan kepada partai, menge­nai kejadian ini, kata Irwan, bila dilakukan nantinya PAW maka ada Yunelda pada posisi kedua dan Em­rizal pada posisi ketiga.

Ketua DPRD Pasaman Yasri, menyebutkan, usai sidang paripurna membuka masa sidang tahun 2016, semua anggota DPRD Pasa­man berkunjung mem­be­zuk Sy. “Sy sampai saat ini masih bagian dari lembaga ini, jadi kami kunjungi Sy dan memberikan dukungan moral. Karena, ia yang iba­rat terkena musibah, mesti kita lihat kondisinya,” ujar Yasri. Yasri mengatakan, keda­tangan anggota dewan hanya melihat kondisi Sy. “Saya juga sempat me­nyam­paikan pesan Kapolres ke­pa­da Sy, semoga ia tabah menjalani proses hukum yang ber­laku,” kata Yasri.

Yasri melanjutkan, Ka­pol­res Pasaman AKBP Agoeng Suryonegoro Wida­jat menyebut, Sy tergolong pe­laku penyalahgunaan nar­kotika yang bungkam. Sy tidak mau membeberkan kepada penyidik sumber barang haram dan terlarang itu didapatkannya.

“Kita ingin pelaku Sy kooperatif dengan penyidik, dari siapa ia dapatkan sabu-sabu itu. Agar kita bisa mengungkap peredaran nar­ko­ba di Kabupaten Pasa­man,” kata Yasri menirukan pesan Kapolres.

Pada kesempatan terpi­sah, Kapolres Pasaman AK­BP Agoeng SW menga­takan, proses hukum tetap jalan. Apakah pelaku nanti akan direhab, maka Kapol­res menegaskan, tidak ada rehab sebelum vonis hakim. “Nanti hakim yang akan memutuskan, apakah Sy direhab atau cukup dibina saja. Itu terlalu jauh, kita jalani aja tahapannya,” pung­kas Kapolres.

Atas kejadian itu, Sy bersama dua rekannya, EO dan J, yang tertangkap di sa­tu kamar rumah orang tua Sy, diancam melanggar pa­sal 112 jo 127 memakai dan memiliki dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara. (h/tim)



Akses harianhaluan.com Via Mobile m.harianhaluan.com

[ Ikuti Terus HarianHaluan Melalui Media Sosial ]




TULIS KOMENTAR
BERITA LAINNYA

BERITA TERKINI Index »

BERITA TERPOPULER Index »

KANTOR PUSAT:
Komplek Bandara Tabing,Jalan Hamka Padang,Sumbar
Email: [email protected]
APP HARIANHALUAN.COM